Implementasi Akuntansi Pertanggungjawaban Pendapatan Perusahaan

Implementasi Akuntansi Pertanggungjawaban Pendapatan Perusahaan
FOTO: Ilustrasi

OLEH : Agustin Rosita Sari & Aysahtasha Anggreyni
Universitas Muhammadiyah Malang

Struktur manajemen yang baik untuk memulai sebuah bisnis adalah struktur kepemimpinan yang terdapat pada pemimpin yang mendelegasikan wewenang dan tanggung jawab dengan menerapkan akuntansi akuntabilitas pada setiap unit kerja (Manajer) atau yang biasanya disebut sebagai Pusat Tanggung Jawab. Akuntansi pertanggung jawaban adalah sistem akuntansi yang dikonfigurasi sebagai berikut: Pengumpulan dan pelaporan aset, pengeluaran, dan pendapatan yang dilakukan sesuai dengan area tanggung jawab dalam bisnis. Tujuannya adalah untuk menunjuk orang atau kelompok yang bertanggung jawab atas Aset anggaran, belanja,
inkonsistensi pendapatan (Mulyadi, 1997).

Penerapan akuntansi utang telah dipelajari oleh banyak peneliti di Indonesia. Penelitian ini dilakukan oleh PT Silalahi (2008). Bumi Sariprima Pematan Cyantal yang mengatakan bahwa sistem akuntansi bertanggung jawab untuk mengukur kinerja pusat biaya dan mengikuti proses penyusunan anggaran. Menurut konsep sistem akuntansi yang bertanggung jawab setiap departemen memiliki anggarannya dan wajib melaporkan kepada dewan untuk menilai apakah sistem akuntansi sudah sejalan dengan rencana operasi perusahaan. Penelitian yang dilakukan oleh Damayanti (2004) di PT. Pos Indonesia (Persero) menjelaskan bahwa penyusunan anggaran perusahaan tidak sama persis dengan pelaksanaan akuntansi utang. Hal ini disebabkan perbedaan persiapan teknis.

Studi yang dilakukan oleh Adharawati (2010) di PT. Berbasis di Makassar, mendapatkan hasil bahwa perusahaan perlu menerapkan akuntansi utang untuk membantu dalam manajemen biayanya. Selain itu, penerapan akuntansi pada perusahaan ini masih belum memadai. Akibat aktifnya perusahaan, manajer tidak bisa lagi mengawasi secara langsung seluruh kegiatan perusahaan. Oleh karena itu, perlu adanya penerapan Debt Accounting untuk menetapkan hak istimewa dan tanggung jawab.

Pada akuntansi terdapat pendapat tentang definisi kewajiban. Diantaranya, yang dikemukakan oleh Hansen dan Mowen (2009) adalah: “Akuntansi Akuntabilitas adalah sarana utama pengendalian dan diidentifikasi oleh Elemen (penugasan tanggung jawab pengukuran kinerja atau benchmark penilaian kinerja dan imbalan Melaksanakan kegiatan individu atau perusahaan Berkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama.

Sedangkan untuk pengertian Akuntansi tanggung jawab adalah sebagai berikut: “Akuntansi adalah sistem akuntansi yang dikonfigurasi untuk mengumpulkan dan melaporkan pengeluaran dan pendapatan sesuai dengan Pusat Tanggung Jawab Organisasi. Tanggung jawab atas informasi akuntansi adalah Sekelompok orang yang bertanggung jawab atas pengeluaran anggaran dan perbedaan anggaran dalam perusahaan. Tanggung jawab perencanaan diterapkan guna menghitung rencana (anggaran) dan tanggung jawab pusat. Sistem perbandingan tindakan (hasil aktual) di terapkan untuk pengukuran Kinerja Perusahaan Departemen.

Tujuan dari Informasi Akuntansi Liabilitas, Akuntansi Informasi, dan Akuntansi Kewajiban adalah informasi tentang otoritas unit organisasi dan tanggung jawab atas aset, pendapatan, dan beban Tanggung jawab khusus dalam suatu organisasi Adapaun karakter akuntansi pusat pertanggungjawaban sendiri adalah sebagai berikut:

Teridentifikasi pusat pertanggung jawaban sebagai unit organisasi yang membebankan tanggung jawab kepada individu yang di beri kewewenangan, adanya standar yang di jadikan tolak ukur kinerja menejer yang bertanggung jawab atas pusat pertanggung jawaban anggaran berisi biaya standar yang diperlukan untuk mencapai sasaran yang tepat, membandingkan realisasi dengan anggaran adalah ukuran kinerja seorang manager, dan Adanya reward dan hukuman bagi manajer secara individual yang bergantung pada putusan manajemen yang lebih tinggi.

Akuntansi Tanggung Jawab ini adalah proses akuntansi di mana Pusat Tanggung Jawab seorang manajer berada langsung di bawah Supervisor dan melaporkan bagaimana tugas mengenai sistem pengukuran yang telah dikelola. Pusat Tanggung Jawab dapat dianggap sebagai sistem yang menangani input dan output perusahaan yang di entri dengan mata uang atau yang biasanya disebut dengan Penghasilan. Dalam Pusat Tanggung Jawab Hubungan antara input dan output memiliki karakteristik tertentu. Semua dokumen Pusat Tanggung Jawab dapat diukur secara kuantitatif, tetapi tidak semua hasil kerja Pusat Tanggung Jawab dapat diukur secara kuantitatif.

Untuk tujuan pengendalian Diukur pada pusat pendapatan, pusat, biaya, dan pusat laba. untuk menerapkan sistem akuntansi pertanggung jawaban harus memenui 5 syarat berikut :

1. Struktur organisasi yang menetapkan secara tegas wewenang dan tanggungjawab tiap tingkatan manajemen.
2. Anggaran biaya yang disusun untuk tiap tingkatan manajemen. Dalam pengelolaan perusahaan, manajemen menetapkan tujuan atau sasaran dan kemudian membuat rencana kegiatan untuk mencapai tujuan atau sasaran tersebut.
3. Pengelolahan biaya yang terkontrol
4. Adanya susunan rekening yang terkait dengan pengendalian pusat
5. Pelaporan yang terkontrol.