G20 Menjadi Ajang Unjuk diri Budaya dan UMKM Indonesia di Mata Dunia

Avatar of news.Limadetik
G20 Menjadi Ajang Unjuk diri Budaya dan UMKM Indonesia di Mata Dunia
FOTO: Sylvia Wahyu Setyowati

Oleh : Sylvia Wahyu Setyowati
Prodi : Akuntansi
Universitas Muhamadiyah Malang

_______________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Dunia saat ini sedang memandang Indonesia sebagai presidensi G20. Hosting memiliki banyak manfaat bagi Indonesia di berbagai bidang, terutama dalam pemulihan ekonomi dan pariwisata pascapandemi Covid-19. Presidensi G20 ini merupakan pertama kalinya Indonesia sebagai negara berkembang menjadi tuan rumah pertemuan G20. Mengutip Kamus Hubungan Internasional dan Hubungan Diplomatik Khasan Ashar (2020), G20 pada awalnya didirikan sebagai forum komunikasi untuk menanggapi krisis global yang muncul pada akhir abad ke-20.

Kegiatan ini memiliki banyak manfaat bagi Indonesia saat menjadi presiden G20. Salah satunya adalah kemampuan membawa pariwisata dan produk lokal berkualitas ke kancah internasional. Forum G20 dipandang sebagai momentum yang tepat bagi Indonesia untuk meningkatkan perekonomian nasional, dimana ajang tersebut menjadi ajang pertemuan perwakilan berbagai negara. Ini juga merupakan peluang bagus untuk menegaskan diri Anda secara global.

Negara-negara G20 juga mendapatkan momentum untuk menggenjot industri pariwisata dari hulu ke hilir, mulai transportasi darat, laut, dan udara, biro perjalanan, hotel, dan restoran. Sektor UMKM juga merasakan dampaknya, seperti destinasi wisata, pemandu wisata, kuliner lokal, kerajinan tangan dan oleh-oleh.

Pengenalan Budaya dan Produk UMKM Indonesia Ke Hadapan Dunia

Pemerintah Indonesia telah memproduksi berbagai souvenir yang merupakan hasil kerajinan tangan dari berbagai daerah di Indonesia. Suvenir ini terdiri dari kain tie-dye bakau dan patung serta kerajinan lokal.

Suvenir bersama disiapkan oleh Sekretariat Negara (Kemensetneg) yang bertanggung jawab atas infrastruktur dan logistik KTT G20 di Bali. Berbagai cinderamata, termasuk patung dan kerajinan tangan dari berbagai daerah di Indonesia, menunjukkan kekayaan dan keragaman budaya masyarakat Indonesia.

Keanekaragaman budaya Indonesia lainnya yang dihadirkan pada delegasi KTT G20, khususnya
para delegasi, adalah kerajinan perak Jogjakarta yang unik. Kerajinan perak ini merupakan
rumah tradisional Tongkonan dari Toraja, Sulawesi Selatan. Kerajinan ini tidak hanya menampilkan bentuk rumah adat Toraja, tetapi juga pakaian adat pria yang disebut seppa tallung dan baju pokko wanita.

Barang perak lainnya antara lain alat musik sasando dari Nusa Tenggara Timur dan alat musik Sape dari Kalimantan. Kerajinan Kulit Abalone Ivory juga merupakan salah satu produk perak 925, dan bahan utamanya adalah cangkang abalon budidaya (bukan cangkang terlindung). Tentunya kerajinan ini akan dikemas dalam kotak berlapis beludru untuk memberikan kesan elegan dan berkelas.

Untuk memperkenalkan budaya Indonesia kepada dunia, pemerintah Indonesia juga memberikan souvenir berupa Keris Nogosari Ladrang Jogja oleh DIY Yogyakarta. Keris Ladrang terbuat dari perak berlapis emas dan dibuat di desa Aeng Tong Tong, Madura yang memiliki tradisi pembuatan keris. Keris dipilih karena merupakan warisan budaya Indonesia pertama yang diakui oleh UNESCO pada tahun 2008.

Selain cinderamata untuk para ketua delegasi, disiapkan pula cinderamata untuk mitra para kepala negara peserta KTT G20 berupa kipas cendana, tas kulit rotan, dompet dunyam, hand sanitizer, SOJAMU (Sowe Ora Jamu) . Produk. ) dan produk Jawa. Kipas cendana merupakan hasil karya tangan para pengrajin Bali. Terbuat dari bahan kayu cendana yang terkenal dengan aromanya yang tahan lama, serta eboni, kipas angin ini dihiasi dengan logo G20 berlapis emas dan berlapis perak 925 untuk memberikan kesan elegan dan berkualitas Indonesia.

Kehadiran kerajinan tangan khas dan produk lokal buatan Indonesia di G20 tidak hanya menyegarkan tetapi juga meninggalkan kesan mendalam akan keindahan, keunikan, kekayaan dan keragaman budaya seluruh delegasi yang hadir dalam rangkaian pertemuan tingkat tinggi ini. Kampanye ini bertujuan untuk menyebarkan kerajinan dan produk lokal Indonesia ke seluruh dunia.

Ragam produk budaya nasional turut mengembangkan produk-produk dalam negeri khususnya produk UMKM dengan menonjolkan dan memberikan panggung karya-karya unggulan yang menjadi kebanggaan bangsa Indonesia. Seluruh kain dan souvenir yang diproduksi nantinya dapat dibeli oleh wisatawan domestik maupun mancanegara di fasilitas produksi produk tersebut dan melalui berbagai platform digital.

Momen langka itu memperlihatkan berbagai kepentingan di negeri khatulistiwa, salah satunya kepemimpinan untuk menghidupkan perekonomian Indonesia. Menurut para ahli, acara ini menyoroti kepemimpinan Indonesia dalam diplomasi internasional dan ekonomi di kawasan ASEAN, karena Indonesia merupakan satu-satunya negara di ASEAN yang menjadi anggota G20.

Indonesia adalah salah satu negara yang mendapat perhatian khusus dunia dalam hal ekonomi dan pariwisata. Indonesia bisa bangga menunjukkan semua kemajuannya. Ini harus menjadi titik awal pemulihan ekonomi Indonesia.

Ini adalah cara untuk mempresentasikan keunikan dan keunggulan Indonesia kepada dunia dan untuk mempromosikan pariwisata yang ada. Berbagai produk wisata dan unggulan dapat dihadirkan dalam pertemuan G20. Diharapkan perekonomian Indonesia dapat terus berkembang dan tumbuh.