136 Mahasiswa IAI Tabah Lamongan Ikuti Yudisium, Rektor: Sarjana Representatif Kampus

Avatar of news.Limadetik
136 Mahasiswa IAI Tabah Lamongan Ikuti Yudisium, Rektor: Sarjana Representatif Kampus
FOTO: Yudisium Mahasiswa IAI Tabah

LIMADETIK.COM, LAMONGAN – Sebanyak 136 mahasiswa Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah resmi mengikuti kegiatan Yudisium wisuda yang ke XIII. Acara ini dilaksanakan di auditorium Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan.

Lima program studi yang meluluskan mahasisnya pada wisuda yang ke XIII yakni program studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Ilmu Alquran dan Tafsir (IAT), dan Ekonomi Syariah (ES). Kegiatan yudusium dilaksanakan, Jumat (28/10/2022).

Kegiatan yudisium dihadiri dewan pembina dan pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, jajaran pimpinan rektorat, dekanat, kaprodi, dosen, dan tendik.

Peserta yudisium kali ini berjumlah 136 mahasiswa dengan rincian 100 mahasiswa dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan serta 36 mahasiswa dari Fakultas Ushuluddin, Dakwah, Ekonomi dan Bisnis Islam, dan Syariah (FUDES).

Zainul Fuad, Dekan Fakutas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, dilanjutkan Moh. Nasrul Amin, Dekan Fakultas Ushuluddin, Dakwah, dan Bisnis Islam membacakan SK mahasiswa dengan kategori lulusan terbaik tingkat fakultas dan program studi berdasarkan prestasi akademik maupun non akademik.

Adapun nama-nama mahasiswa lulusan terbaik dari Fakultas Tarbiyah antara lain Shovi Alil Khoiroh (PAI), Hana Nabila Rizka (PGMI), Nur Khosafiyatul Qomariyah (PAI), dan Abdul Wadud Nafii’ul Umam (PGMI). Sedangkan mahasiswa dari Fakultas Fudes antara lain Irhamil Muthoharoh (IAT), Rif’atul Muawanah (ES), Asrorul Hudi (KPI), Fathur Rohman (ES), dan Muhammad Azam Aliful Aslah (KPI).

136 Mahasiswa IAI Tabah Lamongan Ikuti Yudisium, Rektor: Sarjana Representatif Kampus
FOTO: Prosesi yudisium

Rif’atul Muawanah menyampaikan sambutan sebagai perwakilan mahasiswa yang mengikuti yudisium mengatakan bahwa, untuk selalu meningkatkan rasa syukur atas apa yang telah dicapai setelah menyelesaikan studi empat tahun.

Selain itu, Rif’atul Muawanah juga mengajak para peserta yudisium untuk terus berjuang di luar sana dan menjadi manfaat bagi masyarakat.

“Terimakasih kepada bapak/ibu dosen karena begitu banyak perjuangan yang diberikan hingga membentuk kami menjadi sebaik-baik mahasiswa. Kami bersama rekan-rekan yudisium juga meminta maaf jika ada salah selama kuliah di IAI Tabah. Perjuangan selama empat tahun ini saya rasa belumlah berakhir, mari kita terus bersama-sama berkolaborasi untuk negeri,” ujar Rif’atul Muawanah.

Sementara itu, Alimul Muniroh, Rektor IAI Tabah, mengapresiasi civitas akademika kampus IAI Tabah, karena selain telah memberikan rekognisi juga memberikan penghargaan di setiap ada mahasiswa yang berprestasi sebagai capaian selama proses perkuliahan.

Dia menilai, yudisium adalah bentuk ikhtiar mengakhiri proses perkuliahan dan sebagai momen dinyatakan telah lulus. Dikarenakan di dalam pendidikan, tentu butuh proses panjang.

“Di dalam pendidikan butuh proses panjang. Tidaklah semudah seperti membalikkan telapak tangan atau mengubah buih menjadi permadani. Sehingga setelah dinyatakan lulus, jangan ragu dengan kelulusan kalian. Karena sudah lulus, berarti memiliki kapasitas diri. Sampaikan dengan tegas dan lugas di luar sana sebagai representatif dari IAI Tabah,” terang Alimul Muniroh.

Sedang Ny. Hj. Lujeng Lutfiyah, Pengasuh Pondok Pesantren Tarbiyataut Tholabah menyampaikan bahwa jasa guru sejak TK hingga sekarang dapat mengantarkan kita sukses dan menjadi orang berhasil. Namun di lain sisi, keberhasilan seseorang menjadi sarjana sekaligus juga dapat menjadi cobaan.

“Cobaan terberat adalah saat diberi kebahagiaan dan kelebihan. Salah satu contoh adalah mempunyai ilmu. Karena memperoleh ilmu berarti memiliki tanggung jawab besar. Jika tidak membawa ke kebaikan, maka tidak ada hikmahnya. Kita harus memperbanyak mencari ridho-Nya,” tutur Nyai Hj Lujeng Lutfiyah.

Respon (1)

Komentar ditutup.