Apakah akuntan publik bisa dipercaya ?

Apakah akuntan publik bisa dipercaya ?
FOTO: Ilustrasi Akuntan

Oleh: Hernano Wahyu
Universitas Muhammadiyah Malang

Banyak orang menganggap bahwa adanya auditor BPK (Badan Pengawasan Keuangan) bisa menghentikan tindak korupsi di negara ini. Namun, apa yang terjadi tidaklah seperti apa yang banyak orang pikir. Terjadi pada tahun 2017, Bapak Ali Sadli sebagai Kepala Sub Auditorat III BPK telah menerima suap sebesar Rp 240 juta dari pejabat Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi. Lebih parahnya beliau menerima gratfikasi senilai 8,7 Miliar rupiah. Akhirnya beliau dipenjara selama 6 tahun karena perbuatannya.

Di 2019 juga ada kasus yang didalam BPK, sekarang giliran Rizal djalil (anggota IV BPK) yang terkena kasus korupsi karena menerima suap sebesar $100.000 dari komisaris utama PT. Minarta Dutahutama, Leonardo jusminarta prasetyo. Rizal diketahui mengupayakan PT. Minarta Dutahutama menjadi pelaksana proyek pembangunan Jaringan Distribusi Utama Sistem Penyediaan Air Minum Ibu Kota Kecamatan Hongaria Paket 2 pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).Di vonis 4 tahun dengan denda 250 juta untuk subsider 3 bulan kurungan.

Dari 2 kasus tadi, sangat disayangkan seorang anggota BPK melakukan sebuah korupsi, selain merugikan negara, tindakan mereka juga membuat BPK dinilai kurang profesional oleh masyarakat.

Padahal kita tahu, tugas BPK ialah memiliki kewenangan untuk menghitung, menilai, dan/atau menetapkan kerugian negara dalam penggunaan anggaran oleh suatu entitas. BPK diharapkan memiliki peran penting dalam menghilangkan korupsi yang terjadi di negara ini. Apa Penyebabnya? apa pemerintah kurang pengawasan terhadap BPK ? sehingga ada anggota BPK yang berani untuk melakukan korupsi. Sungguh hal yang disayangkan.