banner podcast

Bekerjasama dengan Kampus UGM Yogyakarta, IAI Tabah selenggarakan Seminar dan Bedah Buku Agensi Perempuan Dalam Lingkaran Ekstrimisme Kekerasan

  • Bagikan
Bekerjasama dengan Kampus UGM Yogyakarta, IAI Tabah selenggarakan Seminar dan Bedah Buku Agensi Perempuan Dalam Lingkaran Ekstrimisme Kekerasan
FOTO: Seminar dan bedah buku di Kampus IAI Tabah bersama UGM Yogyakarta
Banner Iklan

LIMADETIK.COM, LAMONGAN – Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah atau IAI Tabah Lamongan terus aktif menumbuhkan semangat akademik kampus dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan seminar.

Sebagai kampus yang berkarakter pesantren IAI Tabah terus menunjukkan eksistensinya dengan aktif mendorong para dosen untuk berkarya dan menulis karya ilmiah.

Bertempat di Aula kampus IAI Tabah Tim penulis Buku yang berjudul Agensi Perempuan Dalam Lingkaran Ekstrimisme Kekerasan: Narasi Dari Poso, Bima, Lamongan, Dan Deli Serdang beserta mahasiswa dan dosen IAI Tabah hadir mengikuti kegiatan seminar dan bedah buku yang diselenggarakan oleh Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta bekerjasama dengan IAI Tabah Lamongan. Minggu (24/7/2022).

Alimul Muniroh, Rektor IAI Tabah menyampaikan bahwa seminar dan beda buku ini merupakan upaya untuk mewujudkan perdamaian dan menciptakan keamanan dan perdamaian dunia khususnya dalam konteks keagamaan.

Konsep Moderasi Beragama seyogyanya perlu terus ditumbuhkembangkan dengan cara aktif melakukan seminar di kampus kampus di satu sisi juga dapat menumbuhkan iklim akademik di lingkungan perguruan tinggi swasta.

Muhammad Najib Azca Ketua Tim Penulis Buku Menyampaikan bahwa buku yang berjudul Agensi Perempuan Dalam Lingkaran Ekstrimisme Kekerasan menyajikan hasil studi kaum perempuan dalam lingkaran Ekstrimisme Kekerasan di empat wilayah, yaitu Poso, Bima, Lamongan, dan Deli Serdang.

“Studi komparatif ini berangkat dari fenomena baru maraknya keterlibatan perempuan dalam aksi dan gerakan Ekstrimisme Kekerasan” katanya.

Studi komparatif yang dilakukan di empat wilayah kata dia, menunjukkan dinamika lokal yang berbeda. Poso dan Bima merepresentasikan wilayah dengan geliat gerakan Ekstrimisme yang cukup kuat.

“Sedangkan Lamongan dan Deli Serdang merupakan wilayah dimana ikhtiar kontra Ekstrimisme Kekerasan bertumbuh baik digerakkan oleh aktor aktor lokal” tandasnya.

Penulis buku dengan judul Agensi Perempuan Dalam Lingkaran Ekstrimisme Kekerasan di antaranya Muhammad Najib Azca, Umi Najikhah Fikriyati, Moh. Zaki Arrobi, Erin Gayatri, Rani Dwi Putri.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.