banner podcast

Implementasi Akuntansi Musyarakah pada Bisnis Halal di Masa Pandemi

  • Bagikan
Implementasi Akuntansi Musyarakah pada Bisnis Halal di Masa Pandemi
FOTO: Putri surya
Banner Iklan

OLEH : Putri Surya
Program Studi Akuntansi
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Limadetik.com – Kenaikan angka positif covid yang makin hari semakin meningkat memberi dampak pada segala aktivitas khususnya berdampak pada perekonomian negara. Perekonomian negara hampir dikatakan akan kembali mengalami krisis di masa pandemi ini. Akibatnya banyak orang – orang yang mulai kehilangan pekerjaan sehingga menyebabkan membludaknya angka pengangguran.

Indonesia merupakan negara yang tercatat sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia sehingga Indonesia memiliki potensi yang besar dalam mengembangkan sektor ekonomi syariah. Sektor ekonomi syariah ini juga meliputi banyak bisnis, baik dari bidang fashion, pariwisata, perbankan syariah, instansi sekolah dan rumah sakit berbasis islami, bisnis kuliner halal dan bisnis lainnya. Deputi Direktur Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah, Bank Indonesia, Jardine Husman menuturkan “potensi Indonesia yang besar dalam sektor ekonomi syariah sudah mulai terlihat progresif”.

Dalam ekonomi syariah terdapat penerapan akuntansi musyarakah atau bisa disebut juga dengan syirkah yang secara bahasa memiliki arti percampuran atau persekutuan. Dewan Syariah Nasional MUI melalui fatwanya No:08/DSN-MUI/IV/2000 mendefinisikan musyarakah adalah akad kerjasama yang dilakukan oleh dua belah pihak atau lebih untuk suatu usaha tertentu, dimana setiap pihak memberikan kontribusi dana dengan ketentuan keuntungan dan kerugian dibagi berdasarkan nisbah yang telah disepakati (Salman, 2017:384). Dengan kata lain musyarakah ini merupakan akad kerjasama yang dilakukan oleh dua pihak atau lebih pada suatu usaha tertentu dimana masing – masing pihak menyumbangkan modalnya dengan kesepakatan bahwa keuntungan dan kerugian ditanggung bersama sesuai dengan yang telah ditentukan. Ketentuan – ketentuan transaksi pada akuntansi musyarakah sudah diatur dalam PSAK No. 106.

Pada tiga tahun terakhir ini perkembangan ekonomi syariah semakin pesat khususnya di bidang fashion maupun makanan halal. Dalam mepertahankan perkembangan ini kita bisa menerapkan akuntansi musyarakah yang terbilang cukup mudah dan berpotensi untuk diterapkan pada bisnis sektor ekonomi syariah tersebut. Misalnya si A mempunyai impian yaitu membangun bisnis dengan membuat butik muslimah. Kemudian si B merupakan seorang pedangang online (online shop) yang sudah lama menjual gamis, hijab dan mukenah dan ingin membangun bisnisnya menjadi lebih besar lagi. Lalu si A ingin merealisasikan mimpi tersebut dan mulai bekerjasama dengan si B, si A menyumbangkan modalnya sebesar 60 juta dan si B menyumbang sebesar 40 juta. Mereka sepakat nantinya saat memperoleh keuntungan akan dibagi sama rata tetapi jika yang didapatkan kerugian maka si A akan menanggung kerugian sebesar 6 juta dan si B sebesar 4 juta.

Dari contoh implementasi akuntansi musyarakah diatas menurut saya skema tersebut cukup mudah untuk diterapkan, dan diharapkan dengan adanya metode pembiayaan musyarakah ini dapat memotivasi masyarakat untuk memulai bisnisnya sehingga dapat mengurangi angka pengangguran di Indonesia pada masa pandemi. Hal ini juga didukung dengan mayoritas penduduk beragama muslim di Indonesia sehingga dengan adanya bisnis halal ini berpotensi dalam mengatasi masalah perekonomian tersebut.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.