banner podcast

Gagal tembus PIMNAS, Malah Sabet Medali Emas Internasional

  • Bagikan
Gagal tembus PIMNAS, Malah Sabet Medali Emas Internasional
FOTO: Lima Mahasiswa UMM peraih Medali Emas
Banner Iklan

MALANG, Limadetik.com – Kegiatan pembelajaran selama pandemi Covid-19 hanya dapat dilaksanakan secara daring dikarenakan kebijakan pemerintah untuk membatasi aktivitas masyarakat. Hal ini tidak menyurutkan langkah lima mahasiswa UMM yang tergabung dalam tim RaGung (Rambut Jagung) sebutannya, untuk berinovasi.

Berawal dengan keprihatinan kondisi sosial ekonomi petani jagung yang ada di kota Batu, Jawa Timur. Selama pandemi Covid-19 harga jagung di pasaran terus menurun, sedangkan beberapa bagian dari tumbuhan jagung hanya akan berakhir sebagai limbah.

Tim RaGung UMM ini berinovasi membuat pemberdayaan masyarakat dengan mengolah limbah rambut jagung menjadi minuman berkhasiat.

“Berawal dari keprihatinan kita dengan kondisi petani jagung, kita tergerak untuk berinovasi dan berhasil di danai Dikti dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), meskipun belum berhasil masuk ke PIMNAS” ungkap Aggy, salah satu anggota tim RaGung UMM, Rabu (3/11/2021).

Bukan mahasiswa UMM namanya jika patah semangat dan tidak melanjutkan inovasi yang ada. Para mahasiswa tim RaGung ini terus mengembangkan produknya yang dituliskan sebagai gagasan konkret untuk ajang bergengsi tingkat internasional, yaitu International Science And Invention Fair (ISIF) 2021.

Gelaran kegiatan internasional ini berlangsung selama tujuh hari (secara daring, red), dan puncak acara yaitu pengumuman pemenang dilaksanakan pada tanggal 1 November 2021 kemarin.

Berawal dari niat tulus tim RaGung UMM untuk membantu perekonomian petani jagung nampaknya membawa kebarokahan untuk tim ini. Tim RaGung UMM berhasil menyabet Gold Medal dalam kegiatan internasional yang dilaksanakan oleh Indonesia International Institute for Life Science (I3L), berkolaborasi dengan Indonesia Young Scientist Association (IYSA), dan International Music, Science, Energy, and Engineering Fair (BUCA IMSEF, Turki).

Unsur yang dinilai dalam ajang ini meliputi penilaian abstrak, poster, full paper, serta kegiatan presentasi. Inovasi yang di usung oleh tim UMM adalah menekankan kebermanfaatan inovasi minuman RaGung dalam upaya pemberdayaan masyarakat petani jagung di Batu.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari perjuangan dan perbedaan latar belakang disiplin keilmuan yang membuat mereka lebih holistic dalam mendesain inovasinya. Tim ini terdiri atas Siti Mariyatul Qibtiyah (sebagai ketua) dan Aggy pramesti Wary dari Pendidikan Biologi, Olivia Margareta dari Pendidikan Bahasa Inggris, Siti Rofiatul Sazjiyah dari Sosiologi, dan Eginuari Ilhani dari Ilmu Hukum.

“Gold Medal yang diraih oleh tim RaGung UMM ini merupakan bonus atas kerja keras yang kami lakukan. Namun bukan sebagai akhir dari program pengabdian kami, bahkan sebaliknya ini adalah titik awal usaha kami untuk lebih meningkatkan eksposure terhadap produk minuman RaGung agar produksi minuman ini terus meningkat untuk kesejahteraan para petani jagung di Batu” ungkap Ria selaku ketua tim RaGung UMM.

Salah satu dosen pembimbing tim RaGung Bapak Moh. Mirza Nuryady, M.Sc juga menyatakan bahwa “semangat mahasiswa tim Ragung UMM ini perlu diapresiasi, pasalnya dalam setiap penyampaian laporan mereka selalu menunjukkan outcome yang bagus, serta daya juang untuk tidak cepat putus asa juga sangat saya acungi jempol” pungkasnya.

Dari sini kita dapat mengambil hikmah bahwa tidak selamanya apa yang menurut kita baik, belum tentu menurut tuhan baik dan tuhan telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari itu. Tidak terpilih sebagai tim yang masuk ke ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), ternyata membawa tim RaGung UMM mendapatkan medali emas dalam gelaran internasional lainnya yang tentunya menjadi kebanggaan untuk institusi UMM.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.