Impresi Efektifitas Dewan Komisaris dan Pengendali Keluarga Terhadap Biaya Ekuitas

Avatar of news.Limadetik
Impresi Efektifitas Dewan Komisaris dan Pengendali Keluarga Terhadap Biaya Ekuitas
Ilustrasi

OLEH : Erli Nur Muawanah
Prodi: Akuntansi
Universitas Muhammadiyah Malang

__________________________________

NEWS.LIMADETIK.COM – Konflik yang terjadi antara manajemen dan investor dalam suatu perusahaan dapat diatasi melalui kepemilikan oleh sebuah keluarga karena kinerja manajemen dapat diawasi secara langsung (Jensen dan Meckling, 1976). Namun demikian, perbedaan terhadap konflik keagenan terjadi pada perusahaan dengan struktur kepemilikan terkonsentrasi dimana keluarga sebagai pemegang kendali utama.

Pada struktur kepemilikan terkonsentrasi, konflik akan terjadi diantara pemegang saham pengendali dan pemegang saham non pengendali. Struktur kepemilikan ini memungkinkan terjadinya penyalahgunaan kontrol yang dimiliki untuk mendapatkan keuntungan pribadi (Villalonga dan Amit, 2006).

Pemegang saham pengendali dapat mengambil keputusan-keputusan yang dirasa menguntungkan untuk mereka tanpa memperhatikan kondisi dari pemegang saham non pengendali. Kepemilikan saham pengendali oleh keluarga akan meningkatkan terjadinya ekspropriasi yang berpeluang merugikan pemegang saham non pengendali yang disebabkan karena keterlibatan keluarga sebagai pemilik dalam pengelolaan perusahaan misalnya anggota direksi perusahaan yang didominasi oleh anggota keluarga (Diyanty, 2012).

Ekspropriasi ini kemudian menimbulkan konflik diantara pemegang saham pengendali dan pemegang saham non pengendali. Keadaan tersebut mendorong investor mencari cara untuk melindungi dirinya melalui peningkatan required rate of return (Dyck dan Zingales, 2004).

Meningkatnya tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor berarti meningkatkan biaya ekuitas perusahaan.Investor juga mengharapkan adanya suatu premi yang cukup besar dalam rangka mengantisipasi agency risk, dan hal ini mengarah pada meningkatnya biaya ekuitas perusahaan (Mazzotta dan Veltri, 2012).

Yao dan Sun (2008) dalam Rebecca (2012) menyatakan perusahaan dengan kepemilikan keluarga sebagai pemegang saham pengendali akan memiliki biaya ekuitas yang tinggi dibandingkan perusahaan lainnya. Pada struktur ini, pemegang saham pengendali akan memiliki peluang untuk terlibat jauh dalam pengelolaan perusahaan dan menyebabkan turunnya nilai perusahaan (Guedhami dan Mishra, 2006).

Dalam penelitiannya, Attig, Guedhami dan Mishra (2008) menemukan bahwa 12 penggunaan kontrol oleh keluarga dinilai mengurangi nilai perusahaan dimata investor karena terjadinya risiko informasi yang cukup tinggi. Risiko informasi terjadi karena ada kemungkinan dimana informasi-informasi penting terkait perusahaan hanya dimiliki oleh pihak-pihak tertentu. Munculnya risiko informasi ini kemudian akan berdampak negatif terhadap nilai perusahaan dan menyebabkan biaya ekuitas menjadi lebih tinggi.

Laporan keuangan perlu dijaga tingkat keandalannya karena laporan keuangan digunakan investor sebagai sarana pengawasan terhadap kinerja manajemen.Upaya menjaga tingkat keandalan laporan keuangan dapat dijalankan oleh auditor eksternal yang juga merupakan bagian dari mekanisme eksternal dalam corporate governance (Babatunde dan Olaniran, 2009).

Ashbaugh dan Warfield (2003) menyebutkan peran auditor eksternal sebagai sebuah mekanisme pengawasan dalam corporate governance.Auditor eksternal akan mengawasi dan menguji kredibilitas atas informasi keuangan dan mengeluarkan opini atas kewajaran laporan keuangan sesuai dengan standar akuntansi (Abdel-Khalik,2001).

Penunjukkan auditor yang berkualitas berfungsi sebagai jaminan bagi investor bahwa keuangan perusahaan diungkap secara benar dan akurat (Fan dan Wong, 2001). Adapun kualitas audit yang tinggi menunjukkan kredibilitas suatu informasi dalam laporan keuangan perusahaan, artinya semakin tinggi kualitas audit pada suatu perusahaan maka akan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan.

Beberapa penelitian menggunakan pembagian KAP big fou rdan KAP non big four sebagai proksi kualitas audit, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Khurana dan Raman (2004) dan Fernando, Abdel-Meguid dan Elder (2010). Penelitian tersebut berhasil membuktikan bahwa terdapat perbedaan kualitas diantaraKAPbig fourdan KAP nonbig four.

KAP big four mempunyai kepentingan yang besar untuk melakukan audit secara lebih akurat demi menjaga hubungan pekerjaan dengan kliennya. Atas kepentingan tersebut, KAP big four dianggap lebih baik dalam memberikan kualitas audit karena mampu meningkatkan assurance atas laporan keuangan. Penelitian yang dilakukan Khurana dan Rhaman (2004) menyatakan bahwa KAP big four mampu memberikan tingkat 13 keyakinan yang lebih atas keandalan laporan keuangan, dibanding dengan KAP non big four.

Dengan demikian, kualitas audit yang tinggi akan menghasilkan informasi akuntansi yang dapat dipercaya oleh pihak investor, sehingga investor mengharapkan pengembalian yang lebih rendah yang nantinya secara langsung akan menyebabkan biaya ekuitas perusahaan menurun. Penelitian yang dilakukan Fernanado, Abdel-Meguid dan Elder (2010) menggunakan ukuran auditor, spesialisasi auditor, serta tenure auditor sebagai proksi dari kualitas audit.

Hasil penelitiannya menunjukkan kualitas audit berpengaruh negatif terhadap biaya ekuitas. Dengan demikian, semakin baik kualitas audit semakin rendah biaya ekuitas.

Berdasarkan uraian di atas, perumusan hipotesis dalam penelitian ini adalah:

Efektivitas dewan komisaris dan komite audit sebagai salah satu mekanisme internal dalam corporate governance memiliki pengaruh yang signifikan dan negatif terhadap biaya ekuitas. Hasil ini mengindikasikan bahwa pengawasan yang dilakukan oleh dewan komisaris dan komite audit di dalam perusahaan telah berjalan efektif dan dapat mengurangi biaya ekuitas. Dewan komisaris dan komite audit dianggap telah menjalankan fungsinya dengan baik, salah satunya melakukan pengawasan terhadap manajemen sehingga dapat mengurangi timbulnya konflik keagenan dan asimetri informasi dalam perusahaan.

Kepemilikan keluarga yang diukur melalui hak kendali keluarga terbukti memiliki pengaruh yang signifikan positif terhadap biaya ekuitas. Hal ini disebabkan munculnya konflik keagenan dan asimetri informasi yang terjadi antara pemegang saham pengendali dan non pengendali. Pemegang saham pengendali memiliki kontrol untuk mengambil keputusan yang menguntungkan dirinya sendiri namun merugikan pihak pemegang saham non pengendali.

Pemegang saham pengendali juga dapat menutupi informasi-informasi yang berkaitan dengan perusahaan dari pemegang saham non pengendali demi memperoleh keuntungan pribadi. Oleh karena itu, investor akan mengharapkan return yang lebih dalam rangka mengantisipasi dari terjadinya agency risk dan risiko informasi sehingga turut meningkatkan biaya ekuitas perusahaan.

Kualitas audit yang diproksikan dengan ukuran Kantor Akuntan Publik tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap biaya ekuitas. Hal ini menjadi indikator bahwa para investor belum melihat pengaruh dari kinerja KAP big four dan beranggapan bahwa KAP big four belum dapat mengurangi kemungkinan terjadinya risiko informasi dalam perusahaan.