Berita  

ISNU PAC Paciran Lamongan Selenggarakan Pelantikan Pengurus dan Halaqoh Fiqih Politik

Avatar of news.Limadetik
ISNU PAC Paciran Lamongan Selenggarakan Pelantikan Pengurus dan Halaqoh Fiqih Politik
FOTO: Prosesi pelantikan ISNU PAC Paciran Lamongan

LIMADETIK.COM, LAMONGAN – Selang tiga hari dari pelantiikan Pengurus MWC NU Paciran digelar pelantikan Pengurus Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Anak Cabang Paciran di Hall Tanjung Kodok Beach Resort Paciran, Lamongan, Minggu (19/2/2023).

Acara tersebut dihadiri Wakil Bupati Lamongan, PW ISNU Jawa Timur, PC ISNU Lamongan, Camat dan Sekretaris Kecamatan Paciran, PAC ISNU & MWC NU Solokuro, Pimpinan Banom NU MWC Paciran.

Dalam sambutannya, Khoirul Huda, Ketua PAC ISNU Paciran memaparkan, bahwa pada periode kedua kepemimpinannya ini, dia menghimpun para Sarjana NU di Kecamatan Paciran dari berbagai bidang guna merekrut dan mengakomodir kader NU untuk berkontribusi pada masyarakat dan NU.

“Setelah pelantikan PAC ISNU Paciran juga akan digelar Halaqoh 1 Abad NU dengan tema ‘Fiqih Politik dan Fiqih Peradaban’ dengan key-note speaker KH. Masdar Farid Mas’udi (Syuriyah PBNU)” katanya.

Kemudian sambutan kedua disampaikan oleh M. Mukhlis, Sekretaris MWC NU Paciran. Ia mengapresiasi PAC ISNU Paciran yang sering menggelar even di Tanjung Kodok Beach Resort Paciran.

“Saya berharap, dengan digelarnya even seperti itu bisa menyebarkan bacaan ayat suci Al-Qur’an dan Sholawat Nabi Muhammad SAW di hotel. Ujaran itu sontak membuat hadirin jadi senyum dan tertawa serentak.

Lebih lanjut dia juga berharap agar PAC ISNU Paciran lebih mengoptimalkan penggunaan media sosial untuk publikasi kegiatannya.

Sementara, sambutan ketiga disampaikan R. Zainul Musthofa, Ketua PC ISNU Lamongan, ia menyampaikan ucapan selamat kepada Khoirul Huda yang telah dua kali memimpin PAC ISNU Paciran. Dirinya juga mengapresiasi digelarnya even ISNU di hotel.

ISNU PAC Paciran Lamongan Selenggarakan Pelantikan Pengurus dan Halaqoh Fiqih Politik

Dalam catatan beliau tak kurang sudah empat kali even ISNU digelar di hotel Tanjung Kodok Beach Resort meski juga pernah menggelar even di pesantren. Senada dengan sambutan M. Mukhlis, dia juga berharap agar PAC ISNU Paciran juga menggencarkan gerakan dakwah digital agar peran ISNU semakin viral.

Selanjutnya, pada sambutan yang keempat disampaikan, H. Abdul Rouf, Wakil Bupati Lamongan, dalam kesempatan itu Wabup memakai sarung dan jasket ISNU, dalam penyampaiannya, bahwa kajian fiqih bersifat dinamis dan disesuaikan dengan perkembangan zaman.

“Dewasa ini kita harus mendorong agar lulusan SMK NU agar bisa melanjutkan sekolah ke luar negeri. Seperti yang telah dijalankan oleh PP. Amanatul Ummah Mojokerto yang mengirim santri atau siswanya ke negeri China. Hal itu, harus didorong dengan baik” ujarnya.

Acara dilanjutkan dengan halaqoh (diskusi) dengan narasumber KH. Masdar Farid Mas’udi (Syuriah PBNU). Menurut pemaparannya, bahwa dunia politik itu tidak licik. Meski kata politik itu menurut bahasa Arab siyasah. Dalam faktanya harus mengedepankan kemaslahatan dan menjauhkan dari hal-hal yang merusak.

“Dalam ke-Indonesiaan, kita harus bersyukur sebab banyak negara kaya di timur tengah tapi kondisi perpolitikannya kurang demokratis. Tidak seperti kondisi perpolitikan di Indonesia. Kita juga harus bersyukur karena komunisme di Indonesia sudah hancur” paparnya.

Kini kata dia, 90 persen penduduk Indonesia adalah muslim. Menjadi komunitas muslim terbesar di dunia. Setiap tahun mengirim jamaah haji terbesar di dunia.

“Meski dengan kondisi keislaman di Indonesia yang masih dengan 3 kategori (islam : priyayi, santri, abangan). Meski NKRI bukan negara Islam tapi nilai-nilai dalam Pancasila itu sudah sangat islami. Meskipun kehidupan berbangsa kita pernah terjadi konflik, hendaknya hal itu hanya sebagai dinamika saja dan tidak boleh untuk terjadi pertumpahan darah lagi” terangnya.

Bagi Kyai Masdar, Islam yang sesuai dengan kehidupan di Indonesia adalah Islam Nusantara. “Seperti pemaknaan lafadz bismi-llahi ar-raḥmani ar-raḥimi (﷽) menurut dunia pesantren NU.
Di akhir halaqoh (diskusi) siang itu beliau menjawab dengan lugas dan jelas semua pertanyaan dari empat penanya” tukasnya.