Dua Sisi Antara Disiplin dan Prestasi, Bagaimana Korelasinya dengan Seorang Mahasiswa?

Avatar of news.Limadetik
Dua Sisi Antara Disiplin dan Prestasi, Bagaimana Korelasinya dengan Seorang Mahasiswa?
FOTO: Susi Lestari

OLEH: Susi Lestari
Prodi/Fakultas : Akuntansi/FEB Universitas Muhammadiyah Malang

________________________________

LIMADETIK.COM – Perubahan zaman yang diakibatkan kemajuan teknologi memberikan resiko negatif jika seseorang tidak bisa menggunakan perubahan tersebut dengan bijak. Begitulah ungkapan jika seseorang tidak bisa menggunakan kebebasan yang dimilikinya untuk membuat keputusan dan memilih tujuan sebaik mungkin.

Sebagai agen perubahan (agent of change) seorang mahasiswa harus dapat membawa perubahan yang baik dari adanya perubahan teknologi. Dengan adanya fenomena tersebut mahasiswa harus dapat meningkatkan nilai kedisiplinan agar dapat mengatur dirinya sebaik mungkin di dalam lingkungan kampus maupun bermasyarakat.

Disiplin merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap mahasiswa dalam mengendalikan dirinya menjadi lebih baik terutama dalam aspek tingkah lakunya sehari-hari. Di dalam lingkungan kampus, disiplin merupakan suatu kunci untuk menjadi pribadi yang tertib serta tunduk terhadap peraturan-peraturan yang telah dibuat. Dengan disiplin pula seorang mahasiswa dapat memanfaatkan waktunya sebaik mungkin sehingga menghasilkan tujuan yang memuaskan.

Kedisiplinan tersebut kerap hubungannya dengan prestasi seseorang. Hakikatnya jika seseorang memiliki tingkat kedisiplinan yang tinggi maka seseorang tersebut kerap memiliki sikap dan perilaku yang baik. Sehingga disiplin memiliki fungsi untuk mengendalikan setiap diri individu dalam mematuhi aturan yang ada. Kondisi inilah yang menyebabkan disiplin memiliki hubungan yang sangat erat dengan prestasi dari seorang mahasiswa.

Bagaimana Korelasi Disiplin dan Prestasi Belajar Mahasiswa?.

Secara umum korelasi merupakan suatu hubungan antara dua sifat (variabel) atau lebih yang menunjukkan hubungan yang searah. Kedisiplinan merupakan suatu pembentukan karakter dari seorang individu. Sehingga faktor kedisiplinan pertama kali seharusnya diajarkan oleh lingkungan keluarga. Apabila orang tua berhasil mendidik anaknya di rumah maka mereka akan membawa kedisiplinan tersebut setiap waktu.

Kedisiplinan seorang mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi terlihat ketika mahasiswa menjadikan peraturan di kampus sebagai pedoman dalam menanamkan sikap yang baik. Dengan usia yang sudah beranjak dewasa seorang mahasiswa seharusnya sadar bahwa kedisiplinan merupakan pedoman yang sangat penting dalam kehidupan.

Dengan disiplin maka mahasiswa dapat membentuk karakter yang baik dan akhirnya nanti dapat dipraktikkan di dalam kehidupan sehari-hari. Lalu bagaimana korelasi antara kedisiplinan dengan prestasi mahasiswa?.

Di dalam lingkungan kampus seorang mahasiswa diwajibkan disiplin karena akan mempengaruhi tingkat keberhasilan pembelajaran. Demikian korelasi disiplin dan prestasi belajar mahasiswa merupakan hubungan yang searah. Jika seorang mahasiswa memiliki komitmen belajar yang tinggi maka ia akan selalu melaksanakan kewajibannya sebagai seorang mahasiswa.

Hal inilah mengapa jika seorang mahasiswa telah menanamkan sikap disiplin maka akan memetik hasil yang baik dari perbuatan yang ia lakukannya misalnya memiliki prestasi belajar yang baik. Dengan sikap disiplin dari seorang mahasiswa maka ia akan melakukan tindakan sesuai langkah dan tujuan hidupnya.

Disiplin diri dari seorang mahasiswa dapat tecermin dari proses tindakan, perkataan, sikap dan waktu. Sehingga jika seorang tidak disiplin maka ia tidak akan mendapatkan prestasi belajar yang baik.

Korelasi kedisiplinan seorang mahasiswa dengan prestasi belajar dapat terlihat dari faktor internal maupun factor eksternal mahasiswa tersebut. Pertama merupakan faktor internal yang berkaitan terhadap kondisi dari dalam mahasiswa tersebut misalnya keadaan fisik maupun psikis. Sedangkan faktor eksternal atau faktor yang berasal dari lingkungan luar dapat meliputi kebiasaan keluarga dan kondisi masyarakat.

Pada faktor internal tingkat kedisiplinan dipengaruhi oleh minat dan motivasi. Apabila seorang mahasiswa kurang memiliki minat maka sangat sulit keinginan atau doronganya untuk melakukan suatu kegiatan. Sedangkan pada faktor eksternal terlihat pada lingkungan pergaulan mahasiswa. Apabila lingkungan pergaulanya kurang baik maka kedisiplinanya akan terpengaruh.

Misalnya ikut-ikutan tidak mengumpulkan tugas akan berpengaruh kepada prestasi belajar mahasiswa yang buruk. Contoh lainnya dapat terlihat ketika mahasiswa datang terlambat ke kampus maka akan mempengaruhi prestasi belajarnya di kemudian hari.

Oleh sebab itu disiplin merupakan suatu sikap yang harus ditanamkan sedari kecil karena akan mempengaruhi sesorang beranjak ke perguruan tinggi. Menjadi seorang mahasiswa kita harus memiliki minat dan motivasi yang tinggi terhadap sesuatu sehingga timbul dorongan untuk konsisiten. Begitupula kita harus memilih pergaulan yang baik agar sikap disiplin itu nantinya timbul di dalam diri kita.

Apabila seorang mahasiswa tidak disiplin maka proses pembelajaran tidak akan berjalan dengan lancar sehingga dampaknya tadi akan berpengaruh terhadap prestasi belajarnya. Seorang mahasiswa juga harus memanfaatkan waktu sebaik mungkin agar dapat menyelesaikan tugas-tugas kuliah dengan tepat waktu.

Demikian korelasi kedisiplinan dan prestasi belajar mahasiswa memiliki hubungan yang linear (searah) serta memiliki hubungan yang timbal balik.

Meningkatkan Kedisiplinan Mahasiswa dengan Manajemen Waktu.

Apabila seseorang memiliki manajemen waktu yang baik maka kemungkinan besar ia akan sukses. Begitulah ungkapan bagi seseorang yang memiliki disiplin diri yang baik dalam aspek memanfaatkan waktu. Sebagai seorang mahasiswa manajemen waktu merupakan kunci keberhasilan yang akan berpengaruh terhadap prestasi belajar.

Jika seorang mahasiswa disiplin maka tentu ia akan berprestasi karena tentunya akan memanfaatkan waktu sebaik mungkin, tidak menyia-nyiakan waktu ketika ada waktu luang serta dapat bijak terhadap keputusan dalam membagi waktu. Namun saat ini banyak fenomena mahasiswa tidak bisa memanajemen waktu yang baik antara bekerja, menuntut ilmu serta waktu untuk istirahat. Sehingga banyak mahasiswa yang gagal akibat tidak mampu mengatur waktu dengan baik.

Demikian benar korelasi kedisiplinan dengan prestasi belajar akan sejalan karena jika seseorang tidak disiplin maka hasilnya akan buruk.

Oleh sebab itu seorang mahasiswa harus membudayakan sikap disiplin di dalam kehidupan sehari-hari dengan tidak bermalas-malasan, menunda pekerjaan serta menganggap setiap pekerjaan menjadi sebuah beban. Perspektif seperti itu merupakan pemikiran buruk yang harus dibuang. Sebagai seorang mahasiswa kita harus pandai menjadwalkan segala kegiatan dalam menguasai diri untuk hidup disiplin.

Sebagai seorang mahasiswa pula kita harus konsisten terhadap apa yang kita lakukan seperti menyusun jadwal untuk belajar, untuk beristirahat, serta untuk bermain. Dengan disiplin diri maka menciptakan hari esok yang lebih cerah. Sehingga disiplin yang kita tanamkan pada hari ini akan mempengaruhi hasil yang kita tanamakan di masa depan.