Bus Transjatim, Si Hijau Yang Membantu

Avatar of news.Limadetik
Bus Transjatim, Si Hijau Yang Membantu
FOTO: Bus Transjatim

Penulis : Mardianis Saputri
Program Studi: Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

_________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Berdasarkan data yang dimuat dari penelitian yang dilakukan oleh INRIX yang berjudul Global Traffic Scorecard 2021, Surabaya memiliki level tertinggi dan berada di urutan pertama sebagai kota termacet di Indonesia. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan kemacetan di Surabaya dan sekitarnya. Menurut katadata, jumlah kendaraan bermotor paling banyak di Indonesia berada di Provinsi Jawa Timur sebesar 22 juta unit. Pada 2021 jumlah tersebut mengalami kenaikan secara signifikan.

Penyebab lain dari kemacetan adalah minimnya transportasi publik yang memadai. Transportasi publik yang dimiliki oleh Surabaya adalah Suroboyo Bus, Bus Damri, dan angkot. Namun, rute dari transportasi tersebut masih dapat dikatakan terbatas serta kini angkot mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

Pada tanggal 19 Agustus 2022 Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melaunching Bus Trans Jatim di Terminal Porong Sidoarjo. Dikutip dari Jatim Newsroom, menurut gubernur Jatim adanya bus transjatim ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan jalan, mengurangi angka kecelakaan kendaraan roda dua dan mengurangi gas emisi buang sehingga polusi berkurang. Adanya bus transjatim diharapkan pula mampu meningkatkan konektivitas di antara kekuatan ekonomi di ring satu (Surabaya, Sidoarjo dan Gresik) sehingga mampu membangun percepatan pertumbuhan yang lebih inklusif.

Selain itu menurut Kepala Dinas Perhubungan Jatim, adanya bus transjatim ini diharapkan mendapatkan kepercayaan dari penumpang, beliau memaparkan keinginan adanya layanan angkutan umum berbasis jalan yang baik sehingga penumpang akembali menggunakan angkutan umum dan menanggalkan motornya.

Bus transjatim sendiri sejauh ini memiliki 22 armada bus dimana 20 armada bus beroperasional dan 2 bus menjadi cadangan. Terdapat 32 halte yang disediakan oleh Dishub Jatim. Terdapat 15 halte dari Siodarjo – Surabaya – Gresik dan ebanyak 17 halte dari Gresik – Surabaya – Sidoarjo. Bus ini beroperasi mulai pukul 05.00 WIB dari terminal porong dan terminal bunder dan selesai beroperasi pada pukul 21.00 WIB dari terminal porong dan terminal bunder. Pada awal peluncuran masyarakat dapat menikmati layanan bus transjatim secara gratis selama seminggu. Kemudian pada tanggal 01 September 2022 mulai diberlakukan tarif normal sebesar Rp. 2.500 untuk pelajar dan Rp. 5.000 untuk umum.

Masyarakat yang menggunakan layanan bus transjatim dapat melakukan pembayaran secara tunai dan non tunai. Pembayaran non tunai dapat melalui Shopeepay, Astrapay, dan E-money. Pembelian tiket bus transjatim juga dapat dilakukan melalui aplikasi Transjatim- Ajaib. Aplikasi ini selain untuk melakukan pembelian tiket juga berisi informasi terkait dengan bus transjatim dari informasi tiket, bus, info rute, AR Shelter dan bus terdekat.

Bus Transjatim, Si Hijau Yang Membantu
FOTO: Para penumpang menikmati perjalanan bersama Bus TransJatim

Dikutip dari harian disway, sejak diluncurkannya bus transjatim, jumlah penumpang yang terangkut selalu melebihi target. Bus ini mendapatkan antusiasme yang tinggi dan mulai dapat diandalkan oleh warga sebagai transportasi penunjang mobilitas masyarakat. Adanya bus transjatim ini dinilai membantu masyarakat apalagi dengan tarif yang murah dan terjangkau.

Selain harga yang terjangkau yang memberikan nilai plus. Fasilitas yang diberikan oleh bus transjatim juga menjadi nilai tambah dari bus ini. Sejumlah fasilitas yang diberikan antara lain adalah fasiltas promo cashback 100% apabila melakukan pembayaran tiket menggunakan aplikasi Transjatim-Ajaib selama periode Desember 2022. Setiap armada bus transjatim juga difasilitasi keamanan dengan teknologi kecerdasan buatan yang menunjang keamanan berkendara.

Selain itu beberapa halte transjatim sudah terkoneksi Wifi gratis yang dapat digunakan oleh penumpang transjatim, saat ini wifi gratis sudah tersedia di 12 halte transjatim. Namun berdasarkan pengalaman pribadi penulis setelah beberapa kali menggunakan bus transjatim, terdapat beberapa hal yang dapat dijadikan masukan dan ke depannya dapat menjadi evaluasi untuk perbaikan dan pembenahan agar bus transjatim lebih baik dan nyaman digunakan. Sejauh pengalaman penulis menggunakan bus transjatim rute terminal bungurasih – terminal bunder terdapat hal yang menurut penulis perbaikan agar lebih nyaman.

Dari segi aplikasi, menurut penulis informasi yang ada sudah dapat dikatakan cukup baik. Namun untuk informasi rute dan jadwal kedatangan kurang akurat. Pada aplikasi transjatim – ajaib info estimasi kedatangan bus kadang tidak sesuai. Terkadang penumpang harus menunggu cukup lama di halte, khususnya halte bungurasih. Belum lagi jumlah penumpang yang ingin naik dapat dikatakan banyak sehingga sering terjadi penumpukan di halte.

Beberapa kali juga terjadi perubahan rute perjalanan yang dilakukan oleh supir. Layout tempat duduk yang vertikal dan lorong yang sempit membuat sedikit kurang nyaman. Seringkali bus penuh dengan penumpang dan mengharuskan sebagian penumpang untuk berdiri di lorong bus yang sempit. Hal ini cukup kurang nyaman dan sedikit susah saat harus melakukan pembayaran kepada pramugara/pramugari bus karena harus desak-desakan. Akses keluar- masuk dari bus juga sedikit kurang nyaman karena seringkali penumpang serobotan untuk masuk ke dalam bus.

Berdasarkan beberapa penjelasan penulis diatas, tidak dapat dipungkiri bahwa keberadaan bus transjatim membantu mobilitas masyarakat dan memiliki fasilitas yang dapat dikatakan baik. Penulis sendiri merasa sangat terbantu akan kehadiran bus transjatim ini. bus transjatim ini membantu penulis. Penulis dapat lebih mudah dan hemat saat pulang ke Gresik.

Dikarenakan tarif yang murah, keamanan berkendara dan jam operasional yang ada. Diharapkan kedepannya bus transjatim dapat dilakukan pembenahan agar lebih baik lagi serta semoga kedepannya terdapat penambahan armada dan rute yang dijangkau lebih banyak lagi. Serta diharapkan dari adanya beberapa keluhan dan saran dari pengguna dapat dilakukan perbaikan dan pembenahan. Sehingga diharapkan masyarakat dapat lebih nyaman dan makin banyak yang menggunakan transportasi publik.