banner podcast

Berbagai Manfaat Hutan Mangrove Terhadap Kehidupan Masyarakat Pesisir

  • Bagikan
Berbagai Manfaat Hutan Mangrove Terhadap Kehidupan Masyarakat Pesisir
FOTO: Hutan mangrove di pesisir
Banner Iklan

Penulis: Rizal Mahsyar

Limadetik.com Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia setelah kanada dengan memiliki garis pantai sepanjang 95. 181 Km dan luas perairan sekitar 5. 8 Juta Km. sehingga hal tersebut juga mendorong Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki kawasan hutan mangrove terbesar di dunia dengan total luas wilayah sekitar 3, 49 juta Ha. Kawasan hutan mangrove atau yang biasa disebut dengan hutan bakau merupakan bagian yang sangat berpengaruh terhadap keberlangsungan ekosistem di lingkungan pesisir.

Hutan bakau biasanya hidup dan tumbuh di daerah payau, kawasan pesisir pantai dan muara sungai yang perkembangannya sangat dipengaruhi oleh pasang surutnya air laut. Hal tersebut kemudian menjadikan mangrove sebagai tumbuhan yang unik karena bisa hidup di darat dan di laut.

Kawasan hutan mangrove juga memiliki peranan yang sangat penting untuk mengatasi permasalahan lingkungan pesisir dan juga menjadi hutan yang menyediakan berbagai bentuk kebutuhan yang diperlukan oleh mahluk hidup seperti biota laut, flora, fauna dan manusia demi keberlangsungan hidup mereka. Sehingga secara umum kawasan hutan mangrove memiliki manfaat sebagai paru-paru dunia, tempat tinggal flora dan fauna, pelengkap kebutuhan manusia, bahkan bisa menjadi pengendali atau penghalang bencana alam seperti air pasang dan gelombang.

Hutan Mangrove memiliki berbagai manfaat baik secara tidak langsung (non economic value) maupun secara langsung (economic values) dalam kehiduapan manusia dan lingkungan sekitar, beberapa manfaat mangrove antara lain;

Mencegagah Terjadinya Erosi dan Abrasi Pantai

kawasan hutan mangrove menjadi pagar pembatas antara lingkungan darat dan lingkungan laut. Sehingga mangrove tersebut memiliki peranan yang sangat penting untuk menghalang tingginya air laut yang naik ke daratan. Akhir-akhir ini sering kali terjadi fenomena kenaikan air laut yang merupakan akibat dari pemanasan global yang tidak terkendali sehingga menyebabkan terjadinya perubahan iklim dan naiknya volume air laut. Tingginya air laut tersebut akan memicu terjadinya erosi dan abrasi di kawasan bibir pantai. Hal tersebut tentunya sangat berbahaya dan apabila dibiarkan akan mengancam kesetabilan lingkungan hidup manusia yang tinggal dikawasan pesisir.

Sehingga keberadaan hutan mangrove yang dikenal memiliki akar yang cukup efisien dalam menahan tanah tentunya sangat dibutuhkan untuk menjaga dan menyelamatkan wilayah pesisir.

Sebagai Tempat Tinggal Satwa

Lingkungan hutan mangrove juga bisa menjadi tempat tinggal yang cocok untuk berbagai hewan seperti kura-kura, burung, ular, biawak dan lain sebagainya. Selain itu kawasan hutan mangrove juga bisa menjadi rumah bagi berbagai jenis hewan laut seperti ikan, udang, kepiting dan siput karena jenis akar dari pohon mangrove ini akan menjadi sumber makanan. Keradaan jenis-jenis hewan tersebut tentunya juga memiliki nilai ekonimis bagi masyarakat nelayan yang ada di kawasan pesisir.

Berbagai Manfaat Hutan Mangrove Terhadap Kehidupan Masyarakat Pesisir
FOTO: Para pemuda saat menanam mangrove di pesisir

Mata Pencaharian Warga

Banyak kelompok masyarakat yang tinggal di daerah pesisir menggantungkan kehidupan mereka pada kawasan hutan mangrove. Para nelayan menjadikan mangrove sebagai tempat untuk menangkap ikan, kepiting, kerang serta hewan lainnya yang memiliki nilai ekonomis. Batang dari pohon mangrove kemudian dijadikan sebagai alat untuk membangun rumah karena memiliki ketahanan yang cukup kuat jika dibandingkan dengan jenis pohon lainnya.

Selain itu batang kering pohon mangrove juga bisa dijadikan sebagai kayu bakar untuk sekedar menanak nasi atau bahkan dijual ke tempat lain. Sedangkan Daun dari pohon mangrove bisa diolah untuk dijadikan sebagai campuran pakan ternak seperti sapi, kambing dan ungags yang tentunya miliki nilai ekonomis yang cukup tinggi.

Sebagai Penyerap Karbondioksida

Permasalahan tentang pemanasan global tentunya menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan kehidupan manusia. Salah satu langkah strategis yang perlu dilakukan untuk mengurangi dapak dari pemanasan global tersebut ialah dengan mengembangkan kawasan hutan mangrove. Kawasan hutan mangrove yang berada di daerah pesisir tersebut dapat membantu dalam menurunkan pemanasan global dengan menghilangkan karbondioksida dari atmosfer. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kawasan hutan mangrove menjadi urutan teratas dalam kapasitasnya menyimpan karbon. Hasil Penelitian yang dilakukan terhadap hutan bakau diseluruh wilayah Indo-Pasifik menunjukan bahwa per-hektar mangrove dapat menyimpan karbon jingga empat kali lebih banyak daripada hutan hujan tropis.

Menciptakan Kawasan Ekowisata

Keberadaan kawasan hutan mangrove dapat dikembangkan menjadi salah satu objek wisata alam. Dengan perencanaan dan penataan yang baik, kawasan tersebut akan menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah baik nasional maupun mancanegara. Keberadaan awasan parawisata alam hutan mangrove tentunya akan memberikan dampak yang siginifikan terhadap prekonomian masyarakat sekitar. Letaknya yang berada di dekat terumbu karang dan kawasan pantai yang berpasir, wisata hutan mangrove tentunya dapat menyediakan lingkungan yang menarik untuk aktivitas olahraga, bersampan, memancing atau bahkan hanya sekedar mengamati burung dan hewan lainnya. Kawasan ekowisata tentunya juga harus ditopang dengan program pengembangan kawasan baik dari penanaman, perawatan, hingga pada tahap pemanfaatan hutan mangrove tersebut.

Sumber Alternatif Pangan

Masyarakat umum masih belum begitu mengetahui dan memahami potensi hutan mangrove yang bisa dijadikan sebagai pangan alternativ pengganti
makanan pokok seperti beras. Sebaliknya, bagi masyarakat pesisir yang tinggal dan berintraksi dengan hutan mangrove, dalam kehidupan sehari hari mereka mereka tentunya sudah sangat faham akan manfaat mangrove sebagai sumber cadangan pangan masyarakat pesisir secara tradisional. Mereka sudah sejak dulu memanfaatkan buah dari pohon mangrove sebagai alternativ pangan pengganti nasi. Masyarakat pesisir meyakini bahwa buah dari pohon mangrove tentunya bisa dimakan dan tidak mengandung racun karena sering juga dimakan mentah oleh satwa liar yang hidup didalamnya seperti burung, kera dan lain sebagainya.

Pengolahan buah dari pohon mangrove memerlukan proses yang lumayan panjang mulai dari prose mengupas, direndam sekitar tiga hari, direbus, kemudian dihaluskan untuk menjadi campuran bahan makanan lainnya hingga menjadi makanan yang bisa dikonsumsi. Olahan dari buah pohon mangrove ini bisa dijadikan sebagai keripik, dodol, kue dan jenis-jenis makanan lainnya. Tentunya manfaat hutan mangrove yang bisa dijadikan sebagai alternativ pangan tersebut memiliki nilai jual yang cukup tinggi.

Keberadaan hutan mangrove sebagai kawasan yang kaya akan manfaat terhadap lingkungan hidup tentunya pelu dilakukan tindakan pelestarian yang dimulai dari memberikan pemahaman kepada masyarakt tentang manfaat pohon mangrove, penanaman, perawatan hingga pada bentuk pemanfaatan. Selain itu pelestarian kawasan hutan mangrove juga merupakan suatu bentuk usaha yang sangat baik demi menjaga kondisi lingkungan pesisir.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.