Besar Harapan Presiden Jokowi Terhadap Sektor Pertanian: Nyatanya Stigma Profesi Petani di Kalangan Generasi Muda Dianggap Remeh

Avatar of news.Limadetik
Besar Harapan Presiden Jokowi Terhadap Sektor Pertanian: Nyatanya Stigma Profesi Petani di Kalangan Generasi Muda Dianggap Remeh
FOTO: Syahida Viky Azizah

OLEH : Syahida Viky Azizah
PRODI: Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

________________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Perkembangan teknologi yang semakin maju menyebabkan pola pikir serta perspektif masyarakat berubah. Seperti isu yang selalu menjadi pehatian dimana profesi petani yang sering diremehkan oleh generasi muda.

Problematika ini terjadi karena banyak orang beranggapan bahwa profesi petani memiliki masa depan yang suram. Padahal petani memiliki peran yang sangat penting bagi produksi pangan suatu negara. Namun masih banyak generasi muda selalu menanamkan mitos bahwa menjadi petani akan ketinggalan zaman, bekerja dengan fisik atau tenaga, selalu terkena kotoran dan anggapan-anggapan buruk lainnya.

Di Indonesia sendiri petani didominasi oleh kelompok usia tua dimana Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah petani di Indonesia per tahun 2019 mencapai 33,4 juta orang yang mana sebanyak 30,4 juta orang atau 91% didominasi oleh kelompok usia tua di atas 40 tahun dengan mayoritas umur 50-60 tahun.

Hal inilah mengapa terjadi regenerasi petani muda di Indonesia. Jika isu ini tidak dibahas lebih lanjut maka dapat dikhawatirkan Indonesia tidak mampu menampung beban dalam bonus demografi pada tahun 2030. Selain itu akan berdampak pula kepada produksi pangan karena profesi petani semakin mengalami penurunan.

Faktor penyebab mengapa generasi muda enggan menjadi petani lainya adalah tantangan terhadap akses lahan yang semakin sempit. Lalu bagaimana menghapus stigma negatif ini di kalangan mahasiswa atau generasi muda yang menganggap remeh profesi petani?.

Inovasi Generasi Muda dalam Memajukan Sektor Pertanian

Stigma negatif yang beredar mengenai profesi petani merupakan pemikiran lama. Banyak generasi muda dan mahasiswa yang berpendapat bahwa pendapatan di sektor pertanian itu lebih rendah dibandingkan dengan non pertanian. Hal inilah yang menyebabkan mereka tidak tertarik dengan profesi sektor pertanian.

Sebenarnya sebagai mahasiswa kita harus sadar bahwa kita memiliki ide, kreativitas, dan inovasi dalam memanfaatkan perkembangan teknologi yang semakin maju. Oleh sebab itu sudah saatnya kita sadar bahwa sektor pertanian juga memiliki peluang yang menjanjikan di masa depan. Sebagai mahasiswa yang memiliki banyak ide dan inovasi kita harus adaptif dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengubah karakteristik sektor pertanian ke arah yang lebih baik.

Kita dapat mengaplikasikan ilmu yang telah kita miliki untuk menganalisis, memecahkan masalah serta dapat menciptakan peluang baru dari sektor pertanian ini. Misalnya, kita sebagai mahasiswa dapat mengoptimalkan perkembangan teknologi dengan memanfaatkan alat dan mesin pertanian yang sedang berkembang ssat ini. Sehingga tidak ada lagi stigma bahwa petani itu kerja di lumpur atau tempat kotor.

Ide-ide lainnya yang dapat kita kembangkan seperti mengembangkan drone pesawat yang berfungsi sebagai penyemprotan pestisida pembasmi hama tanaman. Dengan adanya ide, kreativitas dan inovasi tersebut kita dapat memajukan sektor pertanian ke arah yang lebih baik lagi.

Menghapus Stigma Profesi Petani

Sebagai mahasiswa kita dapat menggunakan ide-ide inovasi kita untuk meningkatkan hasil pertanian lebih baik lagi terutama dengan teknologi. Dalam meningkatkan penjualan misalnya kita harus benar-benar mengetahui jenis dan kualitas produk yang diinginkan konsumen atau target pasar. Kita juga dapat memberikan inovasi dalam pemasaran produk agar dapat memiliki nilai jual yang besar.

Selain itu kita dapat mengoptimalkan produk hasil pertanian kita dengan menggunakan teknologi. Dengan melihat peluang ekonomi yang besar tersebut sudah saatnya kita menghapus stigma negatif profesi petani. Seperti, produk mentah hasil pertanian dapat kita olah menjadi berbagai macam peluang usaha yang bernilai ekonomis.

Misalnya lagi mengubah produk olahan singkong menjadi keripik singkong, olahan kentang menjadi donat, keripik kentang, kue bolu dan olahan lainya. Kemudian kita mengolahnya dengan inovasi yang kita miliki sehingga dapat menarik konsumen dengan pasar yang lebih luas.
Semuanya tergantung kepada kita.

Kita dapat memanfaatkan teknologi dalam memajukan sektor pertanian ke arah yang lebih baik. Bahkan hasilnya dapat kita inovasikan lagi ke produk yang bernilai jual. Dengan pemanfaatan teknologi tersebut maka saya yakin profesi petani akan terjamin kesejahteraan hidupnya di masa depan. Sehingga menjadi profesi petani bukan hal yang harus dianggap remeh karena dengan kemajuan teknologi kita dapat memanfaatkan hal tersebut untuk memudahkan pekerjaan kita.

Jika kita memiliki tekat, ketekunan, kerja keras maka tentu kita akan menjadi petani yang sukses di masa depan. Ingat! Tujuan akhir dari bertani bukanlah menumbuhkan tanaman, tetapi menjaga kehidupan. Oleh sebab itu value atau nilai dari seorang petani tidak ditentukan dari apa yang dia panen, tapi dari apa yang dia tanam!