banner podcast

Implementasi Transaksi Murabahah Dalam Perbankan Syariah

  • Bagikan
Implementasi Transaksi Murabahah Dalam Perbankan Syariah
FOTO: Ilustrasi Bank Syariah
Banner Iklan

Oleh : Belinda Ardelia Putri
Mahasiswi Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Perbankan bagi perekonomian modern telah melakukan apa yang telah dilakukan oleh cikal-bakal uang bagi perekonomian primitif ketika barter masih berlaku. Perbankan telah memudahkan pertukaran dan membantu pembentukan modal dan produksi yang berskala massal dalam sejarah umat manusia.

Tetapi jejak-jejak yang ditinggalkan perbankan dalam melaksanakan hal-hal tersebut ikut bertanggung jawab atas momok-momok terbesar dalam perekonomian modern, tidak meratanya pembagian pendapatan dan kesejahteraan, konsentrasi kekuatan ekonomi, kecenderungan yang bersifat endemis ke arah inflasi dan proses akumulasi utang yang sangat cepat dalam beberapa sektor perekonomian dengan konsekuensi-konsekuensi sosial, politik dan ekonomi yang sangat serius.

Oleh karena itu, sistem ini menghendaki penelitian yang saksama untuk menyokong suatu perombakan dasar dalam perbankan yang akan menyingkirkan penyakit-penyakit ini serta mengarahkan sistem ini kepada keadilan untuk seluruh umat manusia.

Maka muncullah suatu sistem perbankan syariah yang menjadi sebuah solusi yang mungkin ditempuh untuk menyelamatkan perekonomian dunia yang sedang mengalami goncangan krisis global. Perbankan syariah seakan hadir menjawab keraguan akan perbankan konvensional yang tidak kunjung memperbaiki perekonomian dunia umumnya dan Indonesia
pada khususnya.

Keberadaan perbankan syariah sebagai bagian dari sistem perbankan nasional diharapkan dapat mendorong perkembangan perekonomian suatu negara. Dalam perekonomian suatu negara, tujuan dan fungsi perbankan syariah adalah untuk mencapai kemakmuran ekonomi, tingkat kerja tinggi dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang optimal, keadilan sosial ekonomi dan distribusi pendapatan serta kekayaan yang merata, stabilitas nilai uang, mobilisasi dan investasi tabungan yang menjamin adanya pengembalian yang adil dan pelayanan yang efektif.

Dengan adanya beragam produk dan layanan jasa perbankan yang bervariasi, perbankan syariah menjadi pilihan yang banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari produk penyimpanan dana tabungan, giro dan deposito dengan akad wadi’ah dan mudharabah hingga layanan pembiayaan dengan prinsip mudharabah, murabahah, musyarakah dan berbagai pelayanan jasa lainnya.

Murabahah menurut Kamus Istilah Keuangan dan Perbankan Syariah yang diterbitkan oleh Direktorat Perbankan Syariah, Bank Indonesia, murabahah merupakan jual beli barang dengan menyebutkan harga asal ditambah dengan keuntungan yang disepakati. Murabahah juga dapat diartikan sebagai perjanjian antara BMT dengan nasabah dalam bentuk pembiayaan pembelian atas suatu barang yang dibutuhkan nasabah. Objeknya bisa berupa barang modal seperti mesin-mesin industri, maupun barang untuk kebutuhan sehari-hari seperti sepeda motor.

Mekanisme pembiayaan murabahah ini, ternyata tak lepas dari kecaman dan kritikan dari para Ilmuwan Muslim sendiri. Mereka berasumsi bahwa bank-bank syariah dalam menjalankan kegiatan usahanya, ternyata bukannya menghilangkan bunga dan membagi resiko, tetapi tetap mempertahankan praktik pembebanan bunga, tetapi dengan label ‘Islam’. Di kalangan Ulama Fiqih pun, keabsahan pembiayaan Murabahah-pun masih debatable.

Ada sebagian ulama yang memperbolehkan karena murabahah merupakan jual beli, tetapi ada sebagian ulama yang melarang karena beranggapan bahwa murabahah itu bukanlah jual beli melainkan hilah untuk mendapatkan riba. Ada sebagian ulama yang menganggapnya sebagai bai’ al-inah yang haram hukumnya, ada sebagian ulama yang menganggapnya sebagai bai’ al-ma’dum, dan ada pula yang menganggapnya sebagai ba’iatani fi bai’ah.

Murabahah merupakan jual beli barang dengan menyebutkan harga asal ditambah dengan keuntungan yang disepakati. Praktik transaksi murabahah merupakan salah satu instrumen penting dalam transaksi di perbankan Islam. Transaksi ini memungkinkan untuk pengadaan barang bagi perusahaan yang kurang mempunyai dana, selain sebagai suatu skim yang memberikan keuntungan kepada bank islam, tidak memiliki risiko tinggi dan sebagai alat peredam di tengah praktik riba yang terjadi pada investasi jangka pendek.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.