banner podcast

Gelar Istighotsah, Cara Muslimat NU DKI Mendoakan Bangsa Indonesia di HUT RI ke-76

  • Bagikan
Gelar Istighotsah, Cara Muslimat NU DKI Mendoakan Bangsa Indonesia di HUT RI ke-76
FOTO: Webinar Muslimat NU DKI Jakarta dalamrangka mendoakan Bangsa Indonesia
Banner Iklan

JAKARTA, Limadetik.com – Jelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-76, Muslimat NU DKI Jakarta punya cara sendiri untuk mendoakan keselamatan Bangsa Indonesia sekaligus mengenang perjuangan para pejuang terdahulu.

Adapun cara Pimpinan Muslimat NU DKI Jakarta mendoakan Bangsa Indonesia dengan cara menggelar Istighotsah dan Do’a Keselamatan Bangsa bertema “Wujudkan Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh” pada, Sabtu (14/8/2021).

Diangkatnya tema tersebut bukan tanpa alasan, tentu karena bertepatan dengan dua momentum, yaitu Tahun Baru Hijriah dan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 yang digelar secara virtual.

Ketua PW Muslimat NU DKI Jakarta, Hj. Hisbiyah Rochim dalam sambutannya menyampaikan, do’a bersama dilakukan sebagai upaya memohon pertolongan kepala Allah SWT agar Bangsa Indonesia terselamatkan dari segala marabahaya dan segera terbebas dari wabah penyakit yang melanda bangsa ini.

“Momentum pada bulan ini ada dua, yaitu Tahun Baru Hijriah pada 10 Agustus kemarin. Kemudian, peringatan 76 tahun kemerdekaan Indonesia yang sebentar lagi akan kita peringati bersama, untuk itu kami PW Muslimat NU DKI Jakarta mengajak kepada seluruh anggota Muslimat NU untuk bersama-sama mendoakan bangsa Indonesia agar menjadi bangsa yang tangguh dan bangkit menjadi bangsa yang sejahtera,” ujarnya.

Hj. Hisbiyah menilai, spirit tahun baru hijriah di tengah pandemi Covid-19 menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, dengan cara memperbanyak membaca shalawat dan doa bersama, agar Allah SWT menghilangkan Covid-19 dari bumi Indonesia maupun di seluruh dunia.

“Dalam situasi seperti saat ini, sangat penting meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama, mari kita saling bantu saudara-saudara kita yang sedang sakit maupun yang sedang berjuang mencari nafkah. Bantuan tidak hanya berupa materi, tapi bisa dengan kekuatan doa yang kita panjatkan bersama pada hari ini” pintanya.

Lebih lanjut Hj. Hisbiyah menyampaikan, tahun baru hijriah juga menjadi semangat memperingati kemerdekaan Indonesia yang ke-76. Usia kemerdekaan Indonesia saat ini sudah sangat matang, bukan lagi mengajak meningkatkan persatuan dan kesatuan, tapi bagaimana menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia agar tetap kuat.

“Usia kemerdekaan Indonesia tidak lagi muda, dan sudah cukup matang. Mari kita jaga, kita perkuat persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indonesia dari Sabang sampai Merauke bersama-sama menjaga Kemerdekaan Indonesia, bersama-sama berjuang melawan pandemi Covid-19 ini” jelasnya.

Baginya, memperingati kemerdekaan indonesia bukan hanya cinta kepada tanah air, tapi bagaimana bangsa Indonesia selamat dari pandemi Covid-19. Karenya ia mengajak kepada seluruh anggota Muslimat NU dan seluruh masyarakat Indonesia untuk saling mendoakan, saling membantu, dan saling menjaga.

“Saling mendoakan seperti yang kita lakukan pada hari ini, kita bersama-sama mendoakan keselamatan bangsa Indonesia. Kemudian mari kita saling membantu sesama anggota maupun tetangga sekitar kita, dan saling menjaga dengan menerapkan protokol kesehatan 5M (Mencuci tangan, Memakai masker, Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan, dan Mengurangi mobilitas)” paparnya.

Disamping prokes 5M tadi, Hj. Hisbiyah juga mengajak kepada masyarakat untuk mengikuti program vaksinasi Covid-19 sebagai bentuk ikhtiar untuk mempercepat mewujudkan kekebalan kelompok (Herd Immunity) di Indonesia.

“Semoga apa yang sudah diusahakan oleh pemerintah Indonesia dalam menanggulangi Covid-19 saat ini didukung dan dipatuhi oleh masyarakat di seluruh Indonesia, baik di desa maupun di perkotaan dengan prokes 5M dan vaksinasi Covid-19. Sehingga Indonesia akan menjadi negara yang tangguh dan tumbuh sesuai dengan tema HUT RI ke-76 nanti,” tandasnya.

Sementara, pada kesempatan tersebut, Pengasuh Pondok-Pesantren Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur KH. Agoes Ali Masyhuri menitipkan pesan untuk para peserta di acara webinar, agar kiranya dalam perbuatan sehari-hari manusia bisa membedakan antara kebenaran dan kebatilan, sehingga dalam perjuangan selalu istiqomah.

“Usahakan tetap istiqamah berjuang, karena hidup adalah pergulatan antara kebenaran dan kebatilan. Jika anda tidak menyibukkan diri dengan kebenaran, maka anda akan disibukkan oleh kebatilan” kata KH. Agoes Ali Masyhuri.

Nampak hadir dalam acara webinar, Ketua Umum PP Muslimat NU Hj. Ibu Khofifah Indar Parawansa yang di wakili Ketua 1 PP Muslimat NU, Prof. Dr.Hj.Sri Mulyati,M.A, dan Sekum PP Muslimat NU, Drg.Hj.Ulfah Masfufah M.Kes. Ketua PWNU DKI Jakarta, dan diikuti oleh anggota dan pengurus Muslimat NU se-Indonesia dan Pengurus Cabang Istimewa (PCI) Muslimat NU Luar Negeri.

(yd/ls)

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.