banner podcast

Gempur Rokok Ilegal, Berikut Delapan Kecamatan Jadi Sasaran Satpol Pol PP Sumenep dan Tim Gabungan

  • Bagikan
Gempur Rokok Ilegal, Berikut Delapan Kecamatan Jadi Sasaran Satpol Pol PP Sumenep dan Tim Gabungan
FOTO: Petugas gabungan tempelkan stiker larangan menjual rokok ilegal di toko warga
Banner Iklan

LUMADETIK.COM, SUMENEPoi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Jawa Timur terus tekan peredaran rokok ilegal dengan cara memberikan edukasi dan imbauan kepada para penjual atau pemilik toko.

Berdasarkan data yang ada, operasi rokok ilegal tersebut sejak hari pertama hingga hari kedelapan yang sudah ditelusuri dari 193 toko hanya ditemukan 63 toko yang terdapat memperjual brlikan rokok ilegal diantaranya:

Senin (5/9/2022) di Kecamatan Manding dan Kecamatan Guluk-guluk dari 20 toko didapat 3 toko menjual rokok ilegal,

Selasa (6/9/2022), di Kecamatan Bluto dan Kecamatan Peragaan dari 20 toko didapat 8 toko menjual rokok ilegal

Rabu (7/9/2022), di Kecamatan Rubaru dan Dasuk, 20 toko didapat 9 toko menjual rokok ilegal.

Kamis (8/9/2022), di Kecamatan Dungkek dan Batang-batang, 21 toko didapat 7 toko menjual rokok ilegal.

Senin (12/9/2022), di Kecamatan Talango, Kalianget dan Kota, 31 toko didapat 6 toko menjual rokok ilegal.

Selasa (13/9/2022), di Kecamatan Gapura, Manding dan Batu Putih 31 toko, didapat 8 toko menjual rokok ilegal.

Rabu (14/9/2022), di Kecamatan Batuan, Lenteng dan Saronggi sebanyak 30 toko, didapat 10 toko menjual rokok ilegal.

Kamis (15/9/2022), di Kecamatan Pasongsongan dan Ambunten 20 toko, didapat 12 toko menjual rokok ilegal.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Sumenep, Drs Achmad Laili Maulidy mengatakan, tujuan operasi ini dilakukan guna untuk meminimalisir dan memutus mata rantai peredaran rokok ilegal di Kabupaten Sumenep, dengan cara memberikan edukasi dan sosialisasi terhadap bahayanya menjual rokok ilegal. Karena rokok ilegal tersebut sangat berdampak langsung pada perekonomian negara.

“Dari temuan kami pada hasil operasi itu sudah di inventarisir ke aplikasi Sistem Rokok Ilegal (SIROLEG) milik Bea cukai, untuk mengetahui titik lokasi koordinatnya toko tersebut. Kita sudah memberikan edukasi dan menempelkan stiker, agar nantinya toko yang menjual rokok ilegal tersebut tidak melakukan penjualan lagi. Kenapa? Karena rokok ilegal tersebut melanggar aturan dan ada sanksi adminitrasi serta pidana,” katanya, Rabu (14/9/2022).

Laily menegaskan, penegakan hukum terhadap sanksi rokok ilegal adalah dengan memberikan sanksi administratif dan pidana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 tentang Cukai.

“Pelanggaran pidana terkait peredaran rokok ilegal, dapat terancam pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit dua kali nilai cukai dan paling banyak sepuluh kali nilai cukai yang seharusnya dibayar” tukasnya.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.