banner podcast

Analisis Strategi Bersaing Pada UKM Lucky Laundry

  • Bagikan
Analisis Strategi Bersaing Pada UKM Lucky Laundry
FOTO: Ilustrasi Laundry (Digination.Id)
Banner Iklan

(Studi Kasus pada Lucky Laundry Kota Malang)

Oleh: Winda Rara (201810170311076), Dinda Galuh (201810170311094)
Universitas Muhammadiyah Malang
Email : windarara99@gmail.com, galuhdinda66@gmail.com

ABSTRAKS

Bisnis laundry merupakan salah satu jenis UMKM dalam industri rumahan bidang jasa yang sedang berkembang pesat saat ini, dengan permintaan bisnis laundry semakin meningkat terutama bagi para pegawai (karyawan) hingga mahasiswa yang memiliki kesibukan yang padat setiap harinya. Sehingga jasa laundry menjadi salah satu alternatif untuk menghemat waktu dalam melakukan pekerjaan rumah. Untuk dapat mempertahankan eksistensi dalam mencapai tujuan suatu usaha, maka penetapan strategi sangat perlu dilakukan.

Tujuan dari penelitian ini, untuk membahas permasalahan dalam menentukan faktor yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman berdasarkan analisis internal, eksternal, dan kualitas pelayanan. Selanjutnya akan dilakukan penentuan strategi bersaing yang relevan bagi perusahaan jasa khususnya Lucky Laundry berdasarkan analisis SWOT. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan observasi.

Berdasarkan hasil penelitian, peneliti memberikan saran strategi bersaing yang dapat diterapkan dalam jasa Lucky Laundry dalam menghadapi persaingan sesuai dengan keadaan saat ini, dengan intensive strategis khusunya strategi penetrasi pasar (market penetration) yang dapat diterapkan melalui Matriks SWOT.

Kata kunci: Strategi Bersaing, Analisis Internal, Analisis Ekternal, Kualitas Pelayanan.

A. PENDAHULUAN
1. Latar Belakang Masalah

Intensitas dalam persaingan akan mengharuskan suatu perusahaan untuk merancang strategi bersaing dalam dunia bisnis. Adapun strategi yang dilakukan dalam bisnis, yaitu perusahaan dapat bersaing secara lebih efektif untuk mengungguli seluruh cangkupan pasarnya. Keberhasilan yang diraih oleh suatu usaha ditentukan oleh kemampuan pimpinan dalam menetapkan strategi yang tepat untuk menjalankan usahanya dengan memanfaatkan lingkungan seperti memilih sumber daya internal yang tepat dan berkompeten dalam bidangnya. Para pelaku usaha harus mempunyai tujuan dan sasaran yang jelas rumusannya, sehingga dapat digunakan sebagai arah patokan untuk menentukan pilihan yang telah dipertimbangkan. Strategi menjadi hal utama yang perlu dirancang sedemikian rupa dalam menghadapi persaingan saat ini.

Bisnis laundry merupakan salah satu jenis UMKM dalam industri rumahan bidang jasa yang sedang berkembang pesat saat ini. Permintaan terhadap bisnis laundry ini semakin meningkat terutama bagi para pegawai (karyawan) hingga mahasiswa yang memiliki kesibukan padat setiap harinya. Sehingga jasa laundry menjadi salah satu alternatif untuk menghemat waktu dalam melakukan pekerjaan rumah. Disamping itu, jasa laundry merupakan suatu bisnis yang tergolong mudah dengan dilakukan di rumah sendiri sehingga tidak memerlukan tempat khusus ataupun mengeluarkan biaya yang besar untuk menyewa tempat untuk mendirikan
bisnis ini.

Dalam menciptakan strategi bersaingnya, maka Lucky Laundry perlu mengetahui kondisi lingkungan internal, eksternalnya, dan kualitas pelayanan yang akan diterapkan. Utamanya dalam menghadapi para pesaing lainnya, Lucky Laundry harus memiliki keunggulannya untuk menghadapi para pesaing sehingga memiliki daya saing yang tinggi guna menjadi tolak ukur sebuah usaha.

2. Rumusan Masalah
a. Strategi bersaing apakah yang tepat untuk Lucky Laundry dan mengetahui kualitas pelayanan dalam menghadapi persaingan?

3. Tujuan Penelitian

a. Untuk mengetahui secara internal dan eksternal dengan matriks SWOT untuk menetapkan strategi bersaing yang tepat dan dapat diterapkan usaha Lucky Laundry dalam menghadapi persaingan juga mengetahui kualitas pelayanannya.

B. KAJIAN TEORI

1. Persaingan

Persaingan adalah keadaan ketika organisasi berlomba untuk mencapai hasil atau tujuan yang diinginkan agar mendapat keuntungan seperti konsumen, pangsa pasar (Kuncoro, 2005). Menurut (Boyd & dkk, 2000) setiap analisis lingkungan persaingan harus mempertimbangkan dua daerah penyelidikan utama. Yakni yang pertama adalah struktur industri dan bagaimana langkah untuk berbagai kekuatan persaingan mempengaruhi kemampuan perusahaan dalam perolehan laba jangka panjang industri. Sedangkan yang kedua adalah mengetahui posisi, strategi dan kekuatan serta kelemahan kompetitif dari pesaing terdekat perusahaan, yang membantu manajemen untuk secara lebih baik mengantisipasi apa yang akan dilakukan para pesaing di masa depan.

2. Strategi Bersaing

Menurut (Porter, 2007) strategi bersaing merupakan upaya untuk mencari posisi bersaing yang menguntungkan dalam suatu industri dan area fundamental dimana persaingan itu berlangsung. Adapun tujuan dari trategi bersaing yaitu untuk mempertahankan pelanggan, mendapatkan pangsa pasar, serta meningkatkan penjualan. Strategi bersaing sebagai dasar dalam upaya organisasi maupun perusahaan guna mendapatkan pangsa pasar yang unggul dari para pesaing yang sejenis maupun pesaing lainnya dalam dunia bisnis.

Bagaimana cara organisasi agar mendapatkan keunggulan yang kompetitif dan berkelanjutan merupakan inti dari strategi bersaing. Pemilihan strategi bersaing didasarkan pada keunggulan kompetitif yang dapat dikembangkan oleh organisasi.

C. METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan jenis data analisis deskriptif kualitatif yang merupakan suatu analisis atau meringkas berbagai kondisi atau keadaan dari berbagai data yang telah dikumpulkan dari hasil wawancara maupaun pengamatan yang terjadi dilapangan. Penentuan populasi menggunakan metode purposive yaitu pengambilan sampel berdasarkan sumber data dengan berbagai pertimbangan tertentu, dimana yang menjadi sampelnya yaitu pemilik usaha, karyawan dan konsumen. Teknik yang akan digunakan peneliti yaitu, wawancara adalah pengumpulan suatu data dengan cara mengadakan tanya jawab langsung kepada narasumber dengan format pertanyaan terbuka, dan Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang dilakukan secara sistematik dan terarah terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala-gejala dalam objek penelitian yang dilakukan secara langsung dalam waktu tertentu.

D. HASIL DAN PEMBAHASAN

1. Hasil

a. Faktor Internal
Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berada di dalam usaha Lucky Laundry yang mencakup kekuatan dan kelemahan, sebagai berikut:

1. Manajemen

Manajemen diperlukan untuk pengaturan suatu organisasi secara keseluruhan dalam mencapai tujuan organisasi melalui kelima fungsi manajemen yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemotivasian karyawan, penempatan staff dan pengontrolan. Peneliti melakukan pengamatan fungsi manajemen yang diterapkan di Lucky Laundry dalam segi perencanaan, dimana hal ini Ibu Niken selaku pemilik Lucky Laundry Malang belum merencanakannya dengan baik. Pemilik hanya menjalankan usaha laundry tanpa memiliki tujuan untuk beberapa tahun mendatang, namun terus mengoptimalkan pelayanan seperti ketepatan waktu pengembalian, kebersihan pakaian dan keharuman, kelengkapan jumlah pakaian kepada pelanggan. Selain perencanaan belum baik, penempatan staff dalam job description juga tidak tetap, Ibu Niken tetap menjaga dan mengutamakan komunikasi dengan karyawan sebagai motivasi dan memprioritaskan kepuasan serta kualitas pelayanan.

2. Pemasaran

Dalam pelayanannya Lucky laundry memberikan 4 pilihan diantaranya paket reguler dengan harga Rp 3.500/kg dengan estimasi 3 hari, paket delivery dengan harga Rp 3.500/kg gratis antar jemput dengan jumlah min. 4kg, max. dengan jarak dari outlet 5km dengan estimasi 3 hari, paket kilat dengan harga Rp 6.500/kg dengan estimasi 1 hari, dan paket express dengan harga Rp 9.000/kg dengan estimasi 8 jam. Dengan paket yang disediakan oleh Lucky Laundry, paket regular yang paling diminati karena harga yang ekonomis walaupun kualitas yang diberikan tetap sama, perbedaannya ialah waktu siap ambil.

b. Faktor eksternal
Faktor eksternal merupakan faktor-faktor yang berada di lingkungan luar Lucky Laundry yang mencakup peluang dan ancaman.

1. Kekuatan Ekonomi

Faktor ekonomi sangat berdampak langsung terhadap daya tarik potensial dari beragam strategi. Menurut hasil wawancara dengan Ibu Niken, faktor ekonomi seperti harga BBM, Listrik, PDAM, Bahan baku yang tidak stabil, tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap Lucky Laundry. Kenaikan atau penurunan harga BOP yang dilakukan pemerintah bukan menjadi ancaman bagi keberlangsungan usaha Lucky Laundry. Harga ditetapkan dengan pertimbangan, salah satunya jika memang harga bahan baku yang sedang tidak stabil, Ibu Niken memiliki alternatif lain dengan produk pengganti. Sebagai contoh, deterjen yang diberikan Lucky Lundry pusat kurang, Ibu Niken diperkenankan untuk mencari produk pengganti lain.

2. Kekuatan Sosial, Budaya, Demografis dan Lingkungan

Perubahan keadaan sosial, budaya, demografis, dan lingkungan akan menimbulkan dampak yang besar atas hampir semua produk, jasa, pasar dan konsumen. Sebagai salah satu contoh budaya yang bersangkutan dengan usaha laundry adalah “budaya cuci sendiri”. Menurut hasil penelitian bahwa budaya cuci sendiri di sekitar wilayah usaha Lucky Laundry tidak begitu berpengaruh, karena konsumen yang datang tidak hanya mahasiswa, tetapi juga karyawan dan bahkan ibu rumah tangga. Banyak pihak yang membutuhkan laundry dan dinilai menghemat waktu. Tingginya permintaan jasa laundry diberbagai kalangan, hal ini diungkapkan oleh Ibu Niken selaku pemilik laundry.

2. Pembahasan

1. Manajemen
Manajemen merupakan suatu pengorganisasi
an yang didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan, sumber, dan lingkungannya. Menurut (Fayol, 2010) pengorganisasian adalah salah satu cara untuk mengumpulkan dan menempatkan orang-orang menurut kemampuan dan keahliannya dalam pekerjaan yang sudah direncanakan. Untuk mewujudkan apa yang menjadi suatu planning pemilik usaha perlu melakukan pengorganisasian salah satunya dengan pengelolaan sumber daya manusia. Pengorganisasian khususnya pengelolaan sumber daya manusia dalam Lucky Laundry pemilik dibantu 2 karyawan tetap dalam kesehariannya.

Penempatan staff merupakan fungsi yang tidak kalah pentingnya, dalam Lucky Laundry, pemilik tidak menetapkan secara khusus pembagian job description bagi setiap karyawannya, meskipun berstatus sebagai karyawan tetap. Karena pemilik berprinsip, bahwa karyawan harus bisa saling mengisi dan membantu dalam melakukan kegiatan usaha.

Pemberian motivasi untuk karyawan juga perlu dilakukan. Menurut (Wibowo,2010) motivasi merupakan suatu dorongan terhadap serangkaian proses perilaku manusia sebagai karyawan pada pencapaian tujuan. Pemberian motivasi yang dilakukan pemilik Laucky Laundry dengan cara menjaga komunikasi, saling terbuka, memberikan semangat dari diri sendiri, dan memberikan reward diwaktu tertentu. Lucky Laundry sangat mengutamakan pemberian motivasi, karena pemberian motivasi akan bedampak pada peningkatan kinerja karyawan untuk meningkatkan kualitas pelayanan yang terbaik bagi pelanggan.

2. Pemasaran
Tidak hanya manajemen, penilaian internal adalah pemasaran, karena pemasaran sebagai tumpuan utama dari unit usaha, sebab berkaitan langsung dengan konsumen. Yang menjadi keterkaitan dari identifikasi kebutuhan konsumen seperti jenis dan jumlah, maupun pelayanan dan pengantaran produk sampai kepada tangan konsumen. Pemasaran dapat diartikan sebagai proses penyampaian,
penciptaan, penjualan serta pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumen akan produk dan jasa.

Jenis produk yang diterima dalam suatu usaha jasa laundry ini seperti macam- macam kain baik berupa pakaian, selimut, dan lainnya. Sama halnya dengan Lucky Laundry, produk jasa dalam Lucky Laundry adalah pelaundryan berbagai macam pakaian, jas, horden, boneka, selimut dan lainnya dalam bentuk kilogram.

Lucky Laundry juga melakukan upaya promosi, yaitu sales promotion dan word of mouth. Lucky Laundry menggunakan jenis sales promotion untuk memulai memperkenalakan keberadaannya, berupa menyebarkan dan menempelkan brosur maupun pamflet didaerah sekitar outlet. Namun promosi yang paling efektif dilakukan saat ini, menurut pemilik yaitu dengan menyebarluaskan informasi tentang kualitas jasanya melalui wort of mouth (testimoni yang akurat). Melalui para pelanggannya, Lucky lebih dikenal atas kualitas jasa.

E. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai “Analisis Strategi Bersaing Pada Lucky Laundry Malang” yang meliputi analisis faktor internal, analisis faktor eksternal yang diterapkan UKM Laundry maka dapat disimpulkan :

1. Analisis Internal
a. Perencanan yang dimiliki Lucky Laundry masih belum tersusun dengan baik, dalam pengorganisasiannya pemilik hanya dibantu oleh 2 karyawan untuk melakukan produksi setiaphari, pemilik tidak menetapkan secara khusus pembagian job description bagi setiap karyawannya, meskipun berstatus sebagai karyawan tetap, namun dalam memberikan motivasi kepada karyawan pemilik memiliki cara untuk meningkatkan kinerja karyawan diantaranya menjaga komunikasi, saling terbuka, menyalurkan semangat dari dirisendiri dan memberikan reward. Dalam seleruh pengontrolan usaha, pemilik Lucky Laundry melakukannya sendiri setiap hari. Analisis internal sisi manajemen belum dilakukan dengan baik oleh Lucky Laundry.

2. Analisis Eksternal
a. Analisis eksternal dalam sisi kekuatan ekonomi seperti harga BBM, Listrik, PDAM, Bahan baku yang tidak stabil, tidak memiliki pengaruh yang kuat terhadap Lucky Laundry. Jika memang terjadi harga bahan baku yang tidak stabil, pemilik memiliki alternatif lain dengan melakukan produk pengganti.

b. Analisis eksternal dalam sisi kekuatan sosial, budaya, demografis, dan lingkungan khususnya budaya “cuci sendiri” di sekitar wilayah usaha Lucky tidak begitu kuat karena konsumen yang datang tidak hanya mahasiswa, tetapi juga karyawan, bahkan ibu rumah tangga.
_________________

DAFTAR PUSTAKA
Assauri, S. (2013). Manajemen Pemasaran. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Boyd, H. W., & dkk. (2000). Manajemen Pemasaran Suatu Pendekatan Strategis dengan Orientasi Global. Jakarta: Erlangga.
Cooper , D. R., & Emory, C. W. (1996). Metode Penelitian Bisnis. Edisi 5 Jilid 1. Jakarta: Erlangga. Coulter, M. & Robin, S. P. (2010). Manajemen. Jakarta: Erlangga.
David, F. R. (2011). Strategic Management Manajemen Strategi Konsep. Edisi 12. Jakarta: Salemba Empat.
Dirgantoro, C. (2001). Manajemen Stratejik: Konsep, Kasus, dan Implementasi. Jakarta: PT Gramedia Widiarsana Indonesia.
Sofyan Indris, I. P. (2015 ). Internal And External Environment Analysis On The Performance Of Small And Medium Industries (Smes) In Indonesia. International Journal Of Scientific & Technology Research, Volume 4, Issue 04, page:18-196.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.