banner podcast

Akhirnya, Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam Laporan Bersama ke Polres Sumenep

  • Bagikan
Akhirnya, Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam Laporan Bersama ke Polres Sumenep
FOTO: Paling kanan, Rausi Samorano SH.MH Kuasa Hukum Yayasan Siratul Islam dan dua dari kiri, Sulaisi Abdurrazaq SH.MIP Kuasa Hukum Annuqayah Daerah Lubangaa
Banner Iklan

SUMENEP, LimaDetik.Com – Akhirnya kasus Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Pesantren yang mencatut nama Annuqayah Daerah Lubangsa serta Yayasan Sosial dan Dakwah Siratul Islam resmi masuk ke ranah hukum pidana dengan melaporkan pelaku ke Polres Sumenep.

Sulaisi Abdurrazaq SH.M.I.P selaku kuasa hukum dari Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa mengatakan, laporan dilakukan secara bersama-sama antara Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam karena keduanya merasa menjadi korban dan telah dirugikan.

Baca juga:
BOP Pondok-Pesantren Annuqayah Digelapkan Orang Tak Dikenal, Direktur LKBH IAIN Madura Pasang Badan
Pesantren Siratul Islam Dicatut Soal BOP Pesantren, Advokat Rausi Samorano Bersumpah Akan Seret Pelaku ke Meja Hukum

“Kita lakukan laporan bersama, karena kita (Pondok Annuqayah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam) adalah yang dirugikan. Dan pelaku pemalsuan data BOP ini juga tidak ada I’tikad baik, itu sebabbya kita laporan bersama” katanya, Jumat (9/42021) malam.

Menurut Sulaisi, laporan resmi dilakukan pada hari Kamis (08/04/21) di Polres Sumenep sebagaimana Tanda Bukti Lapor Nomor : TBL-B/87/IV/RES.1.9./2021/RESKRIM/SPKT POLRES SUMENEP tanggal 8 April 2021 dengan Terlapor Jamaluddin dan Marsuto atas dugaan tindak pidana Pemalsuan Surat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 266 subsidair Pasal 263 KUH Pidana.

“Laporan tersebut adalah jalan terakhir (ultimum remedium) bagi Annuqayah Daerah Lubangsa dan Yayasan Siratul Islam setelah sekian lama melakukan tabayun dan ikhtiar agar masalah ini segera selesai dan agar tergambar secara terang benderang” ucapnya.

Baca juga:
Ada Peran Anas Dalam Skandal BOP Pesantren Annuqayah
BOP Annuqayah, Restoratif ataukah Retributif

Direktur LKBH IAIN Madura itu juga menegaskan, salah satu bahan untuk tabayun adalah hasil-hasil diskusi, musyawarah serta saran-saran yang disampaikan oleh pihak Kemenag Sumenep bahwa pelaku penyalahgunaan BOP harus diusut sampai tuntas.

“Dugaan tindak pidana tersebut terjadi di BNI Unit Prenduan dan ternyata BNI Cabang Sumenep menyatakan proses pencairan BOP Pesantren Annuqayah Lubsa tersebut telah memenuhi syarat untuk dicairkan oleh pelaku sementara menurut Kemenag Sumenep Piagam Izin Operasional Pondok Pesantren yang digunakan pelaku tidak pernah dikeluarkan oleh Kemenag Sumenep alias palsu” ungkapnya.

Baca juga:
Terduga Pemalsu data BOP Annuqayah Pernah di Bacok di Desa Jaddung Pragaan
Yayasan Siratul Islam Bantah Terima Uang 4 Juta Rupiah Skandal BOP Pesantren Annuqayah

Dikatakan Advocat muda tersebut, pihaknya juga sudah melakukan tabayun dan bahkan sudah mendapat surat keterangan dari pihak Kemenag Sumenep yang langsung ditemui Kasubag TU, H.Moh Rifa’i Hasyim.

“Berdasarkan keterangan dari Kantor Kemenag Sumenep, peristiwa penyimpangan BOP Pesantren ini tidak hanya terjadi pada Annuqayah melainkan juga banyak Pesantren dan lembaga-lembaga lain yang menjadi korban” tukasnya.

(yd/yd)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *