banner podcast

Akhirnya, Warga Tanjung Sanai II Resmi Melaporkan Dugaan Penyelewengan Bantuan PKH dan BPNT

  • Bagikan
Akhirnya, Warga Tanjung Sanai II Resmi Melaporkan Dugaan Penyelewengan Bantuan PKH dan BPNT
FOTO: Salah satu warga penerima bantuan PKH dan BPNT
Banner Iklan

REJANG LEBONG, LimaDetik.Com – Setelah dua kali upaya mediasi gagal dilakukan, akhirnya korban dugaan penyelewangan dana bantuan sosial berupa dana PKH dan BPNT di Desa Tanjung Sanai II, Kecamatan Padang Ulak Tanding, melaporkan kerugian yang mereka alami ke pihak berwajib.

Sebelumnya, pihak Polres Rejang Lebong memang telah memanggil perwakilan korban, guna dimintai keterangan terkait dana PKH dan BPNT yang diduga ditilap oknum tak bertanggung jawab.

Laporan diwakili salah satu korban, Susiana (38), warga Dusun III Desa Tanjung Sanai II Kecamatan Padang Ulak Tanding ini, telah disampaikannya ke pihak kepolisian pada Rabu, 21 April 2021 lalu. Dirinya ditemani korban lainnya berharap kasus ini bisa terungkap, serta aparat dapat membekuk pelaku penilapan dana bansos mengakibatkan kerugian negara mencapai ratusan juta rupiah.

Laporan para korban tersebut, diterima petugas Polres Rejang Lebong, AIPDA JJ. Sinurat pada pukul 11.00 WIB disampaikan secara langsung oleh korban. Mereka berinisiatif melaporkan kerugian mereka terima, usai kasus ini berlarut-larut sejak 2017 dan tidak ada yang bertanggung jawab.

Dalam laporan disampaikan para korban, disertai bukti dan dokumen berupa 1 bundel copy data penerima PKH & BPNT Desa Tanjung Sanai I, 1 lembar copy transaksi penerimaan PKH a.n Dewi periode 1-16 April 2021 termasuk 1 bundel copy pendistribusian bantuan BPNT Desa Tanjung Sanai II.

“Kami berharap kasus ini segera terungkap. Kami meminta ada yang bertanggung jawab dengan apa kami alami. Kami tidak terima, bantuan sosial itu untuk rakyat miskin. Masa uang kami semestinya menerima tega ditilap,” harap Susiana, Jumat (23/4/2021).

Korban lain, Sumini berharap agar pelaku menilap uang miliknya dan puluhan warga lain bisa menyerahkan diri, serta mengembalikan hak warga selama ini diambil.

“Itu bukan hak kalian, itu hak kami. Kembalikan” pintanya.

Sementara itu, Kades Tanjung Sanai II, Amir, mendampingi warganya mencari keadilan, berharap kepolisian dapat segera mengungkap hilangnya uang bansos mestinya diterima 32 warga yang namanya masuk dalam list penerima PKH & BPNT.

“Semoga bisa terungkap semuanya. Saya siap mendampingi warga sampai dimanapun prosesnya,” tegas Kades, Kamis (22/4) kemarin.

Sebelumnya, kasus ini mencuat ke publik, usai warga mengeluhkan tak pernah menerima bantuan sosial berupa penyaluran manfaat PKH (Program Keluarga Harapan) & BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai). Padahal, nama warga tersebut terdata dan masuk dalam list penerima manfaat PKH & BPNT di desa itu.

Selain mengaku tak menerima manfaat PKH & BPNT, mereka juga mengaku ternyata tidak pernah sekalipun menerima buku rekening atau ATM semestinya dipegang oleh penerima manfaat PKH.

“Namun, kian dirasa janggal sebab nama-nama mereka masuk dalam data-data penerima juga lengkap dengan no rekening penerima. Awalnya ditemukan hanya 30 orang, akan tetapi Dinsos Rejang Lebong mengakui ada 32 orang warga” tukas Amir.

(isnin/yd)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.