Dorong Inovasi UMKM Untuk Bangkitkan Ekonomi nasional

Avatar of news.Limadetik
Dorong inovasi UMKM Untuk Bangkitkan Ekonomi nasional
Ilustrasi UMKM

OLEH : Salwa Januwaryanti
Universitas Muhammadiyah Malang
Tahun 2022/2023

______________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Setelah melewati kontraksi ekonomi akibat pandemi covid, saat ini sejumlah negara mengkhawatirkan terjadi adanya isu ancaman resesi disebabkan oleh peningkatan inflasi global akibat supply disruption karena pandemi dan perang Rusia-Ukraina, yang disertai dengan adanya pengetatan kebijakan moneter di negara-negara maju.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa kondisi ekonomi Indonesia tahun 2023 optimis namun tetap waspada. Apindo atau singkatan dari Asosiasi Pengusaha Indonesia berpandangan bahwa hingga saat ini Indonesia belum mencapai di tahap resesi lantaran pertumbuhan ekonomi yang masih dalam tren positif. Pertumbuhan tersebut tentunya didukung, karena adanya aktivitas ekonomi pada UMKM.

Hariyadi B. Sukamdani selaku ketua umum Apindo mengatakan, bahwa kekuatan perekonomian Indonesia saat ini ialah berada pada pasar dalam negeri, salah satunya UMKM yang memiliki kontribusi yang cukup penting. Hal tersebut tentunya harus dijaga dan didukung pertumbuhannya.

Menurut Hariyandi, yang menjadi poin penting dalam menangkal resesi ialah bagaimana negara menjaga daya beli masyarakat melalui penyediaan lapangan pekerjaan, sementara para pelaku usaha UMKM menjadi salah satu pihak yang mampu menyerap tenaga kerja nasional kurang lebih mencapai 97%.

Dari angka tersebut, harapannya bisa bertahan dengan konsisten atau bahkan lebih banyak lagi, sehingga roda perkonomian di Indonesia akan terus bergerak. UMKM dapat menjadi penggerak utama roda perekonomian yang relatif tangguh sebagaimana yang telah terbukti Pada saat Indonesia dilanda oleh pandemi Covid-19.

UMKM juga membantu menyelamatkan negara dari masa krisis melalui sektor perekonomian. Hal ini dikarenakan UMKM mampu beradaptasi pada segala keadaan serta terus berkembang sehingga dapat membantu menopang kondisi perekonomian negara yang sedang jatuh.

Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, dengan jumlahnya mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha. Kontribusi UMKM terhadap PDB juga mencapai 60,5%, dan terhadap penyerapan tenaga kerja adalah 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

Meskipun UMKM memiliki peran penting dalam menggerakan perekonomian nasional, UMKM harus tetap melakukan inovasi terus menerus dalam mengembangkan usahanya. Inovasi diyakini dapat membuka peluang usaha dan lapangan kerja luas, terlebih UMKM yang berperan besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia.

Kesadaran akan pentingnya penguatan ekonomi kerakyatan melalui UMKM dalam keberlangsungan ekonomi nasional harus disertai dengan kebijakan dan regulasi dari Pemerintah untuk dapat mengelola dan meningkatkan peran UMKM itu sendiri agar dapat terus tumbuh dan berkembang sesuai kebutuhan zaman dan pangsa pasar.

Agar krisis tahun 2023 tidak mempunyai efek yang mendalam bagi UMKM, setidaknya terdapat tiga hal yang diperlukan.

Pertama, program digitalisasi yang semakin masif. Pemilik UMKM yang terhubung dengan layanan e-commerce bisa memberikan nilai tambah produk. Sehingga, jika terjadi penurunan jumlah konsumen, UMKM terkait bisa mencari target pasar yang lain.

Kedua, pembiayaan yang murah. Tanpa pembiayaan yang terjangkau, UMKM akan sulit meningkatkan produktivitas dan melakukan ekspansi usaha. Bank milik negara seharusnya bisa bekerjasama untuk memastikan kredit didapatkan dengan suku bunga yang terjangkau.

Dua hal diatas tentu sangat penting untuk kemudian diajdikan sebuah referensi secara nasioanal, agar tidak terjadi resesi yang lebih besar dikemudian hari, yang dampaknya pasti akan menyasar para pelaku UMKM di Indonesia.