banner podcast

Banyak Nama Fiktif di DPS Pilkades Masalima, “FKM Ancam Boikot”

  • Bagikan
Banyak Nama Fiktif di DPS Pilkades Masalima, "FKM Ancam Boikot"
FOTO: Ilustrasi foto pilkades
Banner Iklan

SUMENEP, Limadetik.com – Forum Komunikasi Masyarakat Kepulauan Masalembu (FKM) menemukan banyaknya nama fiktif di Daftar Pemilih Sementara (DPS) pada Pilkades serentak di Desa Masalima, Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Hal tersebut dikatakan Jailani, salah koordinator FKM saat mendatangi Kantor Kecamatan Masalembu, ia mengatakan kedatangannya dalam rangka memastikan temuan yang mereka (FKM) temukan di lapangan terkait banyaknya nama-nama tidak sama atau fiktif.

“Kami sudah melakukan kroscek secara langsung ke bawah, dan ternyata memang benar banyak nama yang tidak sesuai dengan apa yang ada di Daftar Pemilih Sementara (DPS, red) pada Pilkades Masalima yang telah dikeluarkan pihak panitia” kata Jailani, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (7/6/2021).

Pihaknya menurut Jailani bahkan menemukan satu dusun yang yang jumlah pemilihnya mencapai 500 orang, namun tidak satupun yang sama antara nama di DPS dengan nama yang di e-KTP warga.

“Bisa dibayangkan kalau satu dusun saja yan g valid hanya 75 persen, bahkan ada satu dusun hak pilihnya mencapai 500 orang tapi kami tidak menemukan kesesuaian data. Baik tanggal lahir maupun nama yang bersangkutan” terangnya.

Lebih lanjut Jailani mengatakan, pihaknya sudah melakukan klarifikasi kepada Panitia pilkades, termasuk juga pada Camat Masalembu bahkan mengirimkan surat tembusan ke Dinas PMD Kabupaten Sumenep, namun belum juga mendapat respon atau jawaban hingga kini.

“Kami sudah berkirim surat yang tembusannya ditujukan ke DPMD Kabupaten Sumenep, kalrifikasi ke pihak panitia juga sudah, tapi panitia berdalih masih nunggu dari Kabupaten. Terus kalau sampai nanti pada tahapan penetapan calon belum juga ada jawaban bagaimana” tegas Jailani.

Jailani dengan tegas kembali menyampaikan, jika tetap tidak ada respon dan jawaban yang memuaskan maka pihaknya bersama masyarakat Masalembu akan melakukan pemboikotan pelaksanaan Pilkades di Masalima.

“Pada dasarnya kami hanya ingin membantu panitia dan masyarakat dalam kelancaran pelaksanaan Pilkades di Masalima, tapi jika memang tidak dianggap dan direspon dengan positif, ya jangan salahkan kami jika melakukan gerakan massa yang lebih besar lagi. Bahkan boikot pilkades” pungkasnya.

Sementara itu, Moh. Ramli, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sumenep saat dihubungi media ini melalui telepon selulernya belum mendapat respon kendati nada masuk aktif.

Tidak sampai disitu, media ini mencoba menghubungi Supardi, Kepala Bidang (Kabid) Pemerintahan Desa, DPMD Kabupaten Sumenep juga tidak memberikan respon. Sebelumnya, media ini juga menghubungi Camat Masalembu, Heru Cahyono namun hal sama tidak mendapat respon.

(yd/yd)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.