Efektivitas Penggunaan Hutang Jangka Terhadap Profitabilitas pada Suatu Perusahaan

Avatar of news.Limadetik
Efektivitas Penggunaan Hutang Jangka Terhadap Profitabilitas pada Suatu Perusahaan
Ilustrasi

OLEH : Rafika Carolina Falincia
PRODI : Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

______________________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Dalam sebuah usaha untuk mendapatkan keuntungan dan mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan sangatlah tergantung pada bagaimana pihak manajemen perusahaan dalam mengatur modalnya dalam artian mencari, mengumpulkan maupun mengalokasikan dana yang telah diperoleh. Untuk menghadapi persaingan bisnis yang kompetitif, suatu perusahaan harus benar-benar memperhatikan hal yang sangat penting, yaitu modal.

Perusahaan harus memperhatikan hal tersebut, terutama dalam penggunaan dana. Pendanaan bisa berasal dari sumber internal dan sumber eksternal perusahaan. Dalam kondisi tertentu, perusahaan dapat menutupi kebutuhan dananya dengan memprioritaskan sumber yang berasal dari internal, tetapi karena adanya pertumbuhan perusahaan menyebabkan kebutuhan pembiayaan semakin besar. Untuk memenuhi kebutuhan dana tersebut, perusahaan harus menggunakan sumber pembiayaan yang berasal dari eksternal perusahaan yaitu hutang.

Hutang adalah kewajiban untuk menyerahkan uang, barang atau jasa kepada pihak lain di kemudian hari sebagai akibat dari transaksi yang telah terjadi di masa lalu atau sebelumnya. Dilihat dari jangka waktu pelunasan hutang dapat dibagi menjadi dua kelompok yaitu hutang jangka pendek dan hutang jangka panjang. Adapun untuk macam-macam jangka panjang adalah sebagai berikut Kredit Investasi, Hutang Obligasi, Hutang Hipotek, Wesel Bayar, Hutang kepada Pemegang Saham atau Perusahaan Induk atau Perusahaan Afiliasi, Hutang Subordinasi, Bridging Loan, Hutang Leasing, dll.

Namun, dalam penggunaan hutang, perusahaan harus berhati-hati dengan risiko yang akan timbul dari penggunaan hutang tersebut. Karena dana pinjaman yang berasal dari eksternal perusahaan akan menyebabkan masalah bagi perusahaan yang berhubungan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya, baik itu berupa kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjangnya. Masalah yang dihadapi perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek maupun jangka panjangnya disebut sebagai likuiditas.

Oleh karena itu, dalam mengambil sebuah keputusan untuk menggunakan modal dari pihak eksternal yaitu hutang, perusahaan harus memperhatikan keseimbangan modal perusahaan dan modal dari pihak eksternal yang akan digunakan. Dan juga perusahaan harus menentukan besar pinjaman yang harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Penentuan menambah sumber dana dari pihak eksternal dengan hutang jangka panjang harus bisa seefektif mungkin, karena apakah dengan pinjaman yang diperoleh tersebut akan mampu membantu perusahaan dalam menjalankan operasionalnya dan dapat
menghasilkan banyak keuntungan dibandingkan dengan periode-periode sebelumnya.

Hal ini harus ditinjau sebaik mungkin. Dengan adanya pinjaman tersebut apakah akan mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan serta kontinuitas perusahaan. Selain hutang yang digunakan untuk membiayai segala aktivitas perusahaan, terdapat juga masalah yang penting yaitu profitabilitas karena menyangkut kontinuitas kehidupan perusahaan. Suatu perusahaan harus selalu dalam keadaan menguntungkan, karena tanpa profitabilitas perusahaan akan mengalami kesulitan untuk menarik modal dari pihak eksternal.

Pihak manajemen suatu perusahaan akan selalu berusaha meningkatkan profitabilitas, karena profitabilitas sangat penting bagi masa depan perusahaan. Profitabilitas menggambarkan kinerja perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua kemampuan dan sumber daya yang ada seperti aktivitas penjualan, yang mana penjualan bisa dikatakan mengalami keuntungan jika harga barang yang dijual lebih besar dari modal yang dikeluarkan.

Dalam mengukur tingkat keuntungan, terdapat cara yang disebut dengan rasio profitabilitas yaitu untuk mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang dinyatakan dengan tingkat keuntungan yang dicapai selama tahun tersebut dalam kaitannya dengan penjualan maupun investasi. Rasio profitabilitas tersebut dapat dihitung dengan beberapa cara berikut ini Gross Profit Margin, Net Profit Margin, Return On Assets, Return On Equity, Return On Sales, Return On Investment, dan Earning per Share.

Jadi, efektivitas penggunaan hutang jangka panjang terhadap profitabilitas pada suatu perusahaan yaitu dilihat dari besar pinjaman yang harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Jika kebutuhan suatu perusahaan membutuhkan banyak dana dan mampu membantu perusahaan dalam menjalankan operasionalnya dan dapat menghasilkan banyak keuntungan dibandingkan dengan periode periode sebelumnya maka efektivitas dari penggunaan hutang jangka panjang dapat dikatakan efektif. Dan jika sebaliknya, maka efektivitas dari penggunaan hutang jangka panjang dapat dikatakan tidak efektif.