Dampak Panjang Dari Bullying

Avatar of news.Limadetik
Dampak Panjang Dari Bullying
FOTO: Andi Yasmine Aisya Putri

Oleh : Andi Yasmine Aisya Putri
Prdi : Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

____________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Bullying adalah tindakan menindas atau merundung suatu pihak yang lebih lemah, baik itu secara fisik yang berupa kekerasan ataupun verbal yang berupa mengejek atau menghina dan lain-lain. Bullying bisa dilakukan dimana saja tetapi hal ini sering terjadi pada anak anak dan remaja yang dimana biasanya terjadi disekolah.

Biasanya bullying dilakukan individu dan berkelompok, tetapi sering kali mereka yang melakukan aksi bullying ini secara berkelompok.

Banyak berita beredar bahwa kasus bullying sering terjadi di sekolah-sekolah yang berupa tindakan kekerasan fisik, dalam kasus seperti ini salah satu penyebab mengapa pelaku berani melakukan tindakan kekerasan adalah tontonan. Entah itu tontonan berupa film, sinteron bahkan tontonan ditempat umum ketika terjadi perkelahian.

Hal ini mereka tiru lalu mempraktekkan kepada korban. Tetapi tontonan juga tidak bisa langsung disimpulkan menjadi pemicu 100% untuk melakukan bullying, 50% dari tontonan yang menjadi pemicu adalah kepribadian seseorang. Dimana sebagai manusia tentunya kita harus mengetahui mana yang baik dan tidak, mana yang patut dicontoh dan tidak, semua ini kembali lagi ke kepribadian sesorang.

Banyak sekali penyebab mengapa sesorang melakukan bullying, antara lain:

1. Merasa iri terhadap korban
2. Mencari perhatian
3. Menjadikan bullying sebagai bahan hiburan
4. Problematik
5. Tidak memiliki empati

Bullying merupakan hal negatif yang tentu sangat tidak dibenarkan dan tidak bisa dibiarkan merajalela menguasai generasi-generasi muda yang menjadi penerus bangsa. Dengan itu perlu adanya edukasi terkait bullying di setiap sekolah dan diajarkan sejak dini agar menciptakan generasi yang baik tanpa adanya kekerasan dalam proses masa pertumbuhan anak-anak dan remaja baik di sekolah, luar sekolah dan lain-lain.

Sebagai orang dewasa peran kita sangatlah penting untuk mengajarkan bahwa bullying itu adalah tindakan yang kejam yang dimana bisa membunuh karakter sesorang yang menjadi korban bullying secara perlahan-lahan jika terus terjadi.

Kita sebagai orang dewasa tidak boleh lelah untuk mengedukasi generasi-generasi muda kita apa saja dampak besar dari bullying, agar hal ini tidak terus terjadi yang dapat membuat anak-anak ataupun remaja berpikir bullying adalah hal yang lumrah hanya karena kasus bullying masih banyak terjadi yang sering dibiarkan orang dewasa. Dan jangan sampai banyak anak-anak dan remaja berpendapat bahwa bullying hanyalah sebuah lelucon yang terjadi diantara pertemanan.

Ketika mengalami bullying korban tidak melawan karena berpikir dengan ia melawan akan semakin membuat para pelaku semakin berbuat yang lebih. Sehingga Ketika ia sedang mengalami hal tersebut korban hanya diam saja. Kebanyakan korban bullying juga tidak bercerita kepada orang tua mereka, karena takut Ketika kedua orang tuanya mengetahui bahwa anaknya mengalami bullying akan menjadi sedih dan menambah beban pikiran orang tua mereka.

Dan juga kebanyakan korban tidak bercerita kepada guru, karena seperti banyak kasus bagi korban yang megalami bullying tidak digubris oleh guru entah karena tidak percaya, atau seorang guru hanya berkata bahwa hal yang diceritakan hanya bentuk bercandaan sesama teman. Dengan hal ini kebanyakan korban memilih diam dan hal inilah yamg membuat karakter sesorang korban perlahan-lahan akan berubah menjadi lebih tertutup.

Berikut adalah beberapa dampak dari bullying:

1. Menurunnya minat belajar
Akibat dari bullying dapat menurunkan minat belajar, sebab korban mendapatkan perundungan disekolah sehingga dengan hal ini korban menjadi takut untuk masuk sekolah. Dan juga korban menjadi bermalas-malasan seperti jarang masuk sekolah, tidak mengerjakan tugas dan tidak fokus ketika proses pembelajaran berlangsung.

2. Kurang minat dalam bersosialisasi
Akibat dari bullying yang dialaminya membuat korban menjadi takut untuk bersosialisasi, merasakan takut jika setiap orang yang ia temui melakukan hal yang sama seperti sekelompok orang yang merundungnya. Sehingga membuat korban lebih sering menyendiri.

3. Masalah psikologis
Dampak ini sangat bahaya, karena dapat mengakibatkan gangguan mental bagi korban. Seperti trauma untuk bersosialisasi dan berkenalan dengan orang baru sehingga membutuhkan proses penyembuhan yang panjang.

Selain mengedukasi bahwa bullying adalah tindakan yang salah, kita juga harus mengajarkan setiap kali jika mengalami perundungan dan penindasan juga harus memiliki keberanian. Jika tidak memiliki keberanian untuk melawan, maka harus memiliki keberanian untuk melaporkan.

Karena diam bukanlah sebuah jalan keluar, itu sebabnya mengapa korban harus melaporkan bahwa ia mengalami perundungan, selain agar tidak berdampak panjang untuk dirinya juga untuk membuat para pelaku berhenti melakukan tindakan bullying.

Pelaku bullying harus mendapatkan sanksi agar mereka jera dan berhenti merundung korban. Walaupun banyak kasus bullying pada anak-anak dan remaja yang dimana masih dibawah umur untuk dikenakan sanksi, tapi hal ini perlu diterapkan untuk memutus rantai perundungan yang ada disekolah ataupun luar sekolah.

Sanksi mungkin bisa dapat dipertimbangkan sesuai umur pelaku, meskipun masih dibawah umur sanksi yang diberi harus dapat membuat pelaku berhenti melakukan tindakan bullying.

Karena tidak semua pelaku bullying mengetahui tindakan mereka salah, yang mereka ketahui ialah bersenang-senang dengan cara berbeda dari yang lain. Pelaku bullying menganggap merundung orang adalah salah satu cara menunjukan bahwa merekalah yang berkuasa dan memiliki kekuatan diantara yang lain.

Maka dari itu pelaku bullying tidak hanya diberi pelajaran untuk membuat efek jera, namun diberi juga bimbingan konseling agar mental mereka menjadi stabil dan membantu meningkatkan empati dihatinya.

Namun tak hanya korban bully, pelaku bullying pun juga akan mendapatkan dampak buruk dari perilaku mereka dikemudian hari.

Beberapa dampak yang akan muncul pada pelaku bullying yaitu:

1. Rasa menyesal dan berdosa
2. Takut akan balas dendam yang akan dibalaskan korban mereka
3. Karma
4. Kesehatan mental yang kurang baik
Pelaku bullying memang harus ditindak dengan benar dan tepat agar pihak pelaku dan juga korban dapat tertolong bersama.

Pelaku memang bersalah telah melakukan tindak bullying, namun kita tidak tahu apa alasan mereka melakukannya. Dan dampak yang korban rasakan juga sangat memberi luka kepada dirinya. Maka harus adanya tindakan yang mencegah perilaku dan tindakan bullying ini