Opini  

Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah

Avatar of news.Limadetik
Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah
Ilustrasi

Oleh : Vilda Ratih Wahyu Saputri
NIM : 220402080025
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

________________________________

PENGANTAR
OPINI – Maraknya isu-isu terkait isu multikultural seperti perang suku, separatisme dan gerakan lainnya yang berpotensi menimbulkan disintegrasi bangsa merupakan hal yang mendesak dan membutuhkan solusi yang tepat. Artikel ini akan fokus pada pembahasan implementasi pendidikan multicultural di sekolah. Tanggung jawab utama dalam pelaksanaan pendidikan multikultural, yang mencakup gagasan seperti kesetaraan, rasa hormat, dan kedamaian, serta kesempatan yang sama untuk sukses bagi semua siswa, adalah milik guru. Persepsi dan sikap guru terhadap pendidikan multikultural berkaitan langsung dengan bagaimana mereka akan melaksanakan pendidikan multicultural.

PENDAHULUAN
Pendidikan dan kebudayaan merupakan dua unsur dari hasil perkembangan peradaban manusia yang sangat berkaitan antara satu dan yang lainnya. Pendidikan yang berjarak atau terisolasi dari masyarakat akan menimbulkan manusia-manusia yang asing dalam lingkungannya sendiri. Terlepas dari semua itu maka fungsi utama pendidikan bukan hanya sekedar memajukan atau mengembangkan kebudayaan di lingkungan npeserta didik, namun lebih dari itu yakni juga sebagai miniatur kehidupan masyarakat ( Dani Nurcholis, 2019). Secara garis besar maka pendidikan dapat didefinisikan sebagai suatu usaha untuk memperkenalkan budaya dan juga memajukan peradaban.

Pendidikan juga harus dilakukan dilingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat guna menumbuhkan kesadaran serta sikap budaya bangsa dalam upaya untuk menambah pengetahuan dan juga keterampilan bangsa indonesia. Pendidikan juga memiliki peran sebagai pengembang peradapan yang dapat menyeleksi ulang nilai-nilai yang sudah tidak relevan dengan perkembangan atau kemajuan. Pendidikan memiliki manfaat dan dimensi individual dan juga sosial. Pada dimensi individual, dalam praktiknya ilmu yang didapat akan menjadikan perilaku semakin arif dan juga produktif. Sedangkan dimensi sosial, akan dapat menghasilkan kebaikan, kedisiplinan, dan sikap toleran antara sesama.

Pendidikan multikultural bisa menjadi instrumen strategis guna membangun kesadaran atas kebanggan seseorang terhadap keanekaragaman yang ada di dalam bangsa dan negaranya. Adanya pengajaran multikultural di suatu lembaga pendidikan formal diharapkan mampu mengayomi seluruh peserta didik tanpa melihat status sosial ekonomi, jenis kelamin, latar belakang kedaerahan, suku. Semua memiliki peluang untuk bisa mengenyam pelajaran disekolah. Pendidikan multikultural juga didasari oleh fakta bahwasannya siswa tidak belajar hanya dari perbedaan, etnis yang mereka miliki mempengaruhi belajar mereka.

PROBLEMATIKA
Ada beberapa masalah dengan penerapan pendidikan mulrikultural di sekolah.
Permasalahan pendidikan multikultural di masyarakat berkaitan dengan proses, fungsi, dan hasil pendidikan, antara lain.

a. Fungsi dan tujuan pendidikan multikultural tidak ada hubungannya dengan praktisi dan implementasinya.
b. Prinsip-prinsip pendidikan multikultural tidak mendukung demokrasi, keadilan, atau hak asasi manusia.
c. Penilaian pendidikan multikultural dalam konteks pengendalian mutu nasional sering kali diselewengkan untuk kepentingan tertentu.

Pendidik juga berpartisipasi sebagai bagian dari organisasi, dan sekolah juga memiliki hak dan kewajiban untuk melakukan berbagai tugas tergantung pada tugas yang mereka lakukan. Pendidik juga perlu memperoleh dan mempelajari materi pembelajaran, strategi, modelpembelajaran, dan kemampuan pendidik yang mengantarkan peserta didik pada hasil yang tinggi, mengembangkan keterampilan, serta menjadikan peserta didik berharga dan berguna bagi masa depan negara.

Penyelenggaraan pendidikan multikultural sangat penting untuk meminimalisir dan mencegah konflik di beberapa daerah. Masalah yang muncul dari pelaksanaan pendidikan multikultural di indonesia pada dasarnya berbeda, tetapi hanya dua yang umum atau yang sering muncul.

Pertama, pendidikan multikultural adalah sebuah proses. Singkatnya, konsep pendidikan multikultural yang baru saja dimulai dalam dunia pendidikan khususnya indonesia, tidak hanya membutuhkan pengembangan konsep dasarnya, tetapi juga proses perumusan, refleksi dan aksi di lapangan. Pendidikan dan hak asasi manusia.

Kedua, pendidikan multikultural bersifat multifaset. Oleh karena itu, para profesional dan praktisi pendidikan mencari pendekatan lintas batas interdisipliner untuk lebih mempertajam konsep pendidikan multikultural yang dibutuhkan masyarakat, dalam hal ini masyarakat indonesia. Permasalahan yang muncul dari pelaksanaan pendidikan multikultural juga adalah solidaritas kemampuan yang telah terbangun dalam kaitannya dengan latar belakang sosio-antropologi negara.

PEMBAHASAN
Pendidikan multikultural merupakan respon terhadap perkembang populasi sekolah dan tuntutan kesetaraan hak setiap kelompok. Pendidikan multicultural, disisi lain adalah pengembangan kurikulum dan kegiatan pendidikan yang memperkenalkan orang-orang non-Eropa pada perpektif, sejarah, prestasi, dan masalah yang berbeda.

Istilah “pendidikan multikultural” dapat digunakan baik pada tataran teknis maupun normatif untuk menggambarkan isu-isu pendidikan dan isu-isu yang berkaitan dengan masyarakat multikultural, termasuk yang berkaitan dengan konsep integrasi kebijakan dan strategi pendidikan dalam masyarakat multikultural. Pendidikan multikultural merupakan pendidikan yang memiliki nilai-nilai dasar kemanusiaan agar mampu melihat keberagaman. Nilai-nilai dalam pendidikan multikultural yakni nilai demokrasi, humanisme, dan pluralisme.

Dalam proses proses pendidikan multikultural, dua masalah besar muncul: masalah sosial dan masalah pembelajaran dalam pendidikan multikultural. Oleh karena itu, dalam proses pembelajaran sangat penting terlebih dahulu untuk mengetahui dimensi dari aspek pendidikan multikultural ini. Pendidikan multikultural adalah cara memandang dan berpikir tentang realitas, bukan hanya tentang etnis, ras, atau kelompok budaya lain. Secara khusus, seperti yang dikatan ileh bank pendidikan multicultural dapat dikonseptualisasikan dalam lima dimensi, 5 dimensi tersebut adalah:

1) Dimensi integrasi konten/materi (content integration)
2) Dimensi konstuksi pengetahuan (knowledge construction)
3) Dimensi pendidikan yang setara (an equity paedagogy)
4) Dimensi pengurangan bias (prejudice reduction)
5) Dimensi pemberdayaan budaya sekolah dan struktur sosial (empowering school culture and social stucture)

SOLUSI
Guru harus menerapkan strategi maupun model pembelajaran yang baik dalam pengajaran pendidikan multikultural agar dapat dipahami oleh peserta didik sehingga dapat diterima dan juga mampu menerapkannya dalam lingkungan yang multikultural di sekolah maupun di luar sekoalah. Pengajaran pendidikan multikultural dalam kegiatan pembelajaran ini guru merupakan sosok yang sangat berperan bagi peserta didik agar kelak dapat saling menghargai dan juga menghormati antara satu dengan yang lain walaupun berbeda budaya dan agama.

KESIMPULAN
Peranan guru dalam menerapkan pendidikan multikultural di sekolah sangat penting sehingga dapat memengaruhi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Guru harus mampu memiliki sikap menghargai bahasa yang digunakan oleh peserta didik sehingga sikap guru tersebut dapat diteladani oleh peserta didik. Guru juga sangat berperan dalam membangun sikap anti diskriminasi etnis peserta didik. Guru juga berperan dalam membangun sikap anti diksriminasi terhadap perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik. Karena peserta didik memiliki kemampuan maupun keahlian masing-masing dimana guru harus mampu membangun sikap bahwa semua kemampuan peserta didik merupakan kehebatan yang dimiliki oleh diri masing-masing.