banner podcast

CSR 2020 Tak Terealisasi, ESDA Sumenep Tuding KEI Tidak Memenuhi Kewajiban

  • Bagikan
CSR 2020 Tak Terealisasi, ESDA Sumenep Tuding KEI Tidak Memenuhi Kewajiban
FOTO: Kabag ESDA Moh.Sahlan
Banner Iklan

SUMENEP, LimaDetik.Com – Kepala Bagian Energi Sumber Daya Alam (ESDA) Kabupaten Sumenep, Muhammad Sahlan menuding Kangean Energy Indonesia (KEI) tidak memenuhi kewajibannya, Selasa (20/4/2021).

Sehingga Corporate Social Responsibility (CSR) tahun 2020 tidak terealisasi.

“Kenapa CSR 2020 lama diproses sampai sekarang tidak realisasi, karena KEI yang kirim surat kesini, bukan dari camat. Saat saya tanya ke camat, kenapa kok tidak ngirim surat, karena belum Muscam kata Camatnya,” kata Kepala Bagian ESDA Setkab Sumenep Muhammad Sahlan kepada Limadetik.com beberapa waktu lalu.

Jadi, kendala realisasi CSR 2020 ada pada KEI, karena belum menyelesaikan kewajibannya dan belum mematuhi yang tertuang dalam permen 37 tahun 2016 tentang partisipasi interes (PI).

Karena menurut Muhammad Sahlan, pada prinsipnya CSR itu wajib dilaksanakan musyawarah mulai musyawarah desa (Musdes), Musyawarah tingkat kecamatan (Musrembangcam) sampai ke Kabupaten.

“Namun pihak Kangean Energy Indonesia (KEI) tidak memenuhi itu, CSR itu perlu terbuka, makanya perlu dimusyawarahkan tingkat desa, biar terbuka,” paparnya.

Baca juga: Tahun 2020 KEI Belum Realisasikan CSR, Ada Apa?

Kata Sahlan, kemarin pihak Camat Sapeken berinesiatif bersma pihak KEI merealisasikan CSR tahun 2020, sedangkan CSR 2021 Masih belum.

“Musdes sudah, Muscamnya yang belum untuk tahun 2021, dan saat ini kami masih nunggu pak Sekda, sambil nunggu hasil Muscam CSR 2021, sehingga yang tahun 2020 dan 2021 bisa disatukan,” ujarnya.

Sebelumnya, pihak Kangean Energy Indonesia (KEI) melalui Manager Public Government Affair, Hanip Suprapto saat diwawancarai Limadetik.com mengaku CSR tahun 2020 tidak bisa direalisasikan dikarenakan adanya pandemi Covid-19 dan izin dari Pemkab Sumenep belum turun.

“Selain karena Pandemi Covid-19 juga karena sampai akhir tahun belum turun ijin dari Pemkab Sumenep,” kata Hanip Suprapto, melalui sambungan WhatsApp-nya, Kamis (15/4/2021).

Menurut Hanip Suprapto, CSR tahun 2021 KEI siap untuk merealisasikan yang secara program dan anggaran sudah disetujui oleh pemerintah melalui SKK Migas. Namun lagi-lagi masih belum bisa direalisasikan karena masih diperlukan penetapan dari Pemkab Sumenep/Bapak Bupati.

“Pada awal Maret 2021 kami sowan ke Pak Bupati bersama SKK Migas Jabanusa dan KKS Sumenep, secara prinsip mendapat persetujuan dari Pak Bupati,” tuturnya.

Namun, untuk implementasi program- program dan anggaran CSR diperlukan koordinasi di tingkat Kecamatan yang disebut Musrenbangcam (musyawarah perencanaan dan pembangunan kecamatan).

“Ini sudah dilaksanakan, tahapan berikut adalah penetapan program dan anggaran CSR oleh Pak Bupati, hal ini yg sedang direncanakan dalam waktu dekat,” tukasnya.

(Bahri/yd)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.