banner podcast

Audit Kinerja yang Efektif untuk Meningkatkan Akuntabilitas Sektor Publik

  • Bagikan
Audit Kinerja yang Efektif untuk Meningkatkan Akuntabilitas Sektor Publik
FOTO: Ilustrasi Audit
Banner Iklan

Penulis : Muhamad Rizky Akbary
Universitas Muhammadiyah Malang

Assalamualaikum teman teman, perkenalkan nama saya Muhamad Rizky Akbary, Mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB UMM angkatan 2018 yang kini menempuh Mata Kuliah Audit Sektor Publik di Semester 6. Dan untuk doesn pengampu pada mata kuliah Audit Sektor Publik yaitu: Aviani Widyastuti, SE., Ak., CA., M.SA

Era otonomi daerah seperti sekarang ini,Hampir semua daerah diberikan hak untuk mengatur dan mengurus sendiri keluarganya. Tujuannya agar dapat mendekatkan pelayanan masyarakat, kemudian memudahkan masyarakat dalam memantau dan mengontrol penggunaan dana APBD. Selain itu otonomi dan desentralisasi memberikan keleluasaan bagi pemerintah daerah untuk
mengelola keuangan daerah.

Disinilah peran penting audit kinerja untuk mendukung otonomi daerah dan desentralisasi karena pemerintah harus memberikan pertanggungjawaban public kepada masyarakat local audit kinerja berfungsi untuk meningkatkan tingkat akuntabilitas public dan untuk menetapkan keputusan yang dibuat oleh mereka yang bertanggung jawabn untuk memantau atau memulai tindakan koreksi.

Pada dasarnya ada tiga jenis audit dengan tugas yang berbeda beda, yaitu audit laporan keuangan, audit kinerja, dan audit tujuan khusus. Untuk dpaat mengevaluasi kinerja pemerintah dan sebagai bentuk akuntabilitas public diperlukannya audit kinerja. Value for money (VFM) berfungsi seagai pendukung otonomi daerah.

Akuntabilitas Publik

Fenomena yang muncul dalam perkembangan sector public di Indonesia ini adalah semakin meningkatnya tuntutan akuntabilitas public oleh institusi politik dan daerah menuntut agar dilaksanakannya akuntabilitas public mengharuskan pemerintah daerah untuk tidak sekedar melakukan vertical reporting, yaitu pelaporan kinerja pemerintah daerah kepada DPRD dan masyarakat sebagai bentuk horizontal akuntability Akuntabilitas adalah memberikan informasi dan pengungkapan atas segala aktivitas dan kinerja keuangan pemerintah daerah. Akuntabilitas mencakup pemberian informasi keuangan kepada masyarakat dan pengguna keuangan lainnya sehingga dapat menilai pertanggung jawaban pemerintah atas semua kegiatan yang dilakukan, bukan hanya kegiatan keuangan saja.

Audit Kinerja

INTOSAI mendefinisikan audit kinerja untuk ekonomi, efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya entitas untuk melakukan tugasnya. Audit Kinerja berfokus pada inspeksi dalam bentuk perilaku dan peristiwa ekonomi yang menggambarkan kinerja entitas atau fungsi yang diaudit. Audit kinerja berbeda dari audit keuangan atau kepatuhan dalam banyak hal, yaitu audit keuangan lebih standar dalam hal informasi tahun dan verifikasi. Audit kinerja lebih di targetkan pada item yang disesuaikan secara individual dan lebih sedikit di standarisasi.

Audit kinerja juga berbeda dari pengukuran kinerja biasanya, karena aktivitas ini dilakukan sebagai bagian dari proses manajemen sementara audit kinerja merupakan eksternal dan independent dari manajemen.

Peran Audit Kinerja Dalam Peningkatan Akuntabilitas Sektor Publik
Di era anggaran pemerintah negara bagian dan local yang semakin kuat, para pemimpin sector public menggunakan audit kinerja untuk meningkatkan manajemen mereka dan mencapai tujuan akuntabilitas yang lebih besar. Oleh karena itu audit kinerja dapat meningkatkan akuntabilitas sector public, karena audit kinerja memberikan informasi untuk meningkatkan operasi proyek dan memudahkan kelompok untuk membuat keputusan yang akan bertanggung jawab dalam membuat standarisasi atau koreksi awal.

Namun meskipun audit kinerja dapat meningkatkan akuntabilitas public, masih terdapat beberapa masalah dalam melakukan audit kinerja, yaitu:
1. Indikator kinerja tidak tersedia
2. Sistem akuntansi dan penganggaran keuangan daerah yang tidak di dukung
3. Data dasar tidak tersedia
4. Masalah yang terkait dengan metode pengukuran
5. Implementasi actual dari audit VFM
6. Otoritas local dan organisasi kesehatan
7. Kualitas bukti yang tersedia
8. Isu Penilaian
9. Masalah kualitas audit

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.