banner podcast

Angka Kasus TBC di Sumenep Menempati Rengking Pertama se-Jatim, Wabup Ajak Masyarakat Lebih Proaktif

  • Bagikan
Angka Kasus TBC di Sumenep Menempati Rengking Pertama se-Jatim, Wabup Ajak Masyarakat Lebih Proaktif
FOTO: Wabup Sumenep Hj.Dewi Khalifah
Banner Iklan

SUMENEP, LimaDetik.Com – Wakil Bupati Sumenep Dewi Khalifah mengajak masyarakat dan semua elemen organisasi proaktif memerangi penyakit TBC.

Karena menurutnya berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Madura, Jatim menunjukkan bahwa penemuan kasus TBC dalam kurun waktu tiga tahun terakhir cenderung naik secara fluktuatif.

Jumlah kasus TBC pada tahun 2018 ditemukan 1.709 kasus, tahun 2019 sebanyak 1.882 kasus, dan pada tahun 2020 adalah 1.667 kasus, tetapi penemuan kasus ini masih belum mencapai target, karena diperkirakan jumlah penderita TBC sebanyak 2.202 orang.

“Angka kasus TBC di Kabupaten Sumenep untuk di Jawa Timur menempati ranking pertama jumlah penderita terbanyak,” tutur Wakil Bupati Dewi Khalifah pada saat acara Lokakarya Penanggulangan TBC di masa pandemi COVID-19, di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Sumenep, Senin (31/05/2021).

Menurut ketua muslimat sumenep itu, dalam mencapai percepatan eliminasi TBC tahun 2024 di Kabupaten Sumenep perlu dukungan semua elemen masyarakat, keterlibatan organisasi masyarakat utamanya organisasi perempuan semisal PKK, Muslimat, Fatayat, Aisiyah dan BAZNAS untuk berperan aktif memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang menderita TBC agar berobat sampai tuntas tidak berhenti di tengah jalan.

“Keterlibatan peran organisasi masyarakat atau perempuan yang mempunyai jaringan hingga akar rumput sangat mendukung untuk menyukseskan program pencegahan dan pengendalian TBC (Tuberkulosis),” paparnya.

Sehingga melalui organisasi itu, dilakukan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit TBC dan cara-cara untuk mencegah penularan penyakitnya di tengah masyarakat, sehingga gerakan partisipasi lintas sektor mendorong percepatan eliminasi TBC tahun 2024 di Kabupaten Sumenep.

“Masyarakat yang terinfeksi TBC penting untuk mendapatkan pemahaman supaya melakukan pengobatan penyakitnya hingga tuntas, dalam rangka memutus mata rantai penularannya,” ujarnya.

Sementara di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumenep, Agus Mulyono mengungkapkan, saat ini, TBC masih menjadi masalah kesehatan di tengah masyarakat, karena kasusnya sangat tinggi di daerah.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pengobatan secara tuntas kepada masyarakat penderita TBC termasuk pencegahan penularan dalam keluarganya secara maksimal, sehingga Kabupaten Sumenep yang bekerja sama dengan Stop TB Partnership Indonesia (STPI), bisa mencapai eliminasi TBC tahun 2024,” pungkasnya.

(Bahri/yd)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.