Alur Penggajian Karyawan dan Pengaruh Audit Dalam Pemberian Upah Auditor

Avatar of news.Limadetik
Alur Penggajian Karyawan dan Pengaruh Audit Dalam Pemberian Upah Auditor
Ilustrasi gaji

Oleh : Asrori Ferdiansyah
Universitas Muhammadiyah Malang

_____________________________

Auditor

NEWS.LIMADETIK.COM – Akuntan publik bersertifikat adalah orang yang kompeten dan independen dalam melaksanakan tugas audit. Secara umum, audit adalah suatu sistem untuk memperoleh dan mengevaluasi pernyataan tentang kegiatan atau peristiwa ekonomi secara objektif, menentukan sejauh mana pernyataan tersebut sesuai dengan standar yang ditentukan, dan mengomunikasikan hasilnya kepada pihak yang berkepentingan. tertarik.

Auditor diklasifikasikan menurut perannya sebagai auditor pemerintah, auditor internal, auditor independen atau akuntan publik bersertifikat. Akuntan independen atau akuntan ranah publik mereka merupakan akuntan independen yang bekerja di kantor akuntan.

Sebagai seorang Auditor bertanggung jawab untuk memberikan pandangan yang benar dan tidak memihak kepada pihak yang berkepentingan mengenai kewajaran dan tidak memihak laporan keuangan. Auditor juga menilai apakah laporan keuangan yang disusun memenuhi kriteria tertentu, sehingga auditor harus bekerja secara profesional untuk memastikan laporan audit tersebut dapat dipercaya.

Karyawan

Karyawan atau Pekerja adalah semua warga negara usia kerja (usia 15 sampai 64) yaitu sebagai penduduk suatu negara yang memiliki permintaan tenaga kerja untuk memproduksi dan menghasilkan barang dan jasa ketika mereka memilih untuk melakukannya. terlibat/keterkaitan di dalam kegiatan Menurut Widjaja (2021), pengertian tenaga karyawan ini sendiri adalah orang yang memberikan jasa (baik berupa pikiran maupun tenaga) dan menerima imbalan yang telah ditentukan jumlahnya.

Skema atau Alur Penggajian Karyawan

Sebelum menggali lebih dalam jurnal penggajian karyawan, penting untuk memahami banyak komponen yang membentuk gaji.

1. Gaji pokok: Gaji pokok ditentukan oleh perusahaan berdasarkan kesepakatan dengan karyawan. Pada prinsipnya besaran gaji pokok bervariasi sesuai dengan jabatan, golongan, dan kemampuan pegawai.

2. Tunjangan Tetap: Tunjangan yang dibayarkan secara teratur selain gaji pokok, terlepas dari kinerja atau kehadiran karyawan. Misalnya, tunjangan hari raya, THR, tunjangan pensiun, tunjangan kesehatan, dan sebagainya.

3. Tunjangan yang tidak ditentukan/Tidak Tetap: Pembayaran yang melengkapi gaji pokok berdasarkan standar tertentu. Misalnya, tunjangan perjalanan dan tunjangan dihitung berdasarkan kehadiran karyawan.

4. Pengurangan: Komponen pemotongan atau pengurangan gaji yang diwajibkan oleh kebijakan perusahaan dan program terkait ketenagakerjaan pemerintah. Contohnya antara lain Pajak Penghasilan (PPh), Iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Iuran Koperasi, Tindakan Disiplin, dan Cicilan Kredit Korporasi.

Komisi:5. Pembayaran tambahan untuk layanan yang diberikan oleh karyawan atau perusahaan. Kemudian juga terdapat Komisi dan bonus tahunan untuk mencapai tujuan.

6. Upah Lembur: Kompensasi tambahan bagi karyawan yang bekerja lembur.

Untuk membuat jurnal penggajian karyawan, tentunya harus menjalankan sistem audit penggajian terlebih dahulu. Caranya yaitu sebagai berikut:

1. Buat akun penggajian

Pertama, buat akun penggajian di laman akun Anda sebagai auditor yang menggabungkan Pengeluaran dan Hutang Akun. Akun pengeluaran termasuk biaya yang dikeluarkan saat melakukan bisnis, seperti: Gaji dan Asuransi Kesehatan. Utang usaha berisi wesel bayar kepada pihak lain.

2. Hitung pajak dan potongan lain

Hitung pajak dan potongan lain untuk mengetahui seberapa banyak gaji yang harus Anda potong dan kontribusi Anda sebagai pemilik usaha. Untuk potongan iuran BPJS Kesehatan, misalnya, perusahaan menanggung 4% dan pegawai 1 % dari gaji.

3. Kumpulkan dokumen penggajian

Kumpulkan semua data terkait dokumen terkait dengan penggajian, seperti Daftar penggajian yang mencakup semua transaksi penggajian dalam periode tertentu, nama karyawan, serta jumlah dan tanggal pembayaran. Laporan pajak gaji yang menunjukkan rincian pajak yang dipotong dari gaji karyawan plus pajak yang dibayar pemberi kerja.

Catat entri jurnal pembayaran gaji karyawan

Tahap ini sudah masuk pencatatan jurnal pembayaran gaji yang menampilkan jumlah debit dan kredit. Beban gaji umumnya dicatat di kolom debit, sedangkan aset dan kewajiban di kolom kredit. Gaji kotor nantinya di posting di laporan laba rugi, sementara aset dan kewajiban masuk di laporan neraca.

Sesuai sistem akuntansi penggajian, setelah tahap keempat ini, Anda tinggal memasukkan entri jurnal pembayaran gaji ke buku besar. Selanjutnya, jika semua angka sudah benar dan akun debit sama kredit telah seimbang, lakukan rekonsiliasi akun penggajian ke buku besar.

Rekonsiliasi berguna untuk memastikan akurasi transaksi yang tercatat dalam sistem akuntansi penggajian. Kebanyakan pemilik usaha menjalankan rekonsiliasi per bulan atau pada akhir tahun sebelum tutup buku.