Joki UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri berhasil Dibongkar Polrestabes Surabaya

Avatar of news.Limadetik
Joki UTBK Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri berhasil Dibongkar Polrestabes Surabaya
FOTO: Delapan tersangka Joki UTBK di Polrestabes Surabaya

SURABAYA, Limadetik.com – Polrestabes Surabaya mengungkap aksi sindikat joki Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

Sejak Blbeberapa tahun terakhir beraksi, sindikat ini meraup untung miliaran rupiah.

Sebanyak delapan orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka yakni MJ (40), RHB (23), MSN (34), ASP (38), MB (29), IB (31), MS (26), dan RF (20).

Kapolrestabes Surabaya Kombes Akhmad Yusep Gunawan mengungkapkan, sindikat joki UTBK SBMPTN tersebut tertata sangat rapi dengan memanfaatkan teknologi dan perangkat elektronik.

“Kegiatan para pelaku ini terbilang cukup rapi. Disamping memang memanfaatkan perangkat ekoktronik, mereka (joki UTBK) ini sudah lama berraksi, dan meraup keuntungan miliaran rupiah” kata Kapolrestabes Surabaya, Kombes Akhmad Yusep Gunawan.

Dari para tersangka kata Kapolrestabes Surabaya, Polisi telah menyita beragam alat elektronik yang didesain khusus, seperti modem, mikrofon, kamera, ponsel, dan laptop.

“Harga yang dipatok oleh sindikat ini beragam, dari Rp 100 juta hingga Rp 400 juta (per orang), tergantung universitas dan jurusan yang dipilih,” terangnya kepada wartawan, Jumat (15/7/2022).

Sindikat tersebut, menurut Yusep, sudah beroperasi lama dan meloloskan puluhan penggunanya ke berbagai universitas negeri yang dituju.

Berdasarkan keterangan tersangka, pada 2020 sindikat ini meloloskan 41 calon mahasiswa, dan pada 2021 meloloskan 69 calon mahasiswa.

“Pada 2020, sindikat ini berhasil meraup keuntungan Rp 2,5 milliar dan pada 2021 mendapatkan Rp 6 miliar,” ujarnya.

Delapan tersangka tersebut dijerat Pasal 32 ayat (2). Sub-Pasal 48 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo. 55 KUHP.