DBHCHT Dinkes P2KB Sumenep Focus untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Avatar of news.Limadetik
DBHCHT Dinkes P2KB Sumenep Focus untuk Pelayanan Kesehatan Masyarakat
FOTO: Kepala Dinkes P2KB Sumenep, H.Agus Mulyono

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau atau DBHCHT pada Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Sumenep akan lebih focus pada pelayanan kesehatan masyarakat melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Besaran angaran untuk pelayanan kesehatan yang diambilkan dari DBHCHT tersebut sebesar Rp 11.1 Miliar dari Rp 15 Miliar DBHCHT yang diterima Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) tahun 2022.

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, H.Agus Mulyono saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa focus DBHCHT tahun 2022 untuk pelayanan kesehatan masyarakat secara menyeluruh yang akan diberikan melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk lebih memudahkan masyarakat mendapatkan pelayanan.

“DBHCHT tahun 2022 ini untuk Dinkes memang lebih kecil dari tahun sebelumnya. Namun penggunaan atau pemanfaatannya untuk layanan kesehatan lebih besar dari tahun 2021, yakni kita focus pada Kartu Indonesia Sehat atau KIS sebesar Rp 11 miliar 100 juta” katanya, Selasa (4/10/2022).

Agus mengatakan, Dinkes P2KB tahun 2022 ini hanya menerima DBHCHT sebesar Rp 15 miliar, lebih kecil dari tahun 2021. Namun akan lebih dimaksimalkan pada pelayanan kesehatan untuk masyarakat. Sedang sisanya sebesar Rp 4,9 Miliar akan dimanfaatkan untuk kebutuhan di masing masing puskesmas.

“Sisa Rp 4,9 miliarnya akan kita gunakan untuk peningkatan puskesmas, seperti pembelian ambulance yang sudah tidak layak pakai, kemudian pengadaan mesin genset di wilayah kepulauan serta alat kesehatan di sejumlah puskesmas baik daratan maupun kepulauan” terangnya.

Mantan Sekretaris Dinas Kesehatan itu menjelaskan, penggunaan Kartu Indonesia Sehat atau KIS untuk layanan kesehatan masyarakat boleh dimana saja, tidak hanya di wilayah Kabupaten Sumenep.

“KIS ini bisa digunakan dimana saja, mulai dari puskesmas di wilayah Sumenep. Termasuk juga di luar daerah Sumenep selama disitu ada kerjasama dengan BPJS Kesehatan” ungkapnya.

Kadinkes Agus berharap, dengan adanya Kartu Indonesia Sehat (KIS) masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas yang sudah disediakan pemerintah. Tentu, ini semua adalah upaya Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk terus memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal, sehingga tidak ada lagi masyarakat yang sakit tanpa diobati.

“Ini adalah wujud Bismillah Melayani, tentu dengan kesehatan gratis ini diharapkan tidak ada lagi masyarakat Sumenep yang tidak terlayani dalam kesehatan” tukasnya.