Cerita Pilu Calon Jamaah Haji Sumenep Gagal Berangkat

Cerita Pilu Calon Jamaah Haji Sumenep Gagal Berangkat
FOTO: Ilustrasi

SUMENEP, Limadetik.com – Pemerintah melalui Menteri Agama telah memutuskan membatalkan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1442 Hijriah atau 2021.

Hal ini terkait pandemi corona virus disease-19 (COVID-19) yang hingga kini belum selesai. Keputusan itu disampaikan setelah Pemerintah Arab Saudi belum membuka akses layanan penyelenggaraan ibadah haji 1442 H/2021 M dan pemerintah Indonesia membutuhkan ketersediaan waktu yang cukup untuk melakukan persiapan pelayanan bagi jemaah haji.

Menurutnya kebijakan ini tertuang dalam Keputusan Menteri Agama No 660/2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Haji dan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1442 H/2021 M.

Akibat keputusan tersebut, tercatat sebanyak 671 jemaah haji di Kabupaten Sumenep gagal berangkat pada tahun 2021. Padahal, sudah 65 persen telah melakukan vaksinasi Covid-19, dari jumlah tersebut dapat dipastikan aman dari Virus Corona.

Baca juga: Putuskan Haji 2021 Batal Berangkat, Kemenag Sumenep Himbau Jamaah Tetap Bersabar

Hal ini membuat salah satu jamaah haji asal Pragaan harus menelan kecewa lantaran dirinya gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini. Padahal, persiapan dinilai sudah matang, tiba-tiba ada keputusan pembatalan berangkat.

“Iya sedih mas, padahal semua persiapan sudah kami persiapkan, termasuk prosedur protokol kesehatan sudah kami jalankan. Ternyata gagal,” kata Sadili dengan nada sedih.

Apalagi saudara Sadili mengaku sudah mengadakan acara selamatan dengan sanak keluarga dan tetangga setempat.

“Padahal kami sudah selamatan mas, habis selamatan tiba-tiba saya mendengar kalau pemberangkatan dibatalkan,” ujarnya.

Dengan pembatalan pihaknya mengaku sangat kecewa, karena dirinya sudah dua kali batal berangkat.
Ia tinggal menunggu waktu berangkat yang seharusnya terwujud tahun 2021 ini setelah semua lunas dan berkas pendaftaran terpenuhi.

“Saya sudah dua kali batal berangkat mas, pertama tahun 2020, kedua sekarang 2021,” paparnya.

Pihaknya berharap ada solusi dari pihak pemerintah agar jemaah bisa berangkat. “Kami berharap masih ada solusi agar kami bisa berangkat,” harapnya.

(Bahri/yd)