banner podcast

Asuransi Syariah? Kenali Lebih Dekat Yuk!

  • Bagikan
Asuransi Syariah? Kenali Lebih Dekat Yuk!
FOTO: Ilustrasi
Banner Iklan

Assalamualaikum wr.wb,
Haii semuanyaa…

Sebelumnya izinkan saya sebagai penulis memperkenalkan diri. Perkenalkan saya Novia Fransiska Wati, menempuh program studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis di salah satu perguruan tinggi swasta yaitu di Universitas Muhammadiyah Malang. Dan tidak lupa pula pembuatan artikel ini dibimbing oleh Dr. Dra. Masiyah Kholmi, Ak. MM. CA selaku dosen mata kuliah Akuntansi Syariah. Baik langsung saja kembali ke topik, pada kesempatan kali ini saya ingin mengajak teman-teman semua untuk mengenal lebih dekat mengenai “Apakah itu Asuransi Syariah?”. Sama seperti produk keuangan konvensional, produk keuangan syariah juga sangat beragam. Teman-teman semua tentunya pernah mendengar tentang tabungan syariah, deposito syariah, pembiayaan syariah, asuransi syariah, saham dan reksa dana syariah. Dari ragam produk keuangan syariah tersebut, kali ini saya akan membahas mengenai asuransi syariah. Untuk teman-teman yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang asuransi syariah, yuk simak artikel berikut….

Asuransi syariah merupakan suatu usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara para pemegang polis (peserta), yang dilakukan melalui pengumpulan dan pengelolaan dana tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad (perikatan) yang sesuai dengan prinsip syariah.

Asuransi syariah menganut prinsip sharing of risk, dimana risiko individu/pihak ditanggung oleh seluruh orang/pihak yang menjadi pemegang polis, sedangkan asuransi konvensional menggunakan sistem transfer of risk dimana risiko dari pemegang polis dialihkan kepada perusahaan asuransi. Fungsi syariah dari perusahaan asuransi dapat dikatakan untuk mengelola operasional dan investasi dari serangkaian dana yang diterima dari pemegang polis, bukan perusahaan asuransi konvensional sebagai penanggung risiko.

Akad yang digunakan dalam asuransi syariah didasarkan pada asas gotong royong antara pemegang polis dengan perwakilan pemegang polis/kerjasama dengan perusahaan asuransi syariah, sedangkan akad dalam asuransi konvensional didasarkan pada asas tukar-menukar (jual-beli).

Pada dasarnya, asuransi konvensional dan asuransi syariah memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, sehingga pilihan produk asuransi dikembalikan kepada konsumen sesuai dengan kebutuhan dan keahliannya. Namun kali ini mari kita ketahui lebih dalam tentang kelebihan asuransi syariah:

1. Pengelolaan dana dilakukan sesuai dengan prinsip-prinsip hukum Syariah.
Inilah salah satu perbedaan utama antara asuransi konvensional dan asuransi syariah karena pengelolaan perusahaan asuransi syariah harus sesuai dengan prinsip syariah. Misalnya, dana ini tidak dapat diinvestasikan pada saham emiten yang menjalankan bisnis / Layanan yang dilarang oleh hukum Syariah, termasuk perjudian atau produksi dan distribusi barang dan jasa ilegal berdasarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

2. Transparansi pengelolaan dana pemegang polis.
Pengelolaan Dana Asuransi Syariah dikelola secara transparan dalam hal penggunaan kontribusi dan surplus asuransi serta distribusi pendapatan investasi. Pengelolaan dana tersebut bertujuan untuk mengoptimalkan kepentingan kolektif dan individu pemegang polis.

3. Distribusi keuntungan dari hasil investasi.
Sesuai dengan akad yang digunakan, pendapatan investasi dapat dibagi antara pemegang polis (peserta), baik secara kolektif maupun individual, serta perusahaan asuransi syariah. Ini sama dengan pendapatan investasi perusahaan asuransi konvensional yang menjadi milik perusahaan asuransi, kecuali untuk produk asuransi investasi.

4. Kepemilikan dana
Dalam asuransi konvensional,
semua premi yang diterima adalah milik perusahaan asuransi, kecuali premi produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi, yang mencakup sebagian dari premi yang dialokasikan untuk pembentukan investasi/tabungan pemegang polis. Sedangkan di asuransi syariah, premi adalah bagian darinya, sebagai pengelola dana milik asuransi syariah, sebagian milik pemegang polis atau individu.

5. Sistem"dana hagus" tidak berlaku.
Sekalipun tidak ada klaim yang diajukan selama masa perlindungan, kontribusi (premi) yang disetorkan sebagai tabarru dalam asuransi syariah tidak akan hilang.

6. Surplus underwriting dialokasikan dan didistribusikan.
Dalam asuransi syariah dikenal istilah surplus underwriting yaitu selisih melebihi total kontribusi pemegang polis ke Dana Tabarru setelah ditambah dengan klaim reasuransi dikurangi selisih pesangon/kerugian, premi reasuransi dan penyisihan teknis dalam satu periode tertentu, namun kelebihannya akan dialokasikan ke dana oleh pemegang polis Tabarru yang berhak dan asuransi perusahaan sesuai dengan persentase yang ditentukan dalam polis.

Untuk produk asuransi syariah, saat ini banyak sekali jenis yang tersedia seperti halnya pada asuransi konvensional. Secara umum, produk asuransi ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori berikut:

1. Produk asuransi syariah memberikan manfaat seperti santunan jika terjadi kematian, sakit, kecelakaan, kerusakan harta benda dan/atau kerusakan harta benda.
2. Produk asuransi yang memberikan manfaat asuransi berupa santunan meninggal dunia, dan manfaat berupa hasil investasi. produk ini, sebagian dari kontribusi atau premi yang dibayarkan oleh peserta akan masuk ke Dana Tabarru dan sebagian akan digunakan sebagai investasipeserta.

Nah teman-teman semua, demikian penjelasan mengenai asuransi syariah. Setelah mengetahui lebih detail mengenai asuransi syariah tersebut. Saya harap artikel ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semua. Dan apabila ada salah kata ataupun penulisan saya mohon maaf dengan sangat.

Wassalamualaikum wr. wb.
_____________________________________

PENULIS: Novia Fransiska Wati Mahasiswa Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.