Dukung Produk Makanan Berlabel Halal, Mahasiswa FH UMM Gelar Sosialisasi Sertifikasi Halal Terhadap Pelaku UMKM

Avatar of news.Limadetik
Dukung Produk Makanan Berlabel Halal, Mahasiswa FH UMM Gelar Sosialisasi Sertifikasi Halal Terhadap Pelaku UMKM
FOTO: Mahasiswa Fakultas Hukum UMM sedang Melaksanakan sosialisasi Sertifikasi Halal pada salah satu pelaku UMK, Malang, Senin (7/11/2022).

LIMADETIK.COM, MALANG – Sesuai dengan Pasal 2 PP 39 Tahun 2022 yang mengatur bahwa produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di wilayah Indonesia wajib bersertifikat halal. Dengan adanya aturan tersebut, Mahasiswa Fakultas Hukum (FH) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang diwadahi oleh Laboratorium Hukum melalui mata kuliah Program Latihan Kemahiran Hukum, melakukan kegiatan sosialisasi mengenai Sertifikasi halal khususnya pada produk makanan.

Kelompok sosisalisasi ini terdiri dari Cici Mufarrohah, Arif Yuda Aldianto, Azka Andika Aziz, Jihan Nurlaili, Fatur Rizky Suwandanu, dengan dosen pengampu Intan Khoirun Nisa’, S.H sukses melakukan sosialisasi sertifikasi halal pada Produk ricebox “eat and go” milik Farhan HR.

“Pada tanggal 07 November 2022 kami melakukan sosialisasi ini dan disambut dengan baik oleh mas Farhan, kami menyampaikan bahwasannya sebuah produk makanan sangatlah penting jika sudah berlabel logo halalnya agar masyarakat memiliki keyakinan dan kepercayaan akan kualitas dari produk makanan tersebut” kata Cici Mufarrohah.

Selain itu, kata Coci, banyak juga keuntungan yang diperoleh ketika pelaku usaha melakukan pendaftaran sertifikasi halal pada produk makanan yang dijual. Salah satunya yaitu melalui sertifikasi dan label halal dapat mengundang pelanggan loyal yang bukan saja diminati oleh muslim tetapi juga masyarakat non-muslim; Menjamin keamanan produk yang dikonsumsi; dan Memiliki keuntungan yang kompetitif dan citra positif.

“Disamping manfaat/keuntungan dari sertifikasi halal yang dijelaskan diatas, kami juga memberikan arahan kepada pelaku usaha, mengenai bagaimana tata cara pendaftaran sertifikasi halal, dokumen yang diperlukan, serta kemana harus melakukan pendaftaran, dan juga jangka waktu yang diperlukan dari awal proses pendaftaran hingga terbitnya sertifikat halal” terangnya.

“Melalui sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan pemikiran yang terbuka bagi para pelaku usaha untuk segera mendaftarkan produk usaha makanan yang mereka produksi agar mendapatkan sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI)” tambahnya.