Implementasi Karakteristik Transaksi Akuntasi Syariah Dalam Berwirausaha

Implementasi Karakteristik Transaksi Akuntasi Syariah Dalam Berwirausaha
FOTO: Ilustrasi

Oleh : Ahmad Zaky Gufron
Universitas Muhammadiyah Malang

Perekonomian adalah tulang punggung negara dan kehidupan negara. Negara dengan kekuatan ekonomi yang kuat dapat dikatakan sebagai negara yang kuat. Bisnis merupakan salah satu pilar atau tumpuan keberlangsungan ekonomi suatu negara. Pada hakikatnya bisnis merupakan profesi mulia yang mengabdi kepada seluruh lapisan masyarakat, sehingga dunia usaha di masyarakat harus menjaga kelangsungan usahanya dengan menerapkan nilai-nilai Islam dalam bisnis.

Penerapan praktik-praktik nilai Islam dalam proses akuntansi mampu mendorong upaya untuk keberhasilan suatu usaha. Akuntansi syariah diartikan secara bebas sebagai praktik akuntansi yang dilandasi oleh Al-Qur’an dan Al-Hadits dengan tujuan untuk memperoleh kebahagian dunia dan akhirat. Produk akhir akuntansi syariah adalah informasi akuntansi yang akurat untuk menghitung hasil dan pertanggung jawaban kepada Allah dengan berlandaskan moral dan iman.

Kewirausahaan adalah kemampuan seseorang dalam menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Artinya, wirausaha ialah seseorang yang mampu menciptakan sesuatu (produk atau jasa) yang memiliki manfaat untuk dirinya sendiri dan orang lain serta memiliki pembeda dengan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Wirausahawan adalah seseorang yang mampu menjawab, melihat dan memanfaatkan peluang-peluang yang ada dalam masyarakat untuk menciptakan tujuan sehingga meningkatkan kesejahteraan hidup diri sendiri maupun rakyat umum.

Dalam berwirausaha, akuntansi syariah memiliki peran penting dalam pencatatan transaksi-transaksi yang berhubungan dengan usahanya. Transaksi-transaksi yang dilakukan harus sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Penerapan karakteristik transaksi akuntansi syariah yang benar akan menghasilkan dampak yang baik terhadap usaha yang sedang digeluti. Adapun beberapa implementasi transaksi yang sesuai dengan paradigma dan azas transaksi syariah harus memenuhi karakteristik dan persyaratan sebagai berikut :

1. Transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling ridha diantara kedua belah pihak
2. Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik
3. Uang berfungsi sebatas sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai, bukan sebagai komoditas
4. Transaksi yang dilakukan tidak mengandung unsur riba, kezaliman, maysir, gharar, dan haram
5. Tidak menganut prinsip nilai waktu uang (time value of money) karena keuntungan yang didapatnya dalam kegiatan usaha akan terkait dengan risiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut
6. Transaksi dilakukan berdasarkan surat perjanjian yang jelas dan benar dan pembagian keuntungan dilakukan secara merata agar semua pihak tidak merasa dirugikan oleh pihak lain, maka dari itu tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad serta tidak menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan (ta’alluq) dalam satu akad
7. Tidak ada distorsi harga melalui permintaan maupun penawaran yang dilakukan konsumen
8. Tidak mengandung unsur kolusi