Beredar Isu Pajak Kendaraan Bermotor Mati 2 Tahun Langsung di Blokir, Begini Penjelasan Kasatlantas Polres Sampang

Avatar of news.Limadetik
Beredar Isu Pajak Kendaraan Bermotor Mati 2 Tahun Langsung di Blokir, Begini Penjelasan Kasatlantas Polres Sampang
FOTO: Kasatlantas Polres Sampang, AKP. A. Nasution, SH. MH.

LIMADETIK.COM, SAMPANG – Beredarnya isu di tengah – tengah masyarakat bahwasanya ketika tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) mati, atau pajaknya tidak di perpanjang selama 2 tahun, maka kendaraan tersebut akan di blokir. Dengan demikian, kendaraan tersebut menjadi kendaraan bodong.

Menyikapi kabar yang beredar, Kasatlantas Polres Sampang, AKP A. Nasution memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut kurang tepat.

A. Nasution menjelaskan jika aturan tersebut sebenarnya 5+2 yang artinya jika pajak 5 tahunan tidak di perpanjang dan di tambah 2 tahun pajak tahunan tidak di perpanjang maka akan di blokir.

“Sebenarnya gini, di PP pasal 74 itu intinya gini, 5+2. STNK itu kan berlakunya 5 tahun plus nanti jika pajak 2 tahun berikutnya sama dia tidak di bayar, maka otomatis akan di blokir,” ucap Nasution pada awak media saat di temui di ruang kerjanya, Selasa (04/10/2022).

Mengingat persoalan yang berhubungan dengan TNKB, pihaknya tidak akan serta merta melakukan pemblokiran tanpa pemberitahuan kepada pihak yang bersangkutan.

“Jadi bulan pertama kita kasih surat peringatan, dan bulan kedua kita kasih surat peringatan kembali dan tembusan kepada yang bersangkutan dan ketiga akan kita blokir,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan, jika tahapan tahapan sudah di lakukan dan yang bersangkutan belum melakukan penyuratan ulang pada kendaraannya, maka dipastikan akan di blokir dan kendaraan tersebut menjadi kendaran tanpa surat alias bodong.