banner podcast

Ekonomi Sumenep Stagnan, Hairul Anwar: Perlu Trobosan Nyata dari Pemerintah

  • Bagikan
Ekonomi Sumenep Stagnan, Hairul Anwar: Perlu Trobosan Nyata dari Pemerintah
FOTO: Hairul Anwar ST.MT saat wawancara khusus di ruang kerjanya
Banner Iklan

SUMENEP, LimaDetik.Com – Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur masih stagnan, pemrintah dalam hal ini perlu trobosan baru untuk lebih meningkatkan semua sektor, baik itu pertanian, perikanan, UMKM maupun pariwisata.

Itu dikatakan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Sumenep Hairul Anwar ST.MT saat melakukan wawancara melalui vodcast limadetik.com di ruang kerjanya di Jalan Basuki Rahmat No.8A Pajagalan, Kota Sumenep.

Ia melihat, pemerintah Kabupaten Sumenep masih harus melakukan beberapa trobosan dalam rangka meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Baik itu melalui peningkatan UMKM dan peningkatan kreatifitas masyarakat untuk bisa bersaing dengan daerah lain dalam peningkatan daya jual beli.

“Ekonomi itu apa kata kebijakan pemerintah sebenarnya. Jika ingin menjalankan roda perekonomian masyarakat maka harus dilakukan program yang memang bisa mengangkat ekonomi masyarakat dengan memberdayakan pelaku UMKM dan menggenjot sektor lainnya” katanya, Selasa (6/4/2021).

Di tengah obrolannya bersama Host Afifah, pengusaha muda ini juga memaparkan bahwa Kabupaten Sumenep sejatinya memiliki banyak potensi yang perlu digali dan dikembangkan. Salah satunya sektor pertanian yang khas dimiliki sumenep.

“Kita (Sumenep) ini memiliki sektor pertanian khas. Seperti buah melon kangean yang memang berbeda dengan tanaman melon lainnya, ini menurut saya harus dikembangkan mengingat buah melon ini sudah dikenal sampai ke luar pulau jawa, bahkan ke luar negeri” terangnya.

Selain buah melon kangean, dia juga menyebutkan ada tanaman bawang merah yang dimiliki Sumenep di mana bawang tersebut memang khas karena ada perbedaan dengan bawang dari luar daerah.

“Bawang kita juga bagus dan khas. Dan memang berbeda dengan bawang bawang merah lainnya dari luar Sumenep, saya rasa ini bisa dikembangkan. Belum lagi yang lainnya masih banyak tinggal bagaimana pemerintah kita di Sumenep ini melakukan trobosannya seperti apa” ungkapnya.

Diakhir obrolan santainya, pria yang cukup terkenal dermawan itu sedikit menyinggung perekonomian masyarakat sumenep bisa dikatakan dalam keadaan stagnan, sehingga sumenep masuk dalam peringkat kedua termiskin se Jawa Timur. Kendati demikian, ia meminta seluruh elemen masyarakat agar tetap ikut membantu pemerintah membangkitkan perekonomian.

“Semua elemen masyarakat harus bangkit bersama sama membantu pemerintah dalam meningkatkan perekonomian saat ini. Kalaupun kita berada dalam urutan kedua tingkat kemiskinan di Jawa Timur namun jangan menjadikan kita lemah” tukasnya.

(yd/yd)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.