Dampak Pergaulan Bebas Pada Remaja

Avatar of news.Limadetik
Dampak Pergaulan Bebas Pada Remaja
FOTO: handiya Dwi Sukmawati

Oleh : Handiyah Dwi Sukmawati
Universitas Muhammadiyah Malang

____________________________

ARTIKEL – Teman adalah seseorang yang kita kenal dan seseorang yang mungkin atau mungkin tidak kita temui di beberapa titik. Mencari teman itu sangat mudah atau bahkan sangat mudah, kita cukup bertemu dengan orang yang tidak kita kenal, lalu mengajak mereka untuk bertemu, ketika kita sudah mengenalnya, kita bisa menganggap mereka sebagai teman. Saat berteman, kita tidak harus memilih teman berdasarkan paradigma buatan.

Misalnya, dia hanya ingin berteman dengan orang yang berasal dari kelas sosial yang lebih tinggi atau dengan orang yang dia anggap teman sejati. Jika kita membenarkan pemilihan teman dengan cara ini, motif berteman menjadi sangat dipertanyakan. Mungkin kita tidak terlalu menyukai mereka.

Teman tidak boleh didasarkan pada prinsip berjuang untuk mendapatkan karir. Persahabatan sejati datang dari orang-orang yang mungkin tidak berguna bagi kita dalam karir kita. Sebaliknya, kita mendapat manfaat dari persahabatan sejati. Tidak ada kepura-puraan.

Namun pada masa remaja merupakan masa-masa yang sangat tepat untuk mencari teman yang banyak. Akan tetapi, dalam mencari seorang teman kita harus memperhatikan pergaulannya yang baik dan mana yang buruk. Apakah teman tersebut sifat yang baik dan apakah teman tersebut adalah anak yang nakal atau mempunyai pergaulan yang bebas. Jika salah memikih teman, kita akan ikut terjerumus dengan apa yang teman lakukan tentang hal-hal yang tidak baik untuk dicontoh. Dalam hal ini, kita harus bisa membedakan mana teman yang baik dan tidak baik.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pergaulan adalah sebagai perbuatan berteman dalam kehidupan bermasyarakat. Pada saat yang sama, kata bebas berarti longgar atau tidak terikat. Dalam bahasa, ketidakpedulian bisa disebut persahabatan dalam kehidupan sosial, yang bebas atau tidak terikat. Pergaulan bebas juga diartikan sebagai perilaku menyimpang yang melanggar norma agama dan norma kesusilaan. Hal ini karena ada batasan dalam pergaulan yang perlu diperhatikan berdasarkan jenis kelamin, budaya, suku, agama dan lainnya.

Dalam pergaulan bebas kita harus mengetahui apa saja ciri-ciri seseorang melakukan pergaulan bebas. Pergaulan dapat kita ketahui beberapa ciri-cirinya yaitu orang itu tidak mempunyai tanggungjawab; tidak bijaksana dalam memanfaatkan waktunya hanya main game dan begadang; Melakukan seks bebas; berperilaku tidak baik di lingkungannya dan selalu merugikan orang sekitar; menghambur-hamburkan uang sesukanya hanya untuk kesenangan saja; mudah emosi, tidak sabar, tidak mau mengalah selalu membanggakan diri; dan suka merokok, minum alcohol & narkoba.

Remaja yang salah dalam bergaul akan memperoleh dampak yang buruk yang akan dialaminya. Oleh karena itu, kita harus mengetahui dampak dari pergaulan bebas yaitu sebagai berikut:

1. Hubungan Keluarga yang buruk salah satu dampak maksiat bersumber dari hubungan keluarga. Anak memilih acuh tak acuh karena orang tuanya sering bertengkar. Sikap anak terhadap kedua orang tuanya dapat berubah yang mudah emosi dan tidak sopan kepada orang tua.

2. Kejahatan pengaruh pergaulan bebas meningkatkan kejahatan. Perubahan sosial menimbulkan ketimpangan sosial dalam masyarakat. Kesenjangan sosial ini memicu kejahatan di masa remaja. Kaum muda ingin mendapatkan uang untuk hal-hal yang mereka inginkan. Kita dapat mencuri uang untuk mengumpulkan uang.

3. Kecanduan obat-obatan terlarang salah satu penggunaan obat-obatan terlarang adalah penggunaan obat-obatan terlarang. Ini menyangkut kecanduan obat-obatan terlarang yang berdampak buruk bagi kesehatan. Kecanduan ini bisa memicu overdosis yang berakhir fatal. Obat-obatan terlarang juga dapat memperlambat penyakit. Misalnya, HIV AIDS disebabkan oleh kecanduan narkoba.

4. Penyebaran penyakit pergaulan bebas, seperti seks bebas, narkoba dan merokok, berpengaruh terhadap kesehatan. Contoh penyakit yang disebabkan oleh gaya hidup yang tidak sehat adalah HIV AIDS, epilepsi, dan herpes. Penyakit berbahaya ini bisa menyerang siapa saja. Selain itu, penyakit ini dapat menyerang kaum muda di kemudian hari.

5. Prestasi yang lebih rendah masa remaja mempengaruhi keberhasilan sekolah. Misalnya, seorang anak memutuskan untuk menghabiskan waktu di warnet untuk bolos sekolah. Meskipun sekolah membantu anak untuk tumbuh dan menjadi lebih baik di masa depan. Pergaulan bebas dapat mengganggu waktu belajar dan menghambat prestasi anak.

Dari adanya dampak pergaulan bebas remaja, maka kita harus menghindarinya dengan melakukan kegiatan yang baik dan mencari teman yang memberikan dampak positif bagi kita agar mendapat manfaat dalam berteman. Oleh karena itu, ada cara yang dapat mengatasi pergaulan bebas yaitu:

1. Sosialisasi di sekolah salah satu cara meredam liberalisme adalah sosialisasi di sekolah. Dalam sosialisasi ini dibahas dampak dan bahaya pergaulan bebas agar para remaja dapat melakukan tindakan pencegahan.

2. Menjaga gaya hidup seimbang manajemen waktu, melakukan aktivitas positif dan belajar membantu mengurangi pergaulan bebas. Selain itu, Kita perlu meningkatkan prospek hidup untuk lebih baik di masa depan.

3. Adanya supremasi hukum peraturan dan sanksi hukum, bila ditegakkan secara tegas, dapat menjadi pencegah terjadinya perbuatan asusila.

4. Membaca buku salah satu cara menghindari kata-kata kotor adalah dengan memperbaiki penglihatan. Membaca dan mempelajari buku dapat meningkatkan pemahaman tentang efek dan bahaya peradaban.

5. Memikirkan masa depan salah satu cara untuk mengurangi pergaulan bebas adalah dengan memikirkan masa depan. Kita dapat membangun langkah, belajar dan bekerja keras. Melakukan hal-hal positif dapat mengurangi ketidakpedulian.

Dengan demikian, dalam mencari teman kita harus memperhatikan pergaulannya apakah baik atau buruk. Jika salah pergaulan maka kita harus menghadapi dampak dari resiko pergaulan bebas yang. Oleh karena itu, kita dapat mengambil cara untuk mengatasi pergaulan bebas.