banner podcast

Dinilai Sepihak, Ketua DPRD Tolak Draft KUA PPAS Disayangkan Anggota Fraksi PKS

  • Bagikan
Dinilai Sepihak, Ketua DPRD Tolak Draft KUA PPAS Disayangkan Anggota Fraksi PKS
FOTO: Fathorasi, Anggota DPRD Bondowoso Fraksi PKS
Banner Iklan

BONDOWOSO, Limadetik.com – Penolakan draft KUA PPAS yang dikirimkan Bupati Bondowoso melalui Tim Anggaran kepada DPRD Bondowoso melalui Sekretaris Dewan (Sekwan) juga disayangkan Anggota Fraksi PKS, Fathorasi.

Menurutnya, kepastian informasi penolakan DPRD terhadap KUA PPAS diperoleh dari salah satu anggota Tim Anggaran yang mengantarkan langsung ke gedung DPRD pada Sabtu, Tanggal 22 nopember kemarin. Meskipun di satu sisi saat dikonfirmasi kepada ketua DPRD, H. A. Dafir beliau menolak atas tuduhan penolakan tersebut.

Karena penolakan terhadap KUA PPAS tidak sesuai dengan semangat yang diusung oleh pansus 1 yang berkomitmen menuntaskan pembahasan RPJMD agar bisa segera melakukan pembahasan APBD 2022 juga bertentangan dengan hasil saran dan arahan biro hukum provinsi Jatim kepada tim pansus l pada tanggal 10 Nopember.

Biro Hukum Provinsi Jatim menyampaikan arahan untuk Bondowoso melakukan koordinasi dengan Situbondo. Nah di Situbondo ini pembahasan KUA PPAS sudah selesai meskipun ada keterlambatan.

Kedua belah pihak antara legislatif dan eksekutif itu harus ada satu komitmen sebagaimana yang telah disarankan oleh biro hukum.

“Sebenarnya pada saat kita konsultasi ke biro hukum itu semuanya clear. Disana ada satu opsi, abaikan RPJMD perubahan dengan memakai RPJMD lama sebagai payung hukum untuk menyusun KUA PPAS” tegas Fathorasi.

Setelah KUA PPAS dibahas nanti, Fathorasi menambahkan, akan ditindaklanjuti dengan penyampaian rancangan APBD tahun 2022 oleh Pemerintah Daerah dan itu sudah disepakati bersama. Mau pakai RPJMD lama atau yang baru, KUA PPAS sepakat akan dibahas. Nah tapi kemudian sekarang itu diabaika. Ini yang sangat saya sayangkan.

“Jika kemudian ketua DPRD memerintahkan kepada Sekwan untuk menolak draft KUA PPAS, ini dasar pertimbangannya apa? Apakah selama ini sudah dikonsultasikan dengan anggota DPRD yang lain? Saya sebagai anggota DPRD Bondowoso sekaligus anggota pansus l belum pernah menerima atau ada pembahasan itu” ujar Fathorasi lebih lanjut.

Pria murah senyum ini juga mengatakan, bahwa dalam wujud rapat kordinasi unsur pimpinan ada ketua fraksi ketua komisi dan ketua DPRD sendiri. Ini belum ada pembahasan sama sekali mau menolak atau menerima.

“Nah ternyata, setelah eksekutif melalui tim anggaran menyerahkan draft KUA PPAS tadi malam itu, pak sekwan tidak menerima dengan alasan perintah pak ketua” terangnya.

Mekanismenya jelas penyerahan itu cukup melalui Sekwan yang kemudian dilaporkan pada ketua. Memang sudah terkonfirmasi satu minggu yang lalu bahwa ada isue jika ketua menolak rencana penyerahan draft KUA PPAS oleh eksekutif. Itu yang saya katakan belum ada pembahasan.

“Saya berharap pimpinan DPRD segera melakukan rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh unsur pimpinan di DPRD, terutama dengan para ketua fraksi dan ketua komisi dalam rangka klarifikasi tentang sikap penolakan terhadap penyerahan dokumen draf KUA PPAS” pungkasnya.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.