banner podcast

Investasi Bitcoin atau Obligasi Syariah (Sukuk)

  • Bagikan
Investasi Bitcoin atau Obligasi Syariah (Sukuk)
FOTO: Ilustrasi
Banner Iklan

Assallamualikum teman teman, perkenalkan nama saya Alfa Rizki Pratama, Mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB UMM angkatan 2018 yang kini menempuh Mata Kuliah Akuntansi Syariah di Semester 6. Dan untuk dosen pengampu pada mata kuliah Akuntansi Syariah yaitu; Dr. Dra. Masiyah Kholmi, Ak. MM. CA.

Investasi bitcoin kian hari semakin digandrungi banyak orang dan Jagat sosial media sempat diramaikan dengan hype anak milenial yang bertransaksi dan berinvetasi kripto. Meski tidak ada fatwa khusus dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), beberapa ulama yang Menurut nya Bitcoin adalah investasi karena memiliki unsur gharar atau penuh dengan spekulasi dan ambiguitas.

Investasi ini sedang populer dan mengungguli popularitas saham yang meningkat selama epidemi Corona 19. Namun tiba-tiba banyak yang mempertanyakan apakah berinvestasi di Bitcoin CS itu halal. Tetapi bagaimana jika para pemain Bitcoin menginvestasikan keuntungan mereka dalam investasi Islami? Seberapa penting untuk memperjelas legalitas modal dan dana
yang diinvestasikan dalam investasi Islam?.

Bitcoin adalah mata uang digital yang tersebar di jaringan P2P serta bagian dari perkembangan teknologi digital yang ingin membuat alat tukar untuk transaksi dan bahkan investasi di luar kendali bank sentral atau pemerintah mana pun di dunia. Bitcoin adalah mekanisme pasar yang sepenuhnya digital berdasarkan penawaran dan permintaan.

Di beberapa negara, Bitcoin sendiri dikategorikan berdasarkan mata uang asing. Secara umum, otoritas dan regulator tidak mewakili nilai aset dan tidak diterima sebagai mata uang resmi dan media pertukaran. Perdagangan Bitcoin bersifat spekulatif karena mirip dengan Forex (foregin, exchange, valas). Jaringan memiliki buku akuntansi besar yang disebut Blockchain,
yang dapat diakses oleh masyarakat umum yang mencatat semua transaksi untuk semua pengguna. Bitcoin.

Jadi Bitcoin adalah virtual money, bukan sekedar electronic money. Virtual money adalah ide baru yang masih mendapatkan banyak kritik tajam Ketika digunakan secara umum, dianggap banyak merugikan perekonomian secara keseluruhan.

Jika diliat dari Kesadaran masyarakat akan investasi ,maka keinginan Investasi semakin meningkat dari tahun ke tahun. Salah satu instrumen investasi yang tidak kalah menarik dan mulai banyak dilirik yakni sukuk. Apa itu sukuk? Sukuk adalah sekuritas yang mewakili kepemilikan suatu aset oleh investor melalui penerbitan surat utang berbasis syariah. Sukuk dapat diterbitkan oleh perusahaan publik nasional atau oleh sektor swasta.

Jatuh tempo surat berharga berdasarkan prinsip syariah yang diterbitkan oleh penerbit sebagai bukti kepemilikan kepada pemegang obligasi syariah atau bahwa penerbit merupakan bagian tertentu yang memerlukan pembayaran dana obligasi kepada pemegang obligasi syariah dalam bentuk bagi hasil/margin/fee.

Tujuan diadakannya sukuk antara lain untuk mendanai dan mengembangkan usaha. Misalnya, pemerintah mengeluarkan sukuk untuk mendanai berbagai proyek pembangunan pemerintah. Sukuk Syariah berarti bahwa pemerintah menarik dana dari masyarakat jika dana yang terkumpul digunakan untuk tujuan yang tidak bertentangan dengan nilainya, syariah. Jenis jenis Sukuk terdiri dari Obligasi Syariah Mudharabah, Obligasi Syariah Ijarah, Surat Berharga Syariah Negara.

Keuntungan memiliki sukuk yaitu akan mendapatkan Imbal hasil yang dimana Imbal hasil yang diberikan oleh penerbit sukuk kepada investor, bisa berupa bagi hasil, fee atau margin, lalu ada Capital Gain yaitu keuntungan dari selisih harga beli dan harga jual serta akan membuat ketenangan hati kita sendiri yaitu berinvestasi di instrumen yang tidak bertentangan dengan
prinsip Syariah Sebagai investor, setelah proses pembelian yang mengarah pada kepemilikan Sukuk.

Anda jelas harus berpikir sebagai seorang investor, karena mau tidak mau, Meski secara syariah, proses rolling tetap sama dengan proses investasi formal dan mainstream. Hal lain yang sering terjadi dan menyesatkan adalah pengelolaan kepemilikan Sukuk tanpa memperhatikan pengalihan investasi. Karena Sukuk yang Anda miliki sebenarnya adalah aset, Anda dapat menjaminkan kepada lembaga keuangan yang dapat melakukan Sukuk kapan pun orang Sukuk membutuhkan dana. prosesnya. Jadi hukum dari penggunaan mata uang kripto bergantung pada penggunaannya.

“Teknologi ‘kripto’ ini sebetulnya adalah bebas nilai. Jika digunakan untuk menghasilkan produk ilegal atau layanan ilegal, produk tersebut ilegal. Jika digunakan untuk membuat produk halal, produk tersebut mungkin masih halal. Tentang kegiatan yang dianggap melanggar hukum Syariah oleh orang tua, misalnya dalam bentuk rentenir dan uang dan lain-lain itu sesuatu yang
berhubungan dengan larangan pengambilan uang secara ilegal, yaitu bagaimana memperolehnya. Sedangkan ketika menjadi modalnya dipisahkan untuk operasional syariah, berada di bawah perbankan syariah, yaitu unit usaha syariah, kemudian menjadi modal halal.

Penulis: Alfa Rizki Pratama
Universitas Muhammadiyah Malang

banner iklan
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.