Hutang Jangka Panjang dan Profitabilitas Pada Bank

Avatar of news.Limadetik
Hutang Jangka Panjang dan Profitabilitas Pada Bank
Ilustrasi

OLEH : Hasna Nisa Mahdiyyah
PRODI : Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

_______________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Kebijakan hutang merupakan salah satu keputusan pendanaan yang berasal dari eksternal. Kebijakan hutang ini ditujukan untuk menambah dana perusahaan yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional perusahaan. Hutang mempunyai pengaruh penting bagi perusahaan karena selain sebagai sumber pendanaan ekspansi, hutang juga dapat digunakan untuk mengurangi konflik keagenan. Ketersediaan terhadap sumber dana maupun modal sangat mempengaruhi kelangsungan hidup maupun kesempatan berkembang perusahaan.

Perusahaan memerlukan dana yang besar dalam mendanai belanja modal perusahaan. Sumber pendanaan tersebut dapat diperoleh dari internal yaitu laba ditahan atau ekternal dengan melakukan pinjaman dalam bentuk hutang atau menerbitkan saham di pasar modal. Hutang dapat meningkatkan nilai perusahaan. Selain itu penggunaan hutang juga dapat meningkatkan resiko. Perusahaan yang menggunakan hutang untuk mendanai perusahaan dan tidak mampu melunasi hutangnya maka akan terancam likuiditasnya.

Profitabilitas merupakan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang dapat digunakan untuk mengembalikan hutang dan bunga pinjaman. Perusahaan dengan tingkat profitabilitas tinggi biasanya menggunakan hutang dalam jumlah sedikit dibandingkan dengan perusahaan dengan tingkat profitabilitas yang rendah karena perusahaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi memungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal. Sebaliknya pada tingkat profitabilitas yang rendah, perusahaan akan menggunakan hutang untuk membiayai operasionalnya.

Hutang jangka panjang merupakan hutang yang jangka waktuya lebih dari satu tahun. Hutang jangka panjang dapat berupa pinjaman obligasi dan pinjaman hipotik. Hutang pasti mengandung risiko. Semakin tinggi tingkat profitabilitas yang diharapkan, maka akan semakin tinggi risiko yang harus diambil sebagai bayarannya. Sebaliknya, semakin rendah tingkat profitabilitas yang diharapkan, maka akan semakin rendah pula risiko yang harus diambil.

Risiko bank adalah ketidakpastian akan tingkat keuntungan yang didapat, dengan karakteristik bank yang berbeda dengan perusahaan non bank di mana bank lebih suka untuk mendapatkan dana operasionalnya melalui pihak ketiga (tabungan dan deposito). Namun, hal tersebut mengandung risiko bahwa bila nasabah mengambil dananya secara bersamaan (rush) maka bank akan kekurangan modal sendiri.

Peningkatan hutang akan mempengaruhi besar kecilnya laba bagi perusahaan, yang mencerminkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi semua kewajibannya. Hal ini ditunjukkan oleh beberapa bagian modal sendiri yang digunakan untuk membayar seluruh kewajiban perusahaan, karena semakin besar penggunaan hutang, maka akan semakin besar kewajibannya.

Bank sebagai lembaga yang mengelola dana tentunya mempunyai posisi strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Peran bank tersebut merupakan kewajiban yang harus dijalankan dengan tetap memegang prinsip keadilan. Khususnya dalam perekonomian modern, operasionalisasi sistem perbankan sering dikaitkan dengan penggunaan bunga. Karena keterkaitannya dengan berbagai variabel ekonomi lainnya, maka setiap pergerakan yang terjadi pada bunga akan berakibat pada ketidakstabilan ekonomi.

Bank Muamalat Indonesia selaku Bank Syariah tentunya menerapkan prinsip Syariah di setiap kegiatannya, termasuk dalam berhutang. Secara umum, perusahaan perbankan konvensional menggunakan obligasi sebagai hutang jangka panjangnya. Obligasi merupakan surat tanda hutang dan umumnya tidak dijamin dengan aktiva tertentu. Bahkan, nilai pasar obligasi akan sangat dipengaruhi oleh perubahan tingkat bunga yang umum berlaku.

Apabila tingkat bunga naik, maka obligasi akan turun, dan sebaliknya. Jadi efektivitas hutang jangka panjang terhadap profitabilitas terbukti baik secara simultan maupun secara parsial yang berpengaruh positif signifikan terhadap profitabilitas pada Bank Muamalat.