Bupati Sumenep Pastikan Tiga Korban Angin Puting Beliung Mendapatkan Pengobatan

Bupati Sumenep Pastikan Tiga Korban Angin Puting Beliung Mendapatkan Pengobatan
FOTO: Bupati Sumenep Achmad Fauzi saat menjenguk korban puting beliung di Karanganyar dan Pinggir papas

SUMENEP, LimaDetik.Com – Bupati Sumenep Achmad Fauzi memastikan tiga korban luka yang terkena bencana angin puting beliung mendapatkan pengobatan secara medis.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di sumenep itu saat mengunjungi korban di dua desa yakni Desa Karanganyar dan Pinggirpapas, Kecamatan Kalianget.

Tiga korban tersebut adalah Listiyani (40) warga Desa Pinggirpapas yang mengalami luka di dahi dan kepala, Iyan Muryanto (36) warga Desa Karanganyar, mengalami luka memar di kepala, dan Aira (11) warga Desa Pinggirpapas, mengalami luka ringan dibagian punggung.

Baca juga: Tinjau Langsung Lokasi Korban Puting Beliung, Bupati Sumenep: Semoga Semua Diselamatkan

“Saya ingin pastikan korban mendapat pengobatan sesuai kondisinya, jangan sampai tidak ditangani dengan baik oleh petugas medis,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi, saat menjenguk korban pada Sabtu (3/4/2021).

Sesudah mendapatkan perawatan dari tim medis di Puskesmas Kalianget ketiganya dapat diperbolehkan pulang. Karena kondisi lupa hanya sedikit.

Sementara itu, Bupati Achmad Fauzi menyatakan sementara korban bencana angin puting beliung diberikan bantuan seadanya dulu berupa sembako bagi warga yang terdampak bencana.

Baca juga: Puting Beliung di Sumenep, Satu Mobil Box Tertimpa Pohon Asam

“Sementara bantuannya seadanya dulu, untuk selanjutnya biar diidentifikasi nanti kami upayakan untuk dibantu,” terangnya.

Sementara pihak BPBD Sumenep masih terus melakukan identifikasi bangunan rumah warga yang terkena bencana puting beliung. Diberitakan sebelumnya, puting beliung menerjang dua desa di Kecamatan Kalianget, Sumenep, Madura.

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIB ini menerbangkan dan menggulung atap rumah, masjid dan bangunan dua desa serta menumbangkan pohon dan tiang listrik. Total ada 10 bangunan dan 8 rumah rusak di dua desa dampak cuaca ekstrem.

(Bahri/yd)