Awi Soccer Festival U12 Tahun 2023,Untuk Pembinaan Sepak Bola Usia Dini Kabupaten Ngawi

Avatar of news.Limadetik
IMG 20230318 WA0013 1
FOTO : Salah satu peserta Awi Soccer Festival 2023

LIMADETIK.COM,NGAWI – Sebanyak 16 tim dari berbagai SSB (sekolah sepak bola) yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur pada hari sabtu-minggu 18-19 maret 2023 saling beradu skill untuk merebutkan juara pertama dalam kejuaraan sepak bola KU12 di gelaran Awi Soccer Festival 2023 yang di gelar di stadion ketonggo kabupaten Ngawi Jawa Timur.

Menurut Abib Syaiful Pramono selaku penanggung jawab Awi Soccer Festival,Gelaran tahun ini merupakan gelaran yang kedua.Event sepak bola yang di inisiasi oleh para pegiat sepak bola di Kabupaten Ngawi ini bertujuan untuk pembinaan usia dini khususnya untuk membangun sepak bola Ngawi agar lahir bibit-bibit baru pemain sepak bola yang berasal dari Kabupaten Ngawi.

Kegiatan yang di dukung oleh ASKAB PSSI dan KONI Kabupaten Ngawi ini juga diharapkan bisa mengembalikan euporia sepak bola di Kabupaten Ngawi sehingga pembinaan di usia dini bisa berjalan dengan continue.Ia menambahkan,panitia akan melakukan evaluasi tentang pelaksanaan gelaran tahun ini,sehingga event Awi Soccer Festival ini bisa menjadi event tahunan di Kabupaten Ngawi dan panitia akan lebih siap dalam pelaksanaannya.

Protes Keras Terhadap Kepemimpinan Wasit

Keberadaan wasit dalam pertandingan sepak bola bertujuan untuk menegakkan aturan jika terjadi pelanggaran.Sang pengadil akan memberikan hukuman berupa peringatan,kartu kuning bahkan hingga kartu merah jika pelanggaran yang dilakukan sangatlah fatal.Namun tidak di salah satu pertandingan yang memperebutkan tiket ke semi final dalam gelaran Awi Soccer Festival ini.

Salah satu official dari tim peserta melakukan protes keras terhadap kepemimpinan salah satu wasit yang memimpin laga saat itu.Protes keras yang dilakukan oleh official tersebut dilakukan seusai pertandingan perebutan tiket semi final.Dalam pertandingan tersebut,tepatnya dipertengahan babak kedua terjadi handball yang dilakukan dengan sengaja agar tidak terjadi goal.Pelanggaran tersebut merupakan pelanggaran yang harus mendapatkan ganjaran kartu merah,namun wasit hanya memberikan kartu kuning saja.Hal ini lah yang memicu protes keras tersebut.

Menurut law of the game,Wasit akan memberikan kartu merah kepada pemain jika ia melakukan pelanggaran seperti bersikap kasar atau melakukan tindak kekerasan dalam permainan,melakukan pelanggaran berat hingga menyebabkan pemain cidera parah,menyentuh bola dengan sengaja di dalam kotak pinalti sendiri dengan tujuan mencegah terjadinya goal (berlaku untuk pemain selain penjaga gawang),mencegah pemain lawan untuk mencetak goal ketika pemain tersebut bisa mencetak goal dengan tanpa adanya gangguan,dan juga menghina,merendahkan atau berkata kasar terhadap pemain atau pelatih lawan.

Salah satu orangtua yang tidak mau disebutkan namanya pun ikut menanggapi kejadian tersebut.Menurutnya,wasit harusnya memberikan kartu merah karena memang pemain tersebut layak mendapat kartu merah.Wasit juga harusnya menegakkan aturan menurut peraturan yang ada.Terlebih ini merupakan kompetisi kelompok umur usia dini yang harusnya wasit juga ikut serta dalam mengedukasi anak-anak yang bermain saat memimpin pertandingan dengan cara menegakkan aturan yang ada,sehingga pemain yang melakukan pelanggaran tersebut bisa belajar dan tidak mengulanginya di pertandingan-pertandingan selanjutnya.

Terlepas dari kontroversi salah satu wasit di dalam gelaran Awi Soccer Festival kali ini,Ia tetap mengapresiasi kepanitian yang sudah menggelar event ini dengan maksimal.”Ia juga berharap jika event ini bisa dijadikan gelaran tahunan agar bisa menjadi ajang pendidikan dan pembinaan sepakbola di usia dini di Kabupaten Ngawi,pungkasnya.