Analisa Pemeriksaan Kewajiban Jangka Panjang

Avatar of news.Limadetik
Analisa Pemeriksaan Kewajiban Jangka Panjang
Ilustrasi

OLEH : Tristanaldo Kusuma Mahardika
NIM : 202010170311315
Universitas Muhammadiyah Malang

____________________________

ARTIKEL – Utang jangka panjang adalah kewajiban sekarang yang timbul dari kegiatan atau transasksi yang lalu, yang jatuh temponya lebih dari setahun ditinjau dari tanggal neraca. Contohnya utang jangka panjang dari bank (berupa kredit investasi), utang obligasi, utang kepada induk perusahaan, utang sewa jangka panjang, utang pension, dan utang wesel jangka panjang.

Menurut PSAK (IAI, 2009 : 1.8)
Kewajiban berbunga jangka panjang tetap diklasifikasikan sebagai kewajiban jangka panjang walaupun kewajiban tersebut akan jatuh tempo dalam jangka waktu dua belas bulan sejak tanggal laporan posisi keuangan, apabila :

– Kesepakatan awal perjanjian pinjaman untuk jangka waktu lebih dari dua belas bulan
– Perusahaan bermaksud membiayai kembali kewajibannya dengan pendanaan jangka panjang,;
– Maksud tersebut pada huruf (b) didukung dengan perjanjian pembiayaan kembali atau penjadwalan kembali pembayaran yang resmi disepakati sebelum laporan keuangan disetujui.

Contoh Liabilitas Jangka Panjang :
1. Kredit Investasi (Long Term Loan)
Kredit Investasi yaitu pinjaman dari bank atau lembaga keuangan bukan bank, yang digunakan untuk pembelian aset tetap, kecuali tanah.

2. Utang Obligasi  (Bond Payable)
Utang Obligasi yaitu pinjaman jangka panjang yang diperoleh suatu perusahaan dengan menjual obligasi, di dalam negeri maupun di luar negeri.

3. Wesel Bayar (Promissory Notes/Pronotes) yang jatuh temponya lebih dari satu tahun.
Yakni suatu pernyataan tertulis dari debitur bahwa ia berjanji untuk membayar sejumlah tertentu, pada tanggal tertentu, dengan memperhitungkan tingkat bunga tertentu.

4. Utang kepada pemegang saham atau perusahaan induk (Holding Company) atau Perusahaan Afiliasi (Affiliated Company)
Biasanya diberikan untuk membantu perusahaan anak atau perusahaan afiliasi yang baru mulai beroperasi dan membutuhkan pinjaman (pinjaman tersebut bisa dikenakan bunga, bisa juga tidak).

5. Utang Subordinasi (Subordinatde Loan)
Yakni utang dari pemegang saham atau perusahaan induk, yang mempunyai beberapa sifat: tanpa bunga,baru dibayar kembali pada saat perusahaan telah mempunyai kemampuan untuk membayar kembali utangnya,dan mempunyai kemungkinan untuk dialihkan sebagai setoran moda

6. Bridging Loan
Yaitu pinjaman sementara yang akan dikembalikan jika kredit investasi yang dibutuhkan perusahaan sudah diperoleh. Tingkat bunga biasanya lebih tinggi dari tingkat bunga pasar dan bisa berupa short term loan atau long term loan.

7. Utang Leasing (Utang dalam Rangka Sewa Guna)
Adalah utang yang diperoleh dari perusahaan leasing untuk pembelian aset tetap (dalam bentuk capital lease atau sales and lease back) dan biasanya dicicil dalam jangka panjang.