Opini  

Kajian Pendidikan Multikultural di Era Digital

Avatar of news.Limadetik
Kajian Pendidikan Multikultural di Era Digital
FOTO : Anggy Anggara Putra Sitna

OLEH : Anggy Anggara Putra Setna
NIM : 210406030003
PRODI: PETERNAKAN
Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

_________________________________

PENGANTAR

OPINI – Tujuan dari penulisan artikel ini adalah untuk mengetahui pengimplementasian kajian mengenai Pendidikan multikultural di era digital, dengan pesatnya teknologi saat ini tentu berdampak pada kondisi Pendidikan termasuk pada kajian pendidikan multicultural. Saat ini menunjukan bahwa dengan kondisi pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi memiliki dampak negatif, maka dari itu pendidikan multikultural dalam hal ini berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat khususnya peserta didik agar mengetahui tentang nilai-nilai multikultural, yaitu sikap menerima, menghargai, serta menghormati segala bentuk perbedaan. Agar tidak terjadi suatu kondisi yang tidak diinginkan seperti radikalisme, rasisme, diskriminatif dan lain sebagainya.

PENDAHULUAN

Wacana mengenai Pendidikan multikultural semakin berkembang dengan terus bergulirnya demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Pembahasan dalam artikel ini tentang pentingnya pendidikan multikultural sebagai upaya memberikan edukasi kepada masyarakat agar dapat menerima perbedaan, dan lain sebagainya. Menanggapi perkembangan era digital saat ini yang semakin cepat, tentu ada dampak positif dan dampak negatif dari berkembangnya era digital saat ini, selain itu ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Indonesia dalam upaya memajukan seluruh aspek dan tatanan kehidupan di Indonesia termasuk dalam hal memberikan pengetahuan, pemahaman kepada masyarakat mengenai multicultural sehingga tercipta suatu kondisi masyarakat yang dapat menghargai, menerima dan menghormati akan perbedaan. Di era digital setiap individu dapat mengakses apapun dimanapun dan kapanpun tidak terbatas ruang dan waktu. Dengan perubahan yang terjadi saat ini bukan tidak mungkin tidak adanya suatu konflik, perselisihan, pertikaian di era digital mengenai multikultural perselisihan karena tidak adanya rasa menghargai dan menghormati akan perbedaan terutama di media sosial yang saat ini populer di Indonesia.

PROBLEMATIKA

Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi saat ini, era digital mengubah tatanan kehidupan manusia dalam seluruh aspek meliputi aspek ekonomi, sosial, budaya, termasuk pendidikan. Menurut Rahman (2018) setidaknya ada tujuh manfaat di era digital yaitu : sumber informasi, membangun kreativitas, komunikasi, pembelajaran jarak jauh, jejaring media sosial, mendorong pertumbuhan usaha ekonomi, dan perbaikan layanan publik.

Dalam dunia pendidikan, dengan pesatnya perkembangan era digital memberikan dampak positif dengan semakin maju dan berkembangnya system pembelajaran, namun hal tersebut juga memberikan dampak negatif bagi dunia pendidikan apabila tidak mampu menjawab tantangan yang muncul di era sekarang. Dampak negatif yang ditimbulkan dan dapat kita lihat sekarang ini adalah kurangnya pemahaman mengenai pendidikan multikultural bagi generasi muda dalam hal ini yaitu anak usia sekolah.

Kurangnya pemahaman mengenai pendidikan multikultural ini juga berdampak terhadap lunturnya identitas nasional bangsa Indonesia, nilai-nilai luhur bangsa Indonesia mulai ditinggalkan oleh generasi muda. Hal tersebut berakibat pada terhambatnya perkembangan kualitas pendidikan. Dimulai dari munculnya radikalisme secara langsung ataupun melalui media sosial, tawuran antar sekolahan, tindakan kriminal yang dilakukan oleh anak usia sekolah, lunturnya nilai budaya bangsa pada diri generasi muda, dan intoleransi antar sesama serta diskriminasi dalam dunia pendidikan yang masih saja terjadi sampai saat ini.

PEMBAHASAN

Pendidikan multikultural merupakan sebuah nilai penting dalam Pendidikan yang harus diperjuangkan. Karena pendidikan multikultural merupakan proses pengembangan seluruh potensi peserta didik melalui penerapan konsep Pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keberagaman yang ada dilingkungan masyarakat. Banyak diantaranya peserta didik maupun kaum muda kurang memahami cara menggunakan media sosial dengan baik dengan bijak tanpa menyakiti orang lain ataupun merugikan orang lain. Mengingat banyaknya pengguna internet dan media sosial di Indonesia di era digital ini, maka perlu untuk memberikan edukasi, pemahaman, pengetahuan akan multikultural di dalam konten dan konteks media sosial.

Herry Kurniawan (2018) dalam artikelnya mengemukakan bahwa urgensi pendidikan multikultural di Indonesia di era digital dapat dipahami dalam tiga hal yaitu sebagai sarana alternatif pemecahan masalah, supaya peserta didik tidak tidak tercabur dari akar budayanya, kemudian yang terakhir yaitu sebagai landasan pengembangan kurikulum pendidikan multikultural. Karena pendidikan multikultural dapat diartikan sebagai suatu proses menumbuhkan sikap untuk saling menghormati, jujur, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya dan masyarakat majemuk. Dalam hal ini pendidikan multikultural diharapkan dapat menjadi benteng agar tidak terjadi benturan konflik sosial. Selain Pendidikan multicultural Pancasila juga dapat dijadikan benteng agar tidak terjadi benturan sosial karena Pancasila merupakan “philosofische gronslag” dan “weltanschauung” bagi bangsa Indonesia.

SOLUSI

Berbagai permasalah yang ditimbulkan oleh gagalnya pemahaman mengenai konsep pendidikan multikultural, menuntut kita sebagai generasi muda sekaligus agent of change untuk memberikan solusi-solusi terbaik dalam meminimalisir dampak negatif tersebut. Karena nilai utama dalam pendidikan multikultural adalah apresiasi tertinggi terhadap pluralitas budaya yang ada dalam masyarakat, pengakuan terhadap bumi atau alam semestanya dan berperan positif dalam meningkatkan identitas nasional sebagai bangsa Indonesia.

Memberikan pemahaman dan edukasi kepada masyarakat tentang menghargai perbedaan, menghormati perbedaan dan nilai nilai multikultural dengan membuat maupun membagikan konten-konten yang bersifat mengedukasi kepada masyarakat akan multikultural.

KESIMPULAN

Pendidikan merupakan bagian dari investasi masa depan, investasi masyarakat sekaligus investasi negara dalam rangka memajukan dan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan multikultural sebenarnya merupakan sikap “peduli” dan mau mengerti (difference) atau “politics of recognition” politik pengakuan terhadap orang-orang dari kelompok minoritas. Dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terjadi saat ini, era digital mengubah tatanan kehidupan manusia dalam seluruh aspek meliputi aspek ekonomi, sosial, budaya, termasuk pendidikan.

Pendidikan multicultural merupakan proses pengembangan seluruh potensi peserta didik melalui penerapan konsep pendidikan yang berbasis pada pemanfaatan keberagaman yang ada dilingkungan masyarakat, seperti keberagaman etis, budaya, bahasa, agama, status sosial, gender, suku, ras dan lain sebagainya, apalagi dengan perkembangan era digital saat ini terutama dalam hal bermedia sosial.

Banyak diantaranya peserta didik maupun kaum muda kurang memahami cara menggunakan media sosial dengan baik dengan bijak tanpa menyakiti orang lain ataupun merugikan orang lain. Konsep pendidikan yang berbasis multikulturalisme menjadi benteng pertahanan dalam menjaga integrasi masyarakat yang majemuk di Indonesia di tengah gempuran ideologi asing pada era digital. Oleh karena itu Pendidikan multikultural dapat diartikan sebagai suatu proses menumbuhkan sikap untuk saling menghormati, jujur, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya dan masyarakat majemuk.