banner podcast
Malang  

Keikutsertaan Mahasiswa Peternakan UMM Dalam Menanggulangi Pencegahan PMK di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang

Keikutsertaan Mahasiswa Peternakan UMM Dalam Menanggulangi Pencegahan PMK di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
FOTO: Para Mahasiswa UMM bersama Tim Kecamatan dan Warga saat akan melakukan vaksinasi hewan ternak
banner iklan
Banner Iklan

LIMADETIK.COM, MALANG – Penyakit Mulut dan Kuku atau yang dikenal PMK yaitu penyakit yang menyerang semua hewan yang berkuku belah atau genap yang bersifat akut dan sangat menular hingga menyebabkan kematian.

Maraknya penyakit ini terjadi di berbagai wilayah di Indonesia. Salah satu wilayah dengan tingkat penyebaran tertinggi ada di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang yaitu sekitar 14.000 ekor sapi perah. Sebagian besar profesi masyarakat Kecamatan Ngantang adalah sebagai peternak sapi perah.

Keikutsertaan Mahasiswa Peternakan UMM Dalam Menanggulangi Pencegahan PMK di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
FOTO: Tim Mahasiswa UMM saat pemeriksaan sapi di peternakan warga

Indra Surya Dharma, Koordinator Mahasiswa UMM mengatakan, dengan adanya wabah penyakit ini menyebabkan menurunnya produksi susu serta banyaknya kematian sapi sehingga pendapatan masyarakat menurun.

Menurutnya, Mahasiswa peternakan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ikut serta dalam menanggulangi pencegahan PMK bersama dinas peternakan Kabupaten Malang dan KUD Kecamatan Ngantang.

“Terdapat 9 tim yang membantu melakukan vaksinasi di berbagai desa di Kecamatan Ngantang. Dalam masing-masing tim terdiri dari 5 anggota yaitu pihak dinas peternakan, vaksinator, dan 3 mahasiswa UMM” katanya, Selasa (2/8/2022).

Indra melanjutkan, vaksinasi dosis pertama dilakukan pada tanggal 25 Juni hingga 30 Juni 2022. Tugas yang dilakukan adalah mahasiswa pertama melakukan handling, yaitu memegang tali tampar pada kepala sapi ketika dilakukan injeksi.

Keikutsertaan Mahasiswa Peternakan UMM Dalam Menanggulangi Pencegahan PMK di Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang
FOTO: Pemberian vaksin hewan ternak

Kemudian mahasiswa kedua melakukan eartag, yaitu memberikan tag/kode di telinga sapi. Mahasiswa ketiga melakukan recording dan entry data, yaitu dengan mencatat data peternak dan jumlah sapi.
Mahasiswa membantu melakukan vaksinasi sesuai dengan dosis yang sudah ditentukan oleh vaksinator.

“Dalam sehari, setiap tim ditargetkan 3 botol vaksin Aftopor yang 1 botolnya untuk 100 ekor sapi. Dengan adanya relawan dari mahasiswa peternakan UMM, sangat membantu para peternak di daerah Kecamatan Ngantang. Sebagai pelepasan acara, kepala dinas peternakan Kabupaten Malang menyerahkan kembali para mahasiswa kepada kampus” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *