banner podcast

Akuntansi Syariah Dalam Islam

  • Bagikan
Akuntansi Syariah Dalam Islam
FOTO: ilustrasi
Banner Iklan

Oleh : Lalu Irvan Maulana
Nim : 201810170311093
Universitas Muhammadiyah Malang

Limadetik.com – Akuntansi syari’ah pada dasarnya hampir sama dengan akuntansi  pada umumnya, hanya saja pada akuntansi syari’ah terdapat beberapa hal yang berbeda dengan akuntansi konvensional. Perbedaan tersebut dapat dilihat dari segi modal, prinsip, konsep,  karakteristik serta tujuannya. Dengan adanya akuntansi syari’ah ini dapat menjadi salah satu cabang ilmu dari akuntansi, hal sangat baik karena banyak membawa dampak positif khususnya dalam bidang perekonomian dalam suatu negara.

Sistem Bagi Hasil
Akuntansi syariah ini tidak menggunakan sistem bunga, namun menggunakan sistem bagi hasil dengan menanggung risiko bersama-sama oleh semua pihak yang terlibat.

Dengan menggunakan sistem bagi hasil, keuntungan bisa dilihat dengan jelas, dan pembagian hasil telah ditetapkan sesuai kesepakatan di awal.

Misalnya, terdapat dua pihak, di mana pihak pertama berperan sebagai pemilik modal, dan pihak kedua sebagai pengelola modal. Kedua pihak ini akan mengetahui bagaimana keuntungan datang dan pembagiannya sesuai dengan kesepakatan di awal.

Menggunakan Prinsip Jual Beli Murabahah
Dalam transaksi jual beli, akuntansi syariah menerapkan sistem yang sesuai dengan ketentuan agama islam. Misalnya transaksi antara Bank dan nasabah yang ingin mengajukan kredit. Dengan prinsip murabahah, nasabah dan Bank akan membuat sistem kerja berdasarkan kesepakatan awal yang dibicarakan di awal antara dua pihak yang bersangkutan.

Menerapkan prinsip ini berarti kedua belah pihak juga harus membicarakan berapa bunga yang akan dibayar dan diterima oleh masing-masing pihak tanpa melihat suku bunga yang berlaku.

Terhindar dari Riba
Riba adalah penetapan bunga saat pengembalian berdasarkan persentase tertentu dari jumlah pinjaman pokok yang dibebankan kepada peminjam. Biasanya persentase yang ditentukan bisa lebih dari nilai barang yang ditransaksikan.

Dalam akuntansi syariah, penyajian laporannya tidak ganya menggunakan konsep time value of money dan dibuat sedemikian rupa sehingga terlihat lebih bagus dan memenuhi kebutuhan di mata investor.Akuntansi syariah menunjukkan bahwa transaksi bisnis juga bisa mengandung nilai moral dan norma.

Memiliki Unsur Tenggang Rasa
Akuntansi syariah tidak hanya fokus pada pelaksanaan akuntansi, tapi juga terdapat unsur zakat yang menjadi salah satu kelebihannya.Teori yang ada dalam akuntansi juga tidak sekedar mengatur dan memperhitungkan kepentingan bisnis, tapi juga memperhitungkan kepentingan yang memiliki unsur toleransi pada semua pihak.

Landasan Hukum dari Tuhan
Dengan menggunakan sistem akuntansi syariah, landasan hukum yang digunakan sesuai dengan kaidah agama Islam. Di mana ketentuan dan dasar hukumnya tidak dibuat oleh tangan manusia, tapi berasal dari Tuhan.Untuk ketentuannya pun tidak dapat diragukan lagi dan tidak akan berubah seiring perkembangan zaman. Menerapkan sistem akuntansi syariah berarti perusahaan akan memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar dan memiliki etika bisnis yang lebih baik.

Itulah beberapa pengertian dan kelebihan sistem akuntansi syariah. Dengan menerapkan sistem ini, perusahaan Anda bukan hanya dapat berkembang dengan baik, tapi juga dapat membantu perkembangan masyarakat secara lebih luas.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *