Gandeng PWI Sumenep, HMI Komisariat Lancaran Gelar Sekolah Jurnalistik

Avatar of news.Limadetik
Gandeng PWI Sumenep, HMI Komisariat Lancaran Gelar Sekolah Jurnalistik
FOTO: Pemateri, Achmad Wahyudi (kiri) dan Moderator, Wahyudi Afrizal
Banner Iklan

LIMADETIK.COM, SUMENEP – Dalam upaya menumbuhkan spirit literasi di era digitalisasi dan sebagai publikasi informasi terhadap serangkaian kegiatan komisariat. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat lancaran melalui bidang informasi dan teknologi (Infotek) gelar kegiatan sekolah jurnalistik dengan menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumenep sebagai pembicara.

Kegiatan tersebut berlangsung di UPT. Pertanian Guluk-guluk Kabupaten Sumenep pada pukul 08.00 WIB- Selesai, Senin (17/10/2022).

Dalam prolognya Achmad Wahyudi yang mewakili PWI sebagai pemateri mencoba menstimulasi serta memotivasi peserta untuk jatuh cinta pada dunia tulis menulis, hingga pada poin intinya mencurahkan pengetahuan seputar jurnalistik itu sendiri, sistematika penulisan berita, perbedaan wartawan dan jurnalis, hingga pada sejarah diantara keduanya.

Menurutnya, Jurnalis itu lebih kepada pemeran atau aktornya sedang jurnalistik itu merupakan reaksi orang itu sendiri dalam menghimpun data, informasi yang kemudian ditulis, dan sebagai hasil penulis itu disebut jurnalistik.

“Mengenai sejarah diantara keduanya (Wartawan dan Jurnalis) sebenarnya tidak ada bedanya, sebelas dua belas, hanya saja, Jurnalistik itu terbit dengungnya di belahan barat sedang kita di Indonesia lebih mafhum menyebutnya wartawan sebagai pegiat media” ungkapnya.

Lebih lanjut Ketua SMSI Sumenep yang biasa disapa Bang Wahyu ini menambahkan, bahwa teori itu hanyalah berdasarkan pada pemikiran setiap pelaku saja, tetapi praktek itu yang terpenting, namun kata dia, praktek saja tidak cukup tanpa ada landasan teori untuk mengurai tulisan secara rapi. “Dan yang terpenting lagi bagaimana kemudian bisa menepis rasa malas itu agar produktif dalam menulis, itu saja” kata dia.

Gandeng PWI Sumenep, HMI Komisariat Lancaran Gelar Sekolah Jurnalistik
FOTO: Pemateri bersama peserta Sekolah Jurnalistik HMI Komisariat Lancaran

Karena menulis itu sebut Wahyu, adalah suatu keharusan bagi komunitas sebesar ini (HMI, red). “Tidak cukup bagi kita hanya cakap dalam berdialektika, melakukan kajian dan semacamnya tetapi geliat literasi itu harus juga digalakkan guna mengimbangi gerak komisariat lebih progresif dan massif kedepannya”Jelasnya” tegasnya.

Wakil Ketua II PWI bidang SDM itu juga menegaskan bahwa muatan berita itu tidak harus terpenuhinya unsur 5w + 1h, namun 3 W tercapai itu sudah bagus, yang terpenting objek lanjut dia, dapat diindetifikasi, semisal dimana pohon itu tumbang, apa penyebabnya dan kapan terjadinya. “Kalau 5w + 1h di fulkan saya pastikan tidak ada tulisan yang masuk di Sumenep ini” tegasnya.

Selanjutnya dia memberikan arahan bahwa dalam menaikkan berita itu tidak serta merta seorang menulis dan langsung mempublishnya, namun harus melalui fase pencarian data hingga pada pengolahannya. “Itu karenanya, dalam dunia wartawan atau jurnalis dikatakan, menulis dan mengolah informasi atau sekumpulan cacatan yang didapatkan untuk menjadi informasi atau berita” ujarnya.

Disaat penyampaian usai, para peserta diberi porsi waktu atas pandu moderator untuk melontarkan pertanyaan-pertanyaan
termasuk diantara pertanyaan itu adalah bagaimana cara memulai menulis berita dengan data yang sudah lengkap dan memunculkan headline pada inti dari pemberitaan yang dijabarkannya.

“Saya fikir, kegiatan sekolah jurnalistik ini cukup berjalan efektif tanpa kendala, berharap setelahnya potensi serapan pengetahuan peserta dapat maksimal agar setelah ini website media lancaran dapat difungsikan sebagai mestinya” pngkasnya.