Berikut Dasar-Dasar Faham Nahdlatul Ulama yang Perlu Warga NU Ketahui

Avatar of news.Limadetik
Berikut Dasar-Dasar Faham Nahdlatul Ulama yang Perlu Warga NU Ketahui
FOTO: Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta, Hj Hizbiyah Rochim (tengah) saat membuka acara pelatihan penguatan Keaswajaan Daiyah Muslimat NU

LIMADETIK.COM, JAKARTA – PW Muslimat NU DKI Jakarta sedang menggelar kegiatan Pelatihan Penguatan Keaswajaan Daiyah Muslimat NU, hal ini dilakukan sebagai upaya meningkatkan semangat juang para muballigh/daiyah yang ada di Muslimat NU saat ini.

Kegiatan yang dihadiri oleh 100 orang Ustadzah/Daiyah yang berasal dari 5 wilayah Kota dan Kepulauan 1000 itu berlangsung di Aula PWNU jl. Utan Kayu dan dibuka langsung oleh Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta Hj Hizbiyah Rochim, Jumat (18/11/2022).

Dalam kegiatan tersebut diisi oleh sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya, salah satunya, Ketua NU Center DKI Jakarta, KH.Misbahul Munir. Beliau dalam pemaparannya menyampaikan, betapa pentingnya para da’iyah da’iyah NU saat ini menanamkan faham Aswaja kepada seluruh umat, dan merebut panggung dakwah saat ini.

BACA JUGA: Penguatan Organisasi Melalui Pelatihan Kepemimpinan dan Plangisasi PC Muslimat NU Jakarta Utara

KH Misbahul Munir memaparkan, terkait faham Ahlis-Sunnah Wal Jamaah yang bersumber dari ajaran agama Islam: Al-Quran, As-Sunnah, Al-Ijma’ dan Al-Qiyas. Dalam memahami, menafsirkan Islam dari sumber-sumbernya diatas, Nahdlatul Ulama mengikuti faham Ahlis-Sunnah Wal Jamaah dan menggunakan jalan pendekatan Al-Madzhab.

Adapun Jalan Pendekatan (Al-Madzhab) yang dianut Nahdlatul Ulama, di bidang Aqidah, mengikuti Ahlussunnah Waljamaah yang dipelopori oleh Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Manshur Al-Maturidi.

BACA JUGA: Ubaidillah Sadewa: Daiyah Muslimat NU Harus Menguasai Panggung Dakwah

Di bidang Fiqih, Mengikuti jalan pendekatan (Al-Madzhab) salah satu dari madzhab Abu Hanifah An-Nu’man, Imam Malik bin Anas, Imam Muhammad bin Idris As-Syafi’I dan Imam Ahmad bin Hanbal.

Sedang di bidang Tasawwuf, NU mengikuti antara lain Imam al-Junaid Al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali serta imam-imam yang lain. “Nahdlatul Ulama mengikuti pendirian, bahwa Islam adalah agama yang fitri, yang bersifat menyempurnakan segala kebaikan yang sudah dimiliki manusia” katan Kiai Misbah.

BACA JUGA: Penguatan Keaswajaan Da’iyah Muslimat NU

Menurut Kiai Misbah, faham keagaman yang dianut oleh Nahdlatul Ulama bersifat menyempurnakan nilai-nilai yang baik yang sudah ada. “Dan menjadi milik serta ciri-ciri suatu kelompok manusia seperti suku maupun bangsa, dan tidak bertujuan menghapus nilai-nilai tersebut” demikian hal ini disampaikan Kiai yang juga penceramah semua saluran TV.

Acara yang berlangsung sejak pagi pukul 07.00-16.30 WIB ini berlangsung dengan penuh antusias peserta. Sehingga menghasilkan sejumlah strategi dakwah sesuai materi yang dibahas.