banner podcast

Bagaimana Implementasi PSAK 109 Pada Organisasi Pengelola Zakat di Indonesia, Sudahkah Sesuai

  • Bagikan
Bagaimana Implementasi PSAK 109 Pada Organisasi Pengelola Zakat di Indonesia, Sudahkah Sesuai
FOTO: Ilustrasi
Banner Iklan

OLEH: Andra Afifatuz Nasiba
Universitas Muhammadiyah Malang

Dalam islam kita familiar dengan zakat, infaq atau shodaqoh. Pengertian zakat adalah salah satu dari rukun islam keempat dimana setiap umat muslim (muzakki) diwajbkan untuk membayarkan atau mengeluarkan hartanya jika telah memenuhi nisab serta haul, pihak yang menerima zakat disebut sebagai mustahiq sedangkan pihak yang mengelola zakat disebut dengan amil. Pengertian infaq sendiri adalah pemberian atau sumbangan yang dikeluarkan untuk menjalankan kebaikan di jalan Allah, sedangkan pengertian shodaqoh sendiri merupakan pemberian yang diberikan secara sukarela baik dalam bentuk materi maupun non-materi.

Pengelolaan zakat di Indonesia diatur dalam UU No. 23 Tahun 2011, dalam UU No. 23 Tahun 2011 terdapat 2 Organisasi Pengelolaan Zakat atau OPZ yang diakui yakni Badan Amil Zakat (BAZ) dan Lembaga Amil Zakat (LAZ), sedangkan untuk SAK atau Standart Akuntansi untuk pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh diatur dalam PSAK No. 109, dimana dalam PSAK ini berlaku untuk amil atau OPZ yang mengelola zakat. Dalam PSAK 109 menerangkan mengenai karakteristik zakat infaq serta shodaqoh, pengakuan awal, pengukuran setelah pengakuan, penyaluran, pengakuan dan pengukuran dana non halal, penyajian serta pengungkapan zakat infaq dan shodaqoh. Komponen laporan keuangan yang harus dilengkapi oleh amil antara lain adalah neraca, laporan perubahan dana, laporan perubahan aset kelola, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan Mengapa Organisasi Pengelola Zakat (OPZ) perlu menyesuaikan dengan PSAK 109?.

Tujuan dari akuntansi adalah untuk menyediakan informasi yang valid dan relevan mengenai kegiatan suatu organisasi yang dituangkan dalam bentuk laporan keuangan, sehingga jelas bahwa PSAK 109 yang menerangkan mengenai akuntansi zakat infaq dan shodaqoh memiliki tujuan untuk menyediakan informasi mengenai gambaran pengelolaan zakat infaq dan shodaqoh dari mulai pengukuran hingga pengungkapan operasional OPZ, selain itu akuntansi zakat infaq dan shodaqoh merupakan bentuk pertanggungjawaban OPZ yang merupakan organisasi nirlaba atau organisasi yang mengedepankan pelayanan dan tidak berorientasi pada keuntungan.

Lalu bagaimanakah implementasi PSAK 109 pada OPZ yang ada di Indonesia. Menurut (Rokib, Wisandani, & Murhasanah, 2021) yang meneliti penerapan PSAK 109 pada BAZNAZ Kabupaten Tasikmalaya menyatakan bahwa BAZNAZ Kabupaten Tasikmalaya sudah menerapkan PSAK 109, namun masih ada yang belum sesuai seperti pengakuan dana non-halal, dan pemisahan antara zakat, infak, serta shodaqoh.

Kendala yang dihadapi ketika menerapkan PSAK 109 adalah data keuangan tahun sebelumnya kurang lengkap, kurang andal, dan kurang tepat, hal ini dikarenakan bagian keuangan yang kurang memahai PSAK 109. Sedangkan menurut (Susilowati & Khofifa, 2020) yang meneliti kesesuaian PSAK 109 pada BAZNAZ di Kabupaten Tulungagung menyatakan bahwa sudah menerapkan PSAK 109, namun masih belum bisa mengukur penurunan aset tetap serta masih memakai bank konvensional dalam pengelolaan zakatnya, kendala yang dialami adalah kurangnya SDM yang paham mengenai PSAK 109 dan kurangnya sosialisasi mengenai PSAK 109. Dalam penelitiannya yang meneliti penerapan PSAK 109 pada BAZNAS di Kota Palopo (safitri, 2021) menyatakan bahwa OPZ sudah menerapkan PSAK 109 secara keseluruhan, dari mulai pengakuan dana hingga penyajian secara terpisah akun dana zakat dan dana amil.

Melihat dari beberapa penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa OPZ atau Organisasi Pengelola Zakat mulai menerapkan PSAK 109, namun masih ada beberapa OPZ yang mengalami kendala atau kesulitan dalam menerapkan PSAK 109, kendala terbesar dalam menerapkan PSAK 109 adalah pada SDM atau pihak yang berada pada bagian keuangan yang rata-rata belum memahami dengan baik PSAK 109, dengan peningkatan kompetensi serta mendalami PSAK 109 melalui literatur-literatur akan membantu mempermudah penerapan PSAK 109 pada Organisasi Pengelola Zakat.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.