banner podcast

Ini Cara PMM UMM Kelompok 74 Bantu Berdayakan UMKM di Desa Slamparejo

  • Bagikan
Ini Cara PMM UMM Kelompok 74 Bantu Berdayakan UMKM di Desa Slamparejo
FOTO: PMM UMM Kelompok 75 Gelombang 11 bantu warga UMKM tingkatkan penjualan
Banner Iklan

MALANG, Limadetik.com – Pandemi covid-19 yang terjadi saat ini telah memberikan dampak terhadap berbagai sektor. Dampak pandemi Covid-19 terhadap kemerosotan ekonomi salah satunya dirasakan oleh sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Banyak pelaku UMKM yang harus mengalami penurunan pendapatan secara drastis atau bahkan gulung tikar dalam 1,5 tahun belakangan. Kondisi tersebut juga dialami oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Timur. Melambatnya pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur akibat covid-19 ini sangat berdampak bagi UMKM.

“Dampak yang dialami oleh para pelaku UMKM meliputi penurunan penghasilan rata-rata, jumlah produksi dan juga kesulitan dalam melakukan perputaran modal” kata Koordinator PMM UMM kelompok 74, Aryfaldo Ramadya Pratama, Rabu (25/8/2021).

Menurur Ariyfaldo, dengan melalui program yang diadakan oleh Universitas Muhammadiyah Malang tentang pengabdian kepada masyarakat, maka kami Kelompok 74 Gelombang 11 melakukan kegiatan Program Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) yang bertempat di Desa Slamparejo, Kecamatan Jabung Kabupaten Malang pada 14 Agustus 2021 lalu.

Dimana tujuan dari Pengabdian Masyarakat ini adalah agar pelaku UMKM dapat tetap semangat mempertahankan dan mengembangkan usahanya di masa pandemi Covid-19. Itu sebabnya PMM UMM kelompok 75 gelombang 11 ini mencoba memberikan dukungan pada pelaku UMKM dengan cara meningkatkan desain produk dan market place.

“Kegiatan pengabdian ini dibimbing langsung oleh ibu Novita Ratna Satiti, SE., MM selaku dosen pembimbing lapangan kami dan atas dasar persetujuan dari Kepala Desa Slamparejo” ucapnya.

Aryfaldo mengatakan, bahwa dosen pembimbingan lapangan (DPL) mereka, menyampaikan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang membutuhkan pendampingan karena minimnya pengetahuan dibidang usaha. Desa Slamparejo sebenarnya sangat terkenal dengan produksi susu perah yang melimpah tetapi disisi lain desa ini juga memiliki perkebunan kopi milik warga yang lumayan luas.

“Selama kegiatan PMM berlangsung kami banyak menemukan UMKM yang menjadikan olahan kopi menjadi produk unggulan mereka karena untuk susu perah harus dikirim ke KUD secara langsung tanpa melewati proses pengolahan. Dibalik banyaknya pelaku UMKM ternyata masih ada pelaku UMKM yang belum mengenal cara pemasaran secara digital dan pengemasan produk yang dapat menarik minat konsumen” terangnya.

Oleh sebab itu lanjut dia, produk-produk yang mereka miliki kurang dikenal dan diminati oleh konsumen di luar daerah Desa Slamparejo. Dengan adanya hal tersebut maka Kelompok 74 telah membuat solusi untuk memecahkan masalah yang dihadapi pelaku UMKM dengan melakukan sosialisasi dan juga memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM yang berada di desa Slamparejo dengan cara membantu mengembangkan UMKM tersebut mulai dari proses produksi sampai mendesain logo atau produk yang dijual.

Tidak hanya itu, Kelompok 74 juga membantu menjual produk tersebut secara online melalui marketplace dengan membuat akun khusus untuk mengenalkan produk yang dijual.

“Salah satu pelaku UMKM yang kami kenal adalah Ibu Sumariyah selaku pelaku UMKM Kopi Bubuk menyampaikan bahwa pelatihan digital yang baru diajarkan cukup menjanjikan. Tak hanya itu, perubahan kemasan dan penambahan desain logo meningkatkan daya tarik bagi produk kopi bubuknya yang sebelum ini hanya dikemas ala kadarnya” paparnya.

“Cara penjualan online ini sangat mempermudah saya sebagai pemilik usaha yang belum mengenal manfaat dari adanya marketplace. Selain itu sebelumnya belum terfikirkan desain logo, ternyata produk jika dikemas lebih baik dan ditambah logo dapat menambah daya tarik tersendiri bagi produk” tambah Aryfaldo.

Dikatakan Afyfaldo Ramadya Pratama, pemberdayaan UMKM ini dilakukan dengan harapan Program Pengabdian Masyarakat ini dapat menjadikan pelaku UMKM tetap bertahan di masa pandemi dan pemilik bisa memahami pentingnya pengetahuan serta penerapan digital untuk kebutuhan usaha.

Ia juga menegaskan dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) Universitas Muhammadiyah Malang tersebut, dirinya bersama teman kelompok yang terdiri dari Aryfaldo Ramadya Pratama, Shefin Ashembi Prettysia, Risma Alfiana, Marisa Shafa Sufiyanti, Rizqi Gumelaring Pambudi, semuanya Mahasiswa Jurusan Akuntansi Universitas Muhammadiyah Malang ikut serta mempromosikan produk UMKM milik warga.

“Dengan begitu, produk mereka dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat, baik dalam maupun luar daerah dan dapat maningkatkan penjualan, serta nilai tawar yang lebih menjanjikan” tukasnya.

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.